RADAR TULUNGAGUNG– Pemerintah mengungkap perkembangan terbaru terkait pencairan THR ASN 2026. Hingga 10 Maret 2026, tunjangan hari raya bagi aparatur sipil negara telah disalurkan sebesar Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi anggaran yang mencapai Rp55 triliun.
Informasi tersebut disampaikan dalam paparan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah menargetkan pencairan THR ASN 2026 dapat segera tuntas sebelum Hari Raya Idulfitri.
Dengan realisasi yang sudah mencapai hampir setengah dari total anggaran, pemerintah kini mendorong seluruh kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk mempercepat proses pembayaran kepada para penerima.
Sudah Disalurkan ke 6 Juta Penerima
Pemerintah mencatat target penerima THR ASN 2026 mencapai sekitar 6 juta orang. Penerima tersebut terdiri dari berbagai kelompok aparatur negara.
Mulai dari aparatur sipil negara (ASN) di instansi pusat, ASN daerah, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), hingga anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Dengan jumlah penerima yang sangat besar, pemerintah menilai proses pencairan membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan instansi di daerah.
“THR sudah disalurkan Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari alokasi Rp55 triliun per 10 Maret,” demikian disampaikan dalam paparan realisasi APBN.
Pemerintah Dorong Percepatan Pembayaran
Meski sebagian anggaran sudah disalurkan, pemerintah meminta seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah segera menuntaskan pembayaran THR kepada para pegawai.
Langkah ini dilakukan agar seluruh ASN, TNI, dan Polri bisa menerima haknya tepat waktu sebelum perayaan Idulfitri.
Pemerintah juga menegaskan bahwa dana untuk pembayaran tunjangan tersebut sudah tersedia dalam APBN sehingga tidak ada alasan untuk menunda pencairan.
Dengan percepatan proses administrasi di masing-masing instansi, diharapkan pembayaran THR dapat segera selesai dalam waktu dekat.
Pembayaran Pensiun Capai Rp36,6 Triliun
Selain THR ASN 2026, pemerintah juga menyampaikan realisasi belanja negara lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya adalah pembayaran pensiun yang bersumber dari APBN. Hingga saat ini, pemerintah telah menyalurkan dana pensiun sebesar Rp36,6 triliun.
Anggaran tersebut diberikan kepada sekitar 3,7 juta pensiunan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Pembayaran ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan hak-hak para pensiunan tetap terpenuhi secara tepat waktu.
Program Makan Bergizi Gratis Serap Anggaran Besar
Dalam laporan realisasi APBN yang sama, pemerintah juga menyoroti perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Hingga awal Maret 2026, jumlah penerima program ini telah mencapai sekitar 61,6 juta orang di seluruh Indonesia.
Program tersebut dijalankan melalui lebih dari 25 ribu satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Dari sisi anggaran, realisasi belanja untuk program ini telah mencapai sekitar Rp44 triliun hingga 9 Maret 2026.
Program MBG menyasar berbagai kelompok masyarakat, terutama pelajar di sekolah. Dari total penerima, sekitar 50 juta merupakan siswa.
Sementara sisanya sekitar 10,5 juta penerima berasal dari kelompok non-siswa, seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta sejumlah lansia.
Transfer ke Daerah Capai Rp147,7 Triliun
Selain belanja pusat, pemerintah juga melaporkan realisasi transfer ke daerah yang menjadi bagian penting dari pelaksanaan layanan publik di tingkat daerah.
Hingga akhir Februari 2026, total transfer ke daerah telah mencapai Rp147,7 triliun dari total alokasi Rp693 triliun dalam APBN tahun ini.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan daerah, termasuk pembayaran gaji ASN daerah serta dukungan terhadap sektor pendidikan.
Melalui skema transfer ini, pemerintah juga menyalurkan dana untuk program bantuan operasional sekolah (BOS) yang menjangkau puluhan juta siswa.
Tercatat sekitar 42,3 juta siswa menerima manfaat dari program BOS. Selain itu, ada 5,8 juta siswa pendidikan anak usia dini yang memperoleh bantuan operasional pendidikan PAUD.
Tak hanya itu, sekitar 616 ribu guru juga menerima berbagai tunjangan melalui mekanisme transfer ke daerah tersebut.
Pemerintah Pastikan Penyaluran Tepat Waktu
Dengan berbagai program belanja negara yang terus berjalan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga penyaluran anggaran tetap tepat waktu dan tepat sasaran.
Khusus untuk THR ASN 2026, pemerintah optimistis seluruh pembayaran dapat diselesaikan sebelum perayaan hari raya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan aparatur negara, tetapi juga turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Lebaran.
Editor : Cholifatun Nisak