Changan Lumin hadir sebagai mobil listrik murah Rp180 jutaan. Nyaman dipakai, baterai besar, tapi ada kekurangan yang bikin ribet.
RADAR TULUNGAGUNG - Changan Lumin semakin ramai dibicarakan sebagai salah satu mobil listrik murah terbaru di Indonesia. City car mungil asal Tiongkok ini hadir untuk menantang dominasi Wuling Air ev di segmen kendaraan listrik mikro.
Dengan harga di kisaran Rp180 jutaan hingga Rp200 jutaan, Changan Lumin menawarkan desain unik, baterai besar, hingga fitur fast charging. Namun setelah diuji pemakaian harian, mobil ini ternyata tak lepas dari sejumlah kekurangan.
Bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik mungil, berikut ulasan lengkap kelebihan dan kekurangan Changan Lumin.
Desain Lucu dan Lebih Proporsional
Secara tampilan, Changan Lumin langsung mencuri perhatian. Mobil ini memakai bahasa desain serba membulat dengan lampu depan bulat ikonik yang membuatnya tampil lucu dan modern.
Ukuran velg 14 inci juga membuat proporsinya lebih pas dibanding beberapa rival di kelas city car listrik.
Dimensinya kompak sehingga cocok dipakai di jalanan kota yang padat. Selain mudah diparkir, bodinya kecil membuat mobil ini lincah untuk bermanuver di area sempit.
Bagi pengguna yang ingin tampil beda, desain Changan Lumin jelas menjadi nilai jual utama.
Nyaman Dipakai Harian
Saat diuji di jalan perkotaan, Changan Lumin dinilai cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Suspensinya mampu meredam jalan rusak dengan baik.
Handling mobil terasa mudah diprediksi dan cocok untuk pemakaian santai. Karakter motor listrik yang responsif juga membuat mobil ini gesit saat stop and go di kemacetan.
Akselerasi memang tidak agresif, namun tenaga terasa cukup untuk kebutuhan dalam kota. Untuk menyalip kendaraan lain atau melibas tanjakan ringan juga masih memadai.
Kecepatan puncak disebut bisa mencapai sekitar 110 km/jam pada mode Sport.
Baterai Besar dan Fast Charging
Salah satu keunggulan utama Changan Lumin adalah kapasitas baterai yang tergolong besar di kelasnya.
Mobil ini juga sudah mendukung pengisian cepat DC CCS2, fitur yang belum tentu dimiliki seluruh rival sekelas.
Saat diuji menggunakan fast charging, daya masuk disebut mampu menyentuh 40 kW. Artinya, waktu pengisian baterai bisa jauh lebih singkat dan praktis untuk mobilitas harian.
Biaya operasional kendaraan listrik yang murah juga menjadi alasan banyak konsumen mulai melirik mobil seperti Lumin.
Kabin Fleksibel dan Muat Empat Orang
Meski mungil dari luar, kabin Changan Lumin ternyata cukup akomodatif. Mobil ini disebut nyaman diisi empat orang dewasa untuk perjalanan dalam kota.
Akses ke kursi belakang juga cukup mudah karena pintu depan dibuat panjang.
Bagasi belakang memang kecil saat kursi tegak, tetapi masih bisa memuat tas atau barang fleksibel. Jika jok belakang dilipat, kapasitas bagasi disebut bisa mengembang hingga sekitar 580 liter.
Artinya, mobil ini tetap mendukung kebutuhan harian seperti membawa perlengkapan kerja, olahraga, hingga belanjaan.
Kekurangan: Posisi Duduk Kurang Ergonomis
Di balik kelebihannya, ada beberapa catatan penting. Salah satunya adalah posisi duduk yang dinilai kurang ergonomis bagi pengemudi bertubuh tinggi.
Jok terasa rendah, sementara posisi setir terlalu tinggi dan tidak bisa diatur. Kondisi ini membuat posisi berkendara terasa canggung untuk sebagian pengguna.
Tidak adanya foot rest kaki kiri juga menjadi kekurangan saat dipakai perjalanan agak lama.
Fitur Charging Dinilai Ribet
Kekurangan lain yang cukup disorot adalah sistem pengaturan charging. Mobil ini disebut tidak memiliki tombol langsung untuk menghentikan proses pengisian daya dari kendaraan.
Akibatnya, pengguna harus bergantung pada aplikasi atau sistem operator SPKLU saat ingin menghentikan charging lebih awal.
Jika aplikasi bermasalah atau ponsel error, hal itu bisa merepotkan pengguna.
Layak Dibeli?
Dengan harga kompetitif, baterai besar, fast charging, serta desain menarik, Changan Lumin tetap menjadi pilihan menarik di kelas mobil listrik murah Indonesia.
Namun calon pembeli perlu mempertimbangkan ergonomi kabin dan fitur charging yang masih perlu penyempurnaan.
Bagi pengguna kota yang mencari mobil praktis, irit, dan tampil beda, Changan Lumin tetap layak masuk daftar pertimbangan.
Editor : Rangga Rizki Saputra