Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Belum Terungkap Menyeluruh, Berikut Sekelumit Kisah Situs Alas Kebutan Tulungagung

Dharaka R. Perdana • Jumat, 25 April 2025 | 18:47 WIB

Arca terguling di Situs Alas Kebutan Tulungagung. (FACEBOOK WIJATMOKO AP)
Arca terguling di Situs Alas Kebutan Tulungagung. (FACEBOOK WIJATMOKO AP)

RADAR TULUNGAGUNG - Desa Keboireng, Kecamatan Besuki yang menyandang status desa terluas di Tulungagung ini ternyata tidak hanya kaya objek wisata alam.

Ternyata di desa yang dilintasi jalur lintas selatan (JLS) Tulungagung - Trenggalek ini juga menyimpan situs sejarah yang patut diperhitungkan.

Lokasinya memang berada di tengah hutan yang masuk area pegunungan Tulungagung selatan. 

Baca Juga: Kecamatan Ini Memiliki Jumlah Desa Paling Sedikit, Namun Wilayahnya Terluas se-Tulungagung, Kecamatan Manakah Itu?

Lokasi yang dimaksud adalah Situs Alas Kebutan, yang juga dikenal sebagai Situs Setren di kaki Gunung Senarang dan merupakan salah satu situs purbakala penting di wilayah tersebut.

Dihimpun dari berbagai sumber, Situs Alas Kebutan diperkirakan berasal dari masa Hindu - Buddha, mengingat sejumlah peninggalan arkeologis yang ditemukan di lokasi ini.

Beberapa artefak yang telah diidentifikasi meliputi arca Dwarapala, lumpang, yoni, dan beberapa batu candi.

Baca Juga: Terungkap Nama Lain Prasasti Kamulan Trenggalek, Benarkah Diambil dari Topografi Sekitarnya?

Termasuk arca batu besar dengan posisi terguling yang memiliki panjang 3,5 meter.

Ada beberapa asumsi mengenai arca ini yaitu asumsi pertama arca ini merupakan arca gramadewa atau arca pemujaan masyarakat lokal, asumsi ke dua arca tersebut merupakan arca penjaga atau dwarapala namun kondisinya belum selesai di kerjakan.

Temuan lain di situs ini yaitu balok batu besar yg memiliki panjang 3,85 meter, tebal 1,2 meter,di sekitar tersebar batu candi, lumpang, dan sebaran fragmen tembikar,.

Baca Juga: Warisan Kerajaan Mataram Kuno? Ini Nama Jabatan di Majapahit Sesuai Prasasti Waringin Pitu

Penemuan ini menunjukkan bahwa situs tersebut kemungkinan besar memiliki fungsi religius atau spiritual pada masa lampau.

Situs Alas Kebutan tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga nilai budaya bagi masyarakat setempat.

Keberadaan situs ini menjadi bagian dari identitas lokal dan warisan leluhur yang dihormati.

Pemerintah daerah telah menetapkan situs ini sebagai bagian dari kawasan yang dilindungi, dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga: Prasasti Waringin Pitu Ajarkan Emansipasi Wanita, Buktinya Ada Raja Wanita di 9 Negara Bagian Majapahit, Ini Rinciannya

Cara Menuju Lokasi

Bagi para pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan budaya, Situs Alas Kebutan menawarkan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang peradaban masa lalu di Tulungagung.

Disarankan untuk menghubungi pihak desa atau pemandu lokal sebelum berkunjung, guna mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan memastikan bahwa kunjungan dilakukan dengan cara yang menghormati situs dan masyarakat setempat.

Dengan mengunjungi Situs Alas Kebutan, Anda tidak hanya menikmati keindahan alam pedesaan Tulungagung, tetapi juga memperkaya wawasan.

Editor : Dharaka R. Perdana
#JLS #situs alas kebutan #tulungagung #besuki #jalur lintas selatan #desa keboireng