RADAR TULUNGAGUNG – Puncak acara Radar Science Competition (RSC) Region Tulungagung 2025 yang digelar pada Sabtu (16/8/2025) berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Digelar di SMAN 1 Kedungwaru, kompetisi RSC yang diinisiasi Pateron Indonesia bersama Radar Tulungagung ini telah berhasil menarik perhatian ribuan peserta dari Surabaya, Tulungagung, Kediri, Blitar, Malang, dan lain-lain.
Namun dari jumlah tersebut, hanya 400 finalis yang terpilih untuk bersaing di babak pamungkas.
Direktur PT Pateron Edukasi Indonesia, Rifky Krismantoro, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta.
Bahkan dia menyebutkan, persaingan di babak final sangat ketat dengan perbedaan skor tipis antar finalis.
“Alhamdulillah, RSC Chapter Tulungagung tahun ini berjalan sangat luar biasa. Dari 1.200 lebih peserta, kami ambil 400 untuk final, dan semuanya menunjukkan daya saing tinggi. Bahkan selisih nilai antarjuara sangat tipis. Ini membuktikan kualitas dan semangat belajar peserta semakin baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rifky menjelaskan bahwa dalam kompetisi ini terdapat juara umum dari tiap jenjang yaitu SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga: Melongok Aktivitas Mahasiswa UMM di Desa Sepatan Tulungagung, Tak Melulu Tentang Pendidikan
Kemudian ada juga penghargaan bidang dengan sistem persentase. Sekitar 5 persen peserta berhak atas medali emas, 10 persen medali perak, dan 15 persen medali perunggu.
“Kompetisinya sangat ketat sehingga tidak semua peserta bisa mendapatkan medali. Namun inilah tantangan yang kami harapkan bisa memotivasi anak-anak untuk terus berkompetisi untuk berprestasi,” tambah Rifky.
Menariknya, meskipun acara ini bertajuk Chapter Tulungagung, peserta tidak hanya berasal dari wilayah se-eks Karesidenan Kediri, tetapi juga datang dari Jember, Surabaya dan daerah lainnya.
Kendati begitu, sejumlah juara tetap berhasil diraih oleh putra-putri terbaik Tulungagung.
Rifky juga mengungkapkan, suksesnya acara ini akan dilanjutkan dengan penyelenggaraan RSC Chapter Trenggalek yang rencananya digelar bulan depan.
“Harapannya RSC ini bisa terus berlanjut ke berbagai daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya di Jawa Timur, tapi juga di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadi Puspita Bintara, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan RSC.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan dan media dalam membangun sumber daya manusia unggul.
“Dengan terbiasa menghadapi tantangan, mereka akan lebih siap menghadapi asesmen nasional maupun persaingan global. Ini langkah penting menuju generasi emas Indonesia,” ungkap Rahadi.
Dengan berakhirnya puncak acara RSC Region Tulungagung 2025, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dalam menghadapi persaingan di masa depan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana