JAKARTA - Mobil tua mahal ternyata tidak selalu identik dengan kendaraan berusia 20 atau 30 tahun yang kondisinya buruk. Di sebuah showroom di basement Mall Blok M, Jakarta, justru tersimpan koleksi mobil lawas dengan kondisi sangat orisinal, kilometer rendah, bahkan masih menggunakan komponen bawaan pabrik.
Koleksi mobil tua mahal tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena menyasar kolektor dan pencinta nostalgia. Harga unit yang ditawarkan pun cukup tinggi, mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung usia, kondisi, kelangkaan, dan tingkat orisinalitas.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Honda Civic Excellent keluaran 1981. Mobil tersebut baru menempuh sekitar 6.000 kilometer selama lebih dari 40 tahun dan masih mempertahankan banyak komponen asli.
Baca Juga: Daftar 10 Mobil yang Disebut Bakal Dilarang Isi Pertalite, Ada Avanza hingga Innova
Honda Civic 1981 Jalan Cuma 6.000 Km
Honda Civic generasi kedua itu disebut berasal dari tangan pertama. Kondisinya sangat terawat karena sejak dibeli hanya digunakan untuk perjalanan singkat di sekitar kompleks dan sesekali dibawa ke Bandung.
Menariknya, odometer menunjukkan sekitar 6.000 kilometer. Jika dihitung rata-rata, mobil tersebut hanya menempuh sekitar 150 kilometer setiap tahun.
Kondisi orisinal terlihat dari berbagai bagian. Mulai emblem Honda, bumper, lampu, velg, dashboard, jok, setir, tuas transmisi hingga panel instrumen masih mempertahankan tampilan era 1980-an.
Bahkan, mobil masih menggunakan sistem karburator dan choke manual. Teknologi tersebut menjadi ciri khas mobil lawas sebelum sistem elektronik modern digunakan secara luas.
Honda Civic Excellent tersebut dibanderol sekitar Rp170 juta. Harga itu tentu jauh di atas mobil tua biasa, tetapi nilai koleksinya terletak pada kelangkaan dan tingkat orisinalitas.
Accord Executive hingga VW Combi
Koleksi mobil tua mahal lainnya adalah Honda Accord Executive tahun 1985. Mobil tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 105.000 kilometer dan masih menggunakan cat asli.
Baca Juga: Cara Cek Faskes BPJS Kesehatan Terdaftar Online lewat Mobile JKN
Interiornya juga relatif utuh. Setir, panel, sistem audio, power window hingga AC masih berfungsi. Unit tersebut ditawarkan sekitar Rp95 juta.
Ada pula Volkswagen Combi tahun 1981 yang sudah direstorasi dan dimodifikasi menjadi pikap. Menggunakan mesin 1.600 cc, kendaraan tersebut lebih mengedepankan gaya dan nilai lifestyle ketimbang performa.
Harga VW Combi itu mencapai sekitar Rp185 juta.
Baca Juga: Daftar Mobil Hybrid di Bawah Rp400 Juta pada GIIAS 2026, Ada BYD M6 DM hingga MG ZS Hybrid Plus
Sementara Toyota Corolla Estate tahun 1995 ditawarkan sekitar Rp150 juta. Kendaraan tersebut masih menggunakan mesin dan interior standar sehingga menarik bagi kolektor yang mengincar mobil langka dengan karakter orisinal.
Mobil Lawas Tak Selalu Murah
Showroom tersebut juga menyimpan Suzuki Carry ST20 atau dikenal sebagai Carry Truntung. Mobil dua tak dengan mesin sekitar 600 cc itu menjadi salah satu kendaraan langka yang pernah populer sebagai kendaraan angkutan.
Meski secara pasar mobil tua biasa mungkin tidak bernilai tinggi, unit yang ditawarkan di showroom tersebut mencapai sekitar Rp45 juta. Kondisi dan nilai nostalgia menjadi faktor utama pembentuk harga.
Baca Juga: Daftar Mobil Hybrid di Bawah Rp400 Juta pada GIIAS 2026, Ada BYD M6 DM hingga MG ZS Hybrid Plus
Pemilik showroom, Malik, memang sengaja menyasar kolektor. Ia tidak berfokus menjual mobil tua untuk kebutuhan harian, tetapi kendaraan yang mampu menghadirkan kembali kenangan masa lalu.
Selain Civic, Accord dan Carry, tersedia pula sejumlah mobil lawas lain dengan kondisi istimewa. Sebagian besar dipilih berdasarkan kilometer rendah, kelengkapan komponen dan orisinalitas.
Konsep tersebut membuat harga mobil tua mahal tidak bisa hanya dibandingkan berdasarkan tahun produksi. Kondisi bodi, mesin, interior, kelengkapan dokumen, sejarah kepemilikan dan tingkat keaslian menjadi faktor penting.
Baca Juga: Mobil Bekas di Bawah Rp50 Juta, Ini 8 Pilihan yang Layak Dipertimbangkan pada 2025
Showroom ini menjadi pilihan bagi konsumen yang sudah memiliki kendaraan harian dan ingin menambah koleksi untuk nostalgia. Bagi kolektor, mobil lawas bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari sejarah otomotif yang semakin sulit ditemukan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Fitra eri