Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kado Terindah MTsN 1 Tulungagung untuk Hari Jadi Ke-820 Kabupaten Tulungagung, Raih Medali Perunggu OPSI 2025

Armi Hardjo • Rabu, 19 November 2025 | 20:00 WIB
Dua siswi MTsN 1 Tulungagung meraih medali perunggu OPSI 2025, didampingi kepala madrasah dan para pembina.
Dua siswi MTsN 1 Tulungagung meraih medali perunggu OPSI 2025, didampingi kepala madrasah dan para pembina.

RADAR TULUNGAGUNG - Ide menarik untuk bahan penelitian bisa ditemukan di lingkungan sekitar.

Bermodal meneliti aktivitas Sukarelawan Pengaturan Lalu Lintas (Supeltas), dua siswa MTsN 1 Tulungagung meraih medali perunggu Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan madrasah.

Dua siswi MTsN 1 Tulungagung, Chika Alviena Arsyfha dan Lintang Dagmar Wibawa Putri, berhasil meraih medali perunggu pada ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025.

Kompetisi bergengsi yang diikuti ribuan pelajar dari seluruh Indonesia ini digelar oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, pada 10–16 November 2025 di Surabaya.

Kedua siswi ini sukses menembus final nasional melalui penelitian bidang IPS berjudul: “Analisis Peran, Kualitas Hidup, dan Penerimaan Sosial Kaum Difabel Tuna Rungu dan Wicara sebagai Supeltas di Tulungagung”.

Penelitian tersebut menggambarkan sisi humanis peran petugas Supeltas penyandang disabilitas, serta bagaimana masyarakat menerima kehadiran mereka dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Proses menuju final OPSI bukanlah perjalanan singkat.

Chika dan Lintang menjalani persiapan selama delapan bulan, mulai dari penyusunan proposal penelitian, pengambilan data lapangan, penyusunan laporan lengkap, hingga menghadapi wawancara dan presentasi di hadapan dewan juri nasional.

Mereka bersaing dengan 14 ribu peserta dari seluruh Indonesia sebelum akhirnya tersaring menjadi 25 finalis nasional per bidang per jenjang.

“Seleksinya sangat ketat. Hanya dua siswa yang boleh masuk ruang penilaian, sedangkan pendamping harus menunggu di luar. Mereka harus benar-benar mandiri,” ungkap salah satu pembina, Undirotul.

Dia menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan dapat memantik munculnya peneliti muda lain di MTsN 1 Tulungagung, serta memperkuat peran orang tua dalam mendampingi anak-anak menghadapi kompetisi akademik.

Penghargaan medali perunggu ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MTsN 1 Tulungagung, Drs Muhibuddin MPdI.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghasilkan generasi yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di masyarakat.

“Kami sangat bangga. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Keberhasilan Chika dan Lintang tidak hanya menjadi kebanggaan madrasah dan keluarga, tetapi juga menjadi kado terindah bagi peringatan Hari Ulang Tahun Ke-820 Kabupaten Tulungagung.

Prestasi ini menunjukkan bahwa putra-putri daerah mampu berkontribusi positif dan mengharumkan nama Tulungagung di kancah nasional.(*/c1/rka) (bersambung)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#medali #MTsN 1 Tulungagung #olimpiade #prestasi #Hari jadi tulungagung