JAKARTA – Pembalap muda bertalenta luar biasa asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali membuktikan bahwa kualitas pembalap tanah air tidak bisa lagi dipandang sebelah mata di panggung internasional. Aksi heroik yang dipertontonkannya di Sirkuit Jerez, Spanyol, benar-benar mengguncang paddock Honda Team Asia. Walau menyandang status sebagai pembalap pendatang baru (rookie), penampilan trengginas remaja berusia 17 tahun ini sukses memikat hati sang manajer tim, Hiroshi Aoyama, yang langsung melayangkan pujian setinggi langit.
Memulai jalannya balapan dari posisi yang kurang menguntungkan di urutan ke-17, Veda Ega Pratama menyuguhkan tontonan berkelas dengan merangsek naik melewati 11 pembalap di depannya hingga finis di posisi ke-6. Keberanian serta ketenangan yang ditunjukkan rider jebolan Asia Talent Cup ini saat melakukan aksi salib-menyalib di lintasan dianggap sudah setara dengan mentalitas para pembalap berpengalaman dari benua Eropa. Pencapaian fantastis ini sekaligus menegaskan posisi Veda sebagai tulang punggung utama Honda Team Asia dalam mendulang poin krusial di setiap seri balapan kelas Moto3 musim 2026.
Kecepatan adaptasi kilat yang dimiliki oleh pembalap asal Gunung Kidul ini terasa sangat istimewa bagi internal Honda Team Asia. Jika menengok ke belakang, progres yang ditunjukkan Veda jauh lebih impresif dibandingkan dua seniornya terdahulu, yaitu Taiyo Furusato dan Mario Aji. Furusato baru bisa mencicipi podium pertamanya pada musim kedua di tahun 2023, sedangkan Mario Aji belum pernah merasakan posisi podium selama berkarier di kelas Moto3. Sementara itu, Veda langsung menembus podium ketiga hanya pada balapan kedua di musim debutnya saat mengaspal di Sirkuit Jerez.
Dominasi Mutlak Atas Rekan Setim dan Manajemen Balap Matang
Ketangguhan gaya balap agresif milik Veda semakin terlihat mencolok jika dibandingkan dengan rekan setimnya yang juga sesama pembalap pemula, Zen Mitani. Ketika Veda sukses menyodok hingga ke posisi ke-6, Mitani yang mengawali balapan dari urutan ke-23 hanya mampu menyentuh garis finis di peringkat ke-21. Perbedaan hasil yang sangat kontras di papan klasemen ini mempertegas bahwa Veda memiliki bakat alami yang berada di atas rata-rata pembalap debutan lainnya.
Hiroshi Aoyama mengaku sangat terpukau melihat cara Veda mengontrol jalannya balapan yang berlangsung cukup kacau tersebut. Menurut Aoyama, pembalap bernomor motor andalan Indonesia ini mempunyai kemampuan manajemen balap yang sangat matang, sebuah atribut langka yang jarang ditemukan pada pembalap pemula. Kematangan taktik untuk menekan barisan depan sepanjang putaran lomba menjadi modal yang sangat berharga untuk menghadapi ketatnya kompetisi Moto3 2026 yang terkenal kejam dan kompetitif.
Hasil Impresif Tes Resmi Jerez Jelang Seri Le Mans Prancis
Keseriusan Veda untuk terus berkembang dibuktikan dalam sesi tes resmi pasca-balapan di Sirkuit Jerez yang digelar pada Senin, 28 April 2026. Dalam uji coba penting tersebut, Veda berhasil menduduki peringkat ke-6 secara keseluruhan setelah melahap total 58 lap dengan catatan waktu yang sangat impresif. Menariknya, rival seangkatannya dari tim KTM Ajo, Brian Uriarte, harus bersusah payah melahap hingga 95 lap hanya untuk bisa mendekati catatan waktu terbaik milik pembalap Indonesia tersebut.
Sesi tes resmi ini dimanfaatkan secara maksimal oleh kru mekanik Honda Team Asia untuk menguji berbagai pembaruan teknis pada motor Veda. Manajemen tim fokus melakukan pengujian pada sektor aerodinamika, komponen swingarm baru, serta pembenahan setelan suspensi. Langkah terobosan teknis ini bertujuan untuk memperbaiki kelemahan motor sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Veda sebelum seri kelima di Sirkuit Le Mans, Prancis, resmi bergulir pada 8 hingga 10 Mei mendatang.
Veda sendiri sudah tidak asing dengan karakteristik Sirkuit Bugatti, Le Mans, karena pernah membalap di sana pada ajang JuniorGP dan Rookies Cup edisi terdahulu. Dengan modal koleksi 37 poin dan bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara, Veda optimis bisa memberikan kejutan besar berikutnya di Prancis. Kepercayaan besar dari Hiroshi Aoyama menjadi bahan bakar utama bagi sang pembalap untuk kembali berburu podium tertinggi dan mendeklarasikan diri sebagai kekuatan baru yang menakutkan di kejuaraan dunia Moto3 musim ini.
Editor : Natasha Eka Safrina