Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Polygon Siskiu T7E Turun Gila-Gilaan, E-Bike Trail Rp50 Jutaan Ini Disebut Setara Sepeda Rp80 Juta

Cholifatun Nisak • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:30 WIB
Harga Polygon Siskiu T7E turun drastis saat Black Friday. E-bike trail Shimano EP801 ini disebut setara sepeda Rp80 jutaan.
Harga Polygon Siskiu T7E turun drastis saat Black Friday. E-bike trail Shimano EP801 ini disebut setara sepeda Rp80 jutaan.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Harga Polygon Siskiu T7E mendadak jadi perbincangan setelah e-bike trail full suspension ini dijual hanya USD 3.199 atau sekitar Rp52 jutaan saat promo Black Friday. Padahal, reviewer menyebut spesifikasi dan performa Polygon Siskiu T7E layak disejajarkan dengan e-bike kelas USD 5.000 atau sekitar Rp80 jutaan.

Sepeda listrik trail buatan Polygon tersebut mendapat pujian karena hadir dengan motor Shimano EP801, groupset Shimano SLX 12 speed, suspensi panjang, dan rem SRAM Code R empat piston dalam paket harga yang dianggap sangat agresif.

Bahkan reviewer mengaku sudah lama ingin mencoba Polygon Siskiu T7E karena reputasinya yang terus mencuri perhatian di komunitas e-MTB internasional.

“Ini salah satu e-bike yang paling saya tunggu untuk dicoba,” ujarnya dalam video review tersebut.

Baca Juga: Sepeda E-Bike Polygon Kalosi Miles Ternyata Super Irit, Dipakai 2 Minggu Baterai Masih 46 Persen, Aman Kena Hujan?

Polygon Siskiu T7E Disebut Punya Spek Premium untuk Harga Murah

Polygon Siskiu T7E menggunakan motor Shimano EP801 yang merupakan lini tertinggi motor e-bike Shimano saat ini. Motor tersebut diklaim memiliki karakter hampir mirip Shimano EP6, tetapi dengan potensi upgrade software yang lebih agresif untuk kebutuhan balap dan trail ekstrem.

Sepeda ini juga dibekali baterai removable 630 Wh yang dipadukan dengan drivetrain Shimano SLX 12 speed dan kaset Shimano Deore berbasis microspline.

Kombinasi chainring 32T dan sprocket 10T membuat Polygon Siskiu T7E mampu melaju pada kecepatan tinggi di jalur datar maupun turunan panjang.

“Ini setup yang benar-benar dibuat untuk menghajar trail,” katanya.

Untuk sektor roda, Polygon memasang velg internal width 35 mm yang sudah tubeless ready. Velg lebar tersebut dipadukan dengan ban Schwalbe Hans Dampf yang dinilai sangat menggigit di jalur trail berbatu dan tanah basah.

Dropper post juga sudah menggunakan ukuran modern dengan travel 170 mm pada size besar dan 150 mm untuk ukuran kecil-menengah.

Sementara sektor pengereman dipercayakan pada SRAM Code R empat piston dengan rotor besar 203 mm depan belakang.

Reviewer bahkan menyebut kemampuan pengereman sepeda ini “bisa berhenti dalam sekejap” ketika dipakai di turunan teknikal.

Handling dan Suspensi Polygon Siskiu T7E Jadi Sorotan

Polygon Siskiu T7E menggunakan suspensi SR Suntour Aion 35 Boost dengan travel depan 150 mm serta rear shock SR Suntour Triair 3CR bertravel 140 mm.

Keduanya sudah memiliki pengaturan compression dan rebound sehingga bisa disesuaikan dengan karakter medan maupun gaya berkendara.

Meski pengaturan suspensi pada unit review belum sepenuhnya sempurna karena masih tahap penyesuaian awal, reviewer mengaku karakter dasar sepeda sudah terasa sangat solid sejak pertama dipakai.

“Bike ini benar-benar siap dipakai langsung dari boks,” ungkapnya.

Saat digunakan di jalur berbatu dengan akar dan switchback tajam, motor Shimano EP801 disebut memberikan respons tenaga yang sangat natural.

Polygon Siskiu T7E juga dinilai punya handling mirip Polygon T-Series versi analog atau non-listrik. Namun bobotnya memang sedikit lebih berat dibanding beberapa e-bike trail lain yang pernah dicoba reviewer.

Meski begitu, distribusi bobot dan titik gravitasi sepeda justru dianggap membuat handling lebih stabil dan terasa seperti trail bike murni dibanding sekadar e-bike berat.

Reviewer juga memuji karakter climbing Polygon Siskiu T7E yang tetap agresif di tanjakan berbatu penuh akar dan loose rock.

“E-bike ini seperti tidak peduli ada batu atau akar di depannya,” katanya.

Promo Black Friday Bikin Polygon Siskiu T7E Jadi Buruan

Salah satu faktor yang membuat review Polygon Siskiu T7E viral adalah harga promo Black Friday yang dianggap terlalu murah untuk spesifikasi sebesar itu.

Dari harga normal mendekati USD 4.000, sepeda ini dipangkas menjadi USD 3.199 atau sekitar Rp52 jutaan.

Reviewer bahkan berulang kali menegaskan bahwa harga tersebut sangat sulit dipercaya untuk ukuran e-bike full suspension dengan motor Shimano EP801 dan groupset SLX.

Menurutnya, banyak e-bike lain di kelas harga serupa masih memakai motor dan komponen di bawah Polygon Siskiu T7E.

“Dengan harga segini, rasanya sulit untuk dilewatkan,” ujarnya.

Ia juga menyebut Polygon Siskiu T7E sangat cocok bagi rider yang ingin masuk ke dunia e-MTB premium tanpa harus mengeluarkan biaya mendekati Rp100 juta.

Meski baru menjadi pengujian pertama, reviewer mengaku akan terus memakai sepeda ini dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat ketahanan dan performa jangka panjangnya.

Baca Juga: Polygon Kalosi Miles Hybrid Jadi Primadona E-Bike 2026, Bisa Nanjak Ekstrem hingga Blusukan Gravel Tanpa Cepat Capek

Editor : Cholifatun Nisak
#e-bike Polygon #Shimano EP801 #review Polygon Siskiu T7E #harga Polygon Siskiu T7E #sepeda listrik trail Polygon