Radar Tulungagung - Kabar mengejutkan datang dari Ibu Kota. Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin, 8 September 2025.
Keputusan ini langsung memicu gelombang pertanyaan, terutama setelah posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang sebelumnya dipegang oleh Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan (BG) dicopot.
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD pun terang-terangan mengaku terkejut. Baginya, pencopotan Budi Gunawan adalah poin paling mencolok dari seluruh daftar reshuffle yang diumumkan Presiden Prabowo.
Dalam kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD menyebut keputusan Presiden mengganti BG sebagai hal yang sarat makna politik.
“Ya, kalau dari sudut politik agak kaget juga ya saya,” ujar Mahfud MD, yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII).
Baca Juga: Presiden Prabowo Rombak Susunan Kabinet Merah Putih Sore Ini, Menkeu Sri Mulyani Ikut Terlempar?
Menurut Mahfud, dari semua nama menteri yang dirombak, Budi Gunawan-lah yang paling menyita perhatian publik.
Keputusan ini dinilai bukan hanya langkah biasa, melainkan mengandung implikasi politik yang luas terhadap pemerintahan Prabowo ke depan.
Publik sempat menduga bahwa pencopotan Budi Gunawan berkaitan dengan minimnya penampilan publik saat kerusuhan melanda Jakarta dan beberapa daerah pada 28–30 Agustus lalu.
Namun, Mahfud MD menilai alasan tersebut terlalu sederhana. Ia meyakini ada pertimbangan politis lain yang lebih kompleks di balik keputusan strategis Presiden Prabowo ini.
Sebagai sosok berpengalaman di bidang politik dan keamanan, Mahfud menduga langkah ini pasti punya alasan besar yang tak langsung terlihat oleh masyarakat.
Mahfud juga menekankan bahwa sebagai mantan kepala intelijen, ketidakhadiran Budi Gunawan di ruang publik sebenarnya bukan hal aneh.
“Intelijen kan kalau mengkoordinasikan tak harus bicara ramai-ramai ke publik,” ujar Mahfud.
Menurutnya, kinerja intelijen justru banyak berlangsung di balik layar. Karena itu, Mahfud menganggap minimnya ekspos media tidak bisa dijadikan alasan tunggal untuk mencopot BG dari kursi Menko Polkam.
Spekulasi publik akhirnya ditanggapi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Ia menegaskan bahwa pemberhentian Budi Gunawan bukan karena kerusuhan akhir Agustus.
“Bukan karena alasan spesifik seperti itu. Ini bagian dari evaluasi menyeluruh Presiden,” tegas Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Artinya, reshuffle kali ini adalah hasil evaluasi komprehensif, bukan sekadar reaksi terhadap insiden tunggal.
Perombakan kabinet ini resmi tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 86P Tahun 2025.
Selain BG, Presiden Prabowo juga mengganti Ario Bimo Nandito Ariotedjo dari posisi Menteri Pemuda dan Olahraga. Namun, hingga kini posisi Menko Polkam masih kosong.
Untuk sementara, Presiden Prabowo akan menunjuk pejabat ad interim hingga ada pengganti definitif.
Kondisi ini memicu rasa penasaran publik: siapa sosok yang akan dipercaya mengisi kursi strategis ini?
Publik kini menanti penjelasan lebih detail dari pihak Istana terkait arah politik dan kebijakan pemerintahan Prabowo setelah perombakan besar-besaran ini. ****
Editor : Dharaka R. Perdana