Gesits Raya G Dibanderol Rp27,9 Juta, Top Speed 70 Km/Jam dan TKDN 60 Persen

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:35 WIB
Gesits Raya G dibanderol Rp27,9 juta dengan TKDN 60 persen, top speed sekitar 70 km/jam dan jarak tempuh hingga 80 km dengan dua baterai.
Gesits Raya G dibanderol Rp27,9 juta dengan TKDN 60 persen, top speed sekitar 70 km/jam dan jarak tempuh hingga 80 km dengan dua baterai.

 

JAKARTA - Gesits Raya G menjadi salah satu motor listrik buatan Indonesia yang menawarkan kombinasi performa, kenyamanan berkendara, dan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 60 persen. Motor listrik ini dibanderol Rp27,9 juta.
Gesits Raya G merupakan salah satu dari dua tipe dalam lini Raya, selain Raya E. Dalam ulasan Kompas Otomotif, motor listrik tersebut juga diuji untuk mengetahui impresi berkendaranya, termasuk performa, kenyamanan, hingga sejumlah kekurangannya.
Dari sisi desain, Gesits Raya G masih memiliki kemiripan dengan Gesits G1. Perbedaan paling terlihat berada pada bagian lampu daytime running light (DRL) serta desain setang.

Baca Juga: Honda EM1 e Dites Harian di Bogor, Baterai 40 Km Langsung Habis


Pada Raya G, DRL menyatu dengan lampu utama dan berada di bagian atas. Sementara itu, Gesits G1 memiliki desain lampu dengan posisi DRL di bagian atas.
Perubahan lainnya terdapat pada setang. Gesits Raya G menggunakan model naked, sedangkan G1 mempunyai setang dengan batok. Desain tersebut membuat tampilan Raya G terlihat lebih sederhana dan memberikan posisi berkendara yang berbeda.

Bagian belakang secara keseluruhan masih memiliki kemiripan dengan G1. Motor ini menggunakan suspensi belakang monoshock yang dapat diatur preload-nya. Sementara sistem pengereman sudah menggunakan cakram pada roda depan dan belakang.

Baca Juga: Honda EM1 e Jadi Motor Listrik Resmi AHM, Ini Spek dan Harga Terbarunya


Posisi Berkendara dan Performa
Dengan tinggi pengendara 155 sentimeter, posisi duduk di Gesits Raya G dinilai cukup nyaman. Namun, pengendara dengan tinggi tersebut masih perlu sedikit berjinjit karena jok motor tergolong lebar sehingga posisi kaki menjadi lebih terbuka.
Posisi berkendaranya sendiri terasa familiar seperti skutik pada umumnya. Bentuk bodi disebut memiliki kemiripan dengan skutik yang desainnya meruncing, sedangkan setang naked memberikan kesan seperti Honda Beat Street.
Gesits Raya G menggunakan motor listrik BLDC bertenaga sekitar 1.500 watt dengan peak power 3.000 watt. Motor listrik ditempatkan di bagian tengah atau mid-drive sehingga distribusi bobot diklaim lebih merata.

Baca Juga: Honda EM1 e Dibanderol Rp40 Jutaan, Ternyata Punya Kelebihan Ini


Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui drive belt. Konfigurasi tersebut juga memberikan rasio gigi yang membuat impresi berkendara terasa lebih nyaman.
Berdasarkan klaim resmi, motor listrik Gesits Raya G menghasilkan tenaga 4 TK dengan torsi 26 Nm. Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 70 kilometer per jam lebih sedikit.
Untuk baterai, Gesits Raya G menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 72 volt 20 Ah atau setara 1,4 kWh. Gesits mengklaim jarak tempuhnya bisa mencapai 60 kilometer untuk penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Honda EM1 e Cuma Bisa Melaju 45 Km/Jam, Ini Kelebihan yang Bikin Berbeda


Namun, dalam penggunaan normal di jalanan Jakarta, jarak yang didapat berada di kisaran 40 kilometer untuk satu baterai. Jika menggunakan dua baterai, jaraknya disebut dapat mencapai sekitar 80 kilometer.
Respons gas Gesits Raya G terasa cukup agresif sejak putaran bawah. Motor ini juga memiliki mode Low dan High yang memberikan perbedaan tenaga ketika digunakan.
Ada Beberapa Kekurangan
Meski menawarkan sejumlah kelebihan, Gesits Raya G juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kapasitas penyimpanan yang sangat terbatas.

Baca Juga: Honda EM1 e Rp3 Jutaan Punya Riding Quality Mirip Motor Bensin, tapi Range Cuma 41 Km


Motor ini praktis tidak memiliki bagasi besar. Ruang penyimpanan hanya cukup untuk barang kecil seperti sarung tangan atau jas hujan berukuran tidak terlalu besar. Charger juga akan sulit disimpan jika ikut dibawa.
Tempat penyimpanan tambahan tersedia di dek tengah melalui gantungan dan konsol kecil yang dapat digunakan untuk meletakkan botol minum maupun ponsel.
Gesits Raya G juga belum dilengkapi regenerative brake. Fitur tersebut memungkinkan energi saat deselerasi atau pengereman tertentu dimanfaatkan kembali untuk mengisi baterai.
Kekurangan lain yang disorot adalah kualitas finishing plastik yang dinilai masih sedikit kurang. Selain itu, saat proses pengisian daya, charger dan baterai disebut terasa sangat panas.

Baca Juga: Bahlil Mini Soccer, Sarana Cetak Pemimpin Bangsa yang Disiplin dan Percaya Diri


Di sisi lain, penggunaan baterai lithium-ion menjadi salah satu keunggulan karena jenis baterai tersebut memiliki harga yang relatif lebih tinggi.
Untuk suspensi, penggunaan monoshock membuat bantingan terasa cukup nyaman. Saat melewati polisi tidur, suspensi tergolong empuk. Namun ketika digunakan sendirian, bantingannya terasa sedikit lebih keras.
Dengan harga Rp27,9 juta, Gesits Raya G dinilai cukup menarik di kelasnya. Terlebih, motor ini memiliki TKDN 60 persen dan disebut masuk dalam kategori yang dapat mengikuti program subsidi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Redmi 15 Rp2,3 Juta Punya Baterai 7.000 mAh, tapi Redmi Note 14 Lebih Menggoda


Sementara itu, Gesits Raya E sebagai varian lainnya dibanderol Rp24,9 juta. Dengan perbedaan harga tersebut, konsumen dapat mempertimbangkan kebutuhan serta fitur yang ditawarkan masing-masing tipe.

Baca Juga: Redmi 15 vs Redmi 15C: Selisih Rp400 Ribu, Ini Alasan Redmi 15 Lebih Menarik

Course: YouTube @otomotifkompascom

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Motor Listrik #Gesits #Motor Listrik Indonesia #Gesits Raya G #TKDN 60 Persen