Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pantangan Weton Wage yang Dipercaya Leluhur Jawa: Jika Dilanggar Hidup Bisa Berantakan, Jika Dijaga Rezeki Makin Lancar

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:15 WIB

Pantangan weton Wage menurut primbon Jawa: larangan soal rezeki, janji, rumah tangga, hingga spiritual agar hidup lebih berkah.
Pantangan weton Wage menurut primbon Jawa: larangan soal rezeki, janji, rumah tangga, hingga spiritual agar hidup lebih berkah.

JAKARTA - Weton Wage dalam kepercayaan masyarakat Jawa sering disebut membawa takdir yang unik dan misterius. Ada yang percaya pemilik weton ini memiliki potensi keberuntungan besar, namun juga rentan mengalami kesialan tak terduga apabila tidak mampu menjaga diri. Karena itulah, sejak zaman dahulu para leluhur menitipkan berbagai pantangan bagi orang yang lahir pada pasaran Wage agar hidupnya tetap selamat, tenteram, dan penuh berkah.

Dalam narasi primbon Jawa, orang Wage digambarkan memiliki aura kuat, namun emosinya cenderung naik turun dan mudah terbawa arus pergaulan. Sifat keras kepala juga sering muncul, sehingga jika tidak dikendalikan bisa menjadi sumber masalah. Meski begitu, pantangan bukanlah kutukan. Dalam falsafah Jawa, pantangan adalah pagar agar seseorang hidup lebih hati-hati, bukan belenggu yang membatasi masa depan.

Salah satu pantangan utama bagi pemilik weton Wage adalah tidak boleh serakah dalam mencari rezeki. Leluhur Jawa percaya bahwa rezeki orang Wage akan lebih lancar bila dijalani dengan sabar dan tidak memaksakan kehendak. Ada pepatah yang sering diucapkan orang tua dulu, “Wage iku aja kepengin kabeh, yen kepengin kabeh malah hilang kabeh.” Maksudnya, jika terlalu rakus dan ingin menguasai semuanya, justru bisa kehilangan semuanya. Terutama jika mengejar kekayaan dengan cara yang tidak halal, rezeki yang datang dipercaya akan cepat hilang dan membawa masalah baru.

Baca Juga: Menurut Primbon Jawa, 5 Weton Panen Rezeki di 2026: Karier Melejit, Bisnis Lancar, Keuangan Kian Stabil

Pantangan berikutnya adalah tidak boleh mudah mengingkari janji. Bagi orang Wage, kepercayaan dianggap sebagai ujian besar. Sekali ia berkhianat atau mengucapkan sesuatu tanpa menepati, maka hidupnya dipercaya akan dipenuhi hambatan, termasuk dalam urusan rumah tangga. Karena itu, orang Wage dianjurkan menjaga lisan dan tidak mudah berjanji jika belum sanggup melaksanakannya.

Selain itu, ada pula kepercayaan bahwa orang Wage sebaiknya tidak terlalu sering berpindah tempat tinggal atau pekerjaan tanpa alasan yang jelas. Weton ini dipercaya membutuhkan kestabilan agar rezekinya tidak buyar. Jika terlalu sering pindah, bukan hanya membuat dirinya bingung, tetapi juga menyebabkan rezekinya tidak menentu. Pesan leluhur yang sering disebut adalah, “Wage kudu ngati-ati yen ngungsi tanpa sebab, rezekine bisa buyar,” yang berarti orang Wage harus berhati-hati bila berpindah tanpa tujuan yang kuat.

Dalam pergaulan, pemilik weton Wage juga pantang berkumpul dengan orang-orang yang berniat buruk atau suka menjerumuskan. Watak Wage yang mudah terpengaruh membuatnya rentan terseret ke masalah besar jika salah memilih lingkungan. Karena itu, memilih teman yang baik dianggap sebagai salah satu kunci utama agar hidupnya tetap terarah.

Baca Juga: Weton Wage Disebut Punya Aura Alami Tanpa Pamer, Ini Rahasia Ilmu Tingkat Tinggi Menurut Primbon Jawa

Pantangan lain yang cukup besar berkaitan dengan urusan rumah tangga. Orang Wage dipercaya tidak disarankan menikah dengan pasangan yang wetonnya bertabrakan menurut hitungan primbon. Dalam tradisi Jawa, perhitungan weton sering digunakan sebagai pertimbangan kecocokan, karena diyakini dapat memengaruhi keharmonisan keluarga. Jika dipaksakan, konon rumah tangga akan lebih sering cekcok, sulit menemukan ketenangan, bahkan rawan berpisah. Selain itu, orang Wage juga pantang bersikap kasar kepada pasangan. Jika emosinya tidak dikendalikan, bukan hanya merusak hubungan, tetapi juga dipercaya membuat rezeki menjauh.

Dalam urusan pekerjaan dan penghasilan, orang Wage memiliki pantangan untuk tidak meremehkan pekerjaan kecil. Leluhur Jawa meyakini bahwa rezeki besar sering dimulai dari langkah sederhana. Karena itu, pekerjaan sekecil apa pun sebaiknya dijalani dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Orang Wage juga pantang menunda pekerjaan penting. Jika sering menunda, peluang emas bisa hilang, dan hidupnya terasa stagnan.

Soal pengelolaan harta, orang Wage diingatkan agar tidak boros dan berlebihan. Rezekinya memang dipercaya bisa datang mendadak, namun jika tidak ditampung dengan baik, semuanya bisa lenyap tanpa sisa. Pepatah yang sering dikaitkan adalah “Rezeki Wage iku kaya banyu mili, yen ora dicekel bakal hilang,” artinya rezeki orang Wage seperti air mengalir, bila tidak dijaga maka cepat habis.

Baca Juga: Weton Wage Sering Merasa Tertinggal? Ini Alasan Hidup Orang Weton Wage Terlihat Lambat tapi Justru Kokoh Menurut Primbon Jawa

Selain pantangan lahiriah, ada juga pantangan batiniah seperti tidak menyimpan iri hati, dendam, atau kebencian. Energi negatif dianggap menjadi penghalang rezeki. Dari sisi sosial, orang Wage pantang meremehkan orang lain, menjauhi gosip dan fitnah, serta dianjurkan menjaga hubungan baik dengan lingkungan. Dalam sisi spiritual, orang Wage dipercaya perlu menyeimbangkan hidup dengan doa, sedekah, dan tirakat agar jalannya lebih terang. Leluhur selalu mengingatkan, “Wage kudu eling lan waspada,” artinya harus selalu sadar diri dan waspada agar keberkahan tetap menyertai.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Weton Jawa #Primbon Jawa #Pantangan Weton Wage #Rezeki Weton Wage #weton wage