Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Meski Zaman Sudah Modern, Ini Alasan Pedagang Tulungagung Tetap Pakai Timbangan Tradisional

Yoga Dany Damara • Sabtu, 27 September 2025 | 04:50 WIB
Pada akhirnya, timbangan tradisional di Tulungagung bukan sekadar alat dagang. Ia adalah warisan kebiasaan, simbol kejujuran, sekaligus perekat rasa percaya antara pedagang dan pembeli.
Pada akhirnya, timbangan tradisional di Tulungagung bukan sekadar alat dagang. Ia adalah warisan kebiasaan, simbol kejujuran, sekaligus perekat rasa percaya antara pedagang dan pembeli.

TULUNGAGUNG - Di tengah gencarnya modernisasi, saat timbangan digital semakin mudah ditemui, banyak pedagang di Tulungagung justru masih setia dengan timbangan tradisional.

Timbangan tradisional berbentuk neraca dengan anak timbangan besi itu masih terlihat di pasar-pasar tradisional, bahkan di kios sayur atau warung kecil.

Bagi banyak pedagang, timbangan tradisional adalah cara menjaga kepercayaan dengan pembeli.

Gerakan menimbang sambil menaruh anak timbangan satu per satu membuat proses transaksi lebih transparan.

Pembeli bisa ikut mengawasi, sehingga rasa curiga jauh lebih kecil.

Banyak pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan, sejak zaman orang tua mereka, sudah terbiasa dengan timbangan manual.

Rasanya lebih mantap dan meyakinkan saat menimbang, apalagi ketika tangan sudah terbiasa mengukur berat hanya dengan sekali lirik.

Meski timbangan digital dianggap lebih cepat dan praktis, sebagian orang Tulungagung percaya bahwa timbangan tradisional punya “nilai” tersendiri.

Ada keakraban dalam proses menimbang, ada dialog kecil antara pedagang dan pembeli yang tidak bisa digantikan oleh angka digital yang dingin.

Pada akhirnya, timbangan tradisional di Tulungagung bukan sekadar alat dagang.

Melainkan juga warisan kebiasaan, simbol kejujuran, sekaligus perekat rasa percaya antara pedagang dan pembeli.

Modern boleh masuk, tapi ada hal-hal sederhana yang tetap dipertahankan, karena nilainya lebih dari sekadar hitungan berat barang.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#tulungagung #tradisional #timbangan