Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Salib Santo Petrus: Makna Asli di Balik Salib Terbalik yang Sering Disalahartikan

Savina Ayu Wardani • Senin, 29 September 2025 | 05:25 WIB

Banyak orang awam menganggap salib terbalik sebagai simbol iblis atau tanda pemujaan setan.
Banyak orang awam menganggap salib terbalik sebagai simbol iblis atau tanda pemujaan setan.

RADAR TULUNGAGUNG - Banyak orang awam menganggap salib terbalik sebagai simbol iblis atau tanda pemujaan setan.

Anggapan tersebut muncul karena film horor, novel fantasi, dan berbagai karya populer kerap menampilkan salib terbalik untuk menambah kesan menakutkan.

Padahal, dalam tradisi Kristen, salib terbalik justru dikenal sebagai Salib Santo Petrus dan memiliki makna yang sangat berbeda.

Asal-usul

Salib Santo Petrus berakar dari kisah kematian Rasul Petrus, salah satu murid utama Yesus Kristus.

Menurut catatan sejarah Gereja, Petrus dihukum mati dengan cara disalib di Roma sekitar tahun 64 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Nero.

Petrus merasa tidak layak meninggal dengan cara yang sama seperti gurunya, Yesus. Karena itulah, ia meminta agar salibnya dipasang terbalik.

Permintaan ini melambangkan kerendahan hati dan rasa hormatnya kepada Kristus.

Baca Juga: Natal, Jemaat Ciptakan Momen Istimewa di Gereja Katolik Santa Maria Trenggalek

Sebagai Simbol Kerendahan Hati

Bagi Gereja Katolik dan banyak denominasi Kristen lainnya, salib Santo Petrus menjadi lambang kerendahan hati, keteguhan iman, dan pengorbanan.

Simbol ini mengingatkan umat bahwa Petrus rela menanggung penderitaan demi keyakinannya, bahkan hingga akhir hidup. Makna ini sama sekali tidak berkaitan dengan pemujaan setan atau kejahatan spiritual.

Kesalahpahaman yang menyebut salib terbalik sebagai simbol iblis sebagian besar disebabkan oleh pengaruh budaya populer.

Dalam banyak film bertema kegelapan, salib terbalik digunakan sebagai tanda kutukan atau ritual pemanggilan setan.

Penyajian seperti ini menimbulkan persepsi keliru bahwa salib terbalik adalah lambang satanisme, padahal sejarah dan makna aslinya jauh dari itu.

Baca Juga: Seribuan Umat Mengikuti Jumat Agung di Gereja Katolik Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Tulungagung

Bukti dan Referensi Sejarah

Tulisan para Bapa Gereja, termasuk catatan Origenes pada abad ke-3, mendukung kisah kematian Petrus dengan cara disalib terbalik.

Hingga kini, banyak karya seni dan patung di Vatikan yang menggambarkan salib Santo Petrus sebagai bagian penting dari warisan iman.

Keberadaan bukti sejarah dan pengakuan resmi dari Gereja Katolik menegaskan bahwa simbol ini merupakan lambang kerendahan hati, bukan kejahatan.

Memahami sejarah dan makna asli salib Santo Petrus penting untuk menghindari kesalahpahaman. Salib terbalik bukanlah tanda kutukan atau lambang kegelapan, melainkan simbol iman dan pengorbanan seorang murid yang setia. Dengan mengetahui fakta ini, masyarakat dapat melihat salib terbalik sebagai bagian dari warisan spiritual yang kaya, bukan sebagai sesuatu yang menakutkan.

Baca Juga: Momen Sakral Umat Katolik, Begini Makna Kamis Putih Menjelang Paskah

Salib Santo Petrus, atau salib terbalik, adalah simbol kerendahan hati dan pengorbanan dalam iman Kristen. Anggapan bahwa salib ini merupakan lambang iblis hanyalah kesalahpahaman yang dipengaruhi oleh budaya populer. Dengan memahami sejarah dan bukti nyata, kita dapat menghargai salib Santo Petrus sesuai makna aslinya, yaitu sebagai tanda iman yang teguh dan rasa hormat yang mendalam kepada Yesus Kristus.

Editor : Dharaka R. Perdana
#katolik #santo petrus #salib