Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspadai Hujan saat Distribusi Logistik, KPU Tulungagung Lirik Tiga Perusahaan Pengiriman

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 7 November 2024 | 22:23 WIB

Proses simulasi pengesetan logistik TPS untuk pilkada Tulungagung (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Proses simulasi pengesetan logistik TPS untuk pilkada Tulungagung (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Distribusi logistik pilkada Tulungagung jelang coblosan jadi sorotan jajaran penyelenggara.

Itu sebabnya, KPU Tulungagung menggelar serangkaian simulasi guna memastikan distribusi tepat waktu dan tepat guna.

Apalagi saat ini mereka harus berhadapan dengan musim penghujan diikuti keberadaan wilayah yang rawan terjadi bencana di Tulungagung.

Ketua KPU Tulungagung M Lutfi Burhani mengungkapkan, ada tiga perusahaan pengirimn logistik yang diajak berkomunikasi.

Itu jadi salah satu upaya kerja sama dalam pengiriman logistik pemilu.

"Informasinya ada tiga. Sekarang sedang tahap komunikasi dengan tiga perusahaan itu," akunya.

Dia juga meminta faktor keamanan jadi perhatian utama perusahaan pengiriman logistik.

Pasalnya, wilayah Kota Marmer sudah mulai memasuki musim penghujan.

Jika tidak dilakukan langkah khusus, logistik pilkada dikhawatirkan bakal rusak akibat terdampak cuaca.

"Itu yang ditekankan ke pihak ketiga. Armada yang digunakan harus aman. Misal, kalau pakai boks, maka harus tertutup rapat " tegas Lutfi.

Di sisi lain, beberapa waktu lalu jajaran penyelenggara pemilu menggelar simulasi proses setting logistik.

Agenda ini digelar di Gedung Reog Kendang di kantor KPU Tulungagung.

Hasilnya, KPU menilai proses setting logistik kudu dilakukan secara estafet.

Alasannya, proses setting logistik secara serempak memakan lebih banyak waktu. Kondisi ini tak ideal jika dilakukan jelang hari-H coblosan.

"Kemarin kita coba hitung kebutuhan waktu dan kecupukan luas lokasi. Setelah kita simulasikan, ternyata kalau kita setting bersamaan, tempatnya tidak ada (tidak cukup, Red). Rencananya kita lakukan secara estafet. Masuk surat suara dulu per TPS. Lanjut setting kotak suara per TPS. Yang pasti, kita dahulukan surat suara," terangnya.

Dalam prosesnya, lanjut Lutfi, KPU memang tidak menyertakan KPPS. Sebab, KPU mencoba melakukan efisiensi waktu dan tempat dengan hanya melibatkan PPK.

"Kemarin PPK kecamatan kota. Di KPPS belum kita libatkan," ujarnya.

Disinggung soal tahapan distribusi logistik, dia mengaku bahwa KPU bakal mulai mengirimkan logistik ke PPK pada 23-24 November mendatang.

Selain itu, KPU juga sedang bersiap menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi KPPS terkait penyelenggaraan coblosan di TPS.

"Setelah itu, ada bimtek dari divisi teknis dan divisi data yang akan memberikan pemahaman ke KPPS di saat hari pemungutan suara. Baik terkait SIREKAP atau penggunaan logistik," katanya.

Editor : Dharaka R. Perdana
#pilkada tulungagung #pilkada #logistik pilkada #KPU Tulungagung