RADAR TULUNGAGUNG - Sanggar Tari Laras Aji dari Kecamatan Bandung, Tulungagung ikut memperingati Hari Tari Sedunia dengan menggelar pementasan kesenian tari yang bertajuk Kedung Menari pada Minggu (4/5) malam.
Sanggar Tari Laras Aji yang saat ini sudah berusia 11 tahun tersebut memperingati Hari Tari Sedunia dengan menampilkan tarian selama 10 jam non stop. Dan diikuti oleh 120 penari.
Baca Juga: Parade Kentrung dan Peresmian Galeri Batik Ciprat SMPN 1 Kedungwaru Berlangsung Meriah
Pemilik Sanggar Tari Laras Aji, yang juga sebagai pencetus kegiatan Kedung Menari, Brilian Luckytasari menyebut bahwa kegiatan peringatan hari tari sedunia ini sudah ada sejak tahun lalu. Tahun ini merupakan tahun kedua.
"Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi kita sebagai seorang seniman tari. Untuk melestarikan kesenian tari khususnya di Kabupaten Tulungagung," ungkapnya.
Dia juga menceritakan dalam kegiatan tersebut, sanggar tari Laras Aji menampilkan 70 jenis tarian berbeda untuk memperingati hari tari ini.
Selain itu dia juga menjelaskan para penonton yang datang bergantian hingga total jumlah mencapai 450 penonton.
Baca Juga: SMPN 2 Tulungagung Gelar Tari Nusantara Massal di Titik 0 KM, Bupati Bilang Begini
Pihaknya juga telah resmi bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung untuk mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti yang telah dilakukannya.
Brilian berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi titik awal untuk bersatunya sanggar-sanggar yang ada di Tulungagung.
Baca Juga: Bukan Hal Baru, Ini Cara Ammy Aulia Renata Anny Melatih Tari Penyandang Tunarungu di Tulungagung
Sehingga tidak ada lagi sanggar yang saling menutup diri dengan sanggar lainnya.
Bahkan harus bisa saling berkolaborasi, karena memiliki tujuan yang sama untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan di bidang seni tari.
"Dalam acara ini juga turut mengundang beberapa sanggar di daerah sekitar untuk ikut berkolaborasi merayakan hari tari sedunia. Mereka sangat antusias dan membuktikan bahwa persatuan dari sesama sanggar seni antar daerah ternyata sangat mungkin terjadi," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana