Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah PO Sibualbuali, Pelopor Bus Lintas Sumatera Berdiri Sejak 1937 hingga Sempat Mati Suri dan Bangkit Kembali

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 26 Januari 2026 | 16:55 WIB
Sejarah PO Sibualbuali, bus legendaris asal Sipirok berdiri sejak 1937, pelopor bus lintas Sumatera yang kini bangkit kembali.
Sejarah PO Sibualbuali, bus legendaris asal Sipirok berdiri sejak 1937, pelopor bus lintas Sumatera yang kini bangkit kembali.

 

JAKARTA – Sejarah PO Sibualbuali menjadi bagian penting dalam perjalanan transportasi darat di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.

Perusahaan otobus legendaris ini lahir jauh sebelum Indonesia merdeka dan tercatat sebagai salah satu pelopor bus lintas Sumatera yang pernah berjaya selama puluhan tahun.

 

PO Sibualbuali berdiri pada tahun 1937 di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Delapan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan, perusahaan ini didirikan dengan nama Oto Transport Dienst Sibualbuali (OTD Sibualbuali). Nama Sibualbuali diambil dari Gunung Sibualbuali yang menjadi simbol wilayah Sipirok dan memiliki makna filosofis dalam budaya Angkola.

 

Awal Berdiri dan Sosok Pendiri PO Sibualbuali

Pendiri PO Sibualbuali adalah Sutan Pangurabaan Pane, seorang guru sekaligus sastrawan lokal terkemuka.

Ia menjabat sebagai direktur utama pertama perusahaan ini.

Struktur awal manajemen juga diisi tokoh-tokoh penting seperti Sutan Oloan Hutagalung sebagai sekretaris, Muda Siregar sebagai komisaris, dan Barita Raja Siregar sebagai bendahara.

 

Menariknya, Sutan Pangurabaan Pane merupakan ayah dari tokoh-tokoh besar nasional seperti Sanusi Pane, Armijn Pane, dan Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Hal ini menegaskan bahwa PO Sibualbuali lahir dari lingkungan intelektual yang kuat.

 

Izin Trayek Pertama dan Pelopor Bus Lintas Sumatera

Sebelum 1937, dunia angkutan bus di Sumatera Utara masih belum tertata.

Persaingan antarbus kerap memicu konflik karena belum adanya regulasi resmi dari pemerintah kolonial Belanda.

Sutan Pangurabaan Pane kemudian mengusulkan agar angkutan umum diatur secara legal.

Baca Juga: Kisah Legendaris PO Harapan Jaya, Raja Jalanan Asal Tulungagung yang Bertahan Sejak 1977 hingga Jadi PO Bus Terbesar Jawa Timur

Usulan tersebut akhirnya diwujudkan pada 1937, ketika pemerintah kolonial mewajibkan pendaftaran perusahaan bus.

PO Sibualbuali menjadi perusahaan pertama yang memperoleh izin trayek resmi.

Trayek awalnya meliputi Pematangsiantar–Tarutung–Sipirok, Sipirok–Padang Sidempuan–Kotanopan, hingga rute menuju Bukittinggi.

 

Pada 1941, armada PO Sibualbuali telah mencapai 136 unit, angka yang sangat besar untuk ukuran saat itu.

Dengan memanfaatkan Jalan Lintas Sumatera yang rampung pada 1938, perusahaan ini membuka rute panjang dari Aceh hingga Lampung.

Inilah yang menjadikan PO Sibualbuali sebagai pelopor bus lintas Sumatera sesungguhnya.

 

Masa Keemasan dan Awal Kemunduran

Pasca-kemerdekaan, nama perusahaan berubah menjadi Oto Dinas Pengangkutan Sibualbuali.

Namun pada 1961, pemerintah mengeluarkan aturan pembatasan kepemilikan armada maksimal 36 unit per perusahaan.

Dampaknya, PO Sibualbuali harus dipecah dan mulai kehilangan dominasinya.

 

Di era ini pula muncul pesaing kuat seperti ALS (Antar Lintas Sumatera), Batang Pane, dan KLS.

Rivalitas semakin ketat, terutama ketika ALS mulai menggunakan armada Mercedes-Benz, sementara PO Sibualbuali bertahan lebih lama dengan bus bermoncong dan kemudian beralih ke bus medium Colt Diesel.

 

Tidak Mampu Beradaptasi dan Berhenti Beroperasi

Memasuki era 1980-an, perubahan teknologi armada menjadi faktor penentu.

PO Sibualbuali dinilai terlambat beradaptasi dengan tren bus besar bermesin Mercedes-Benz.

Akibatnya, pangsa pasar beralih ke kompetitor yang lebih modern.

 

Perlahan namun pasti, kejayaan PO Sibualbuali meredup.

Hingga akhirnya, perusahaan bus legendaris asal Sipirok ini berhenti beroperasi total sekitar tahun 2017.

 

Bangkit Kembali Membawa Nama Besar

Nama besar PO Sibualbuali ternyata masih hidup di hati masyarakat Sipirok dan Tapanuli Selatan.

Pada akhir 2019, sejumlah pengusaha lokal kembali menghidupkan merek legendaris ini.

Kini, PO Sibualbuali kembali beroperasi dengan armada bus besar Mercedes-Benz bekas yang masih layak pakai, melayani trayek Jambi–Padang Sidempuan.

Baca Juga: Ilmu Kejawen Jarang Diceritakan Terbuka: Warisan Leluhur Jawa yang Bukan Sekadar Ilmu Gaib, Ini Makna Sebenarnya

Lebih dari sekadar alat transportasi, PO Sibualbuali dahulu berperan penting dalam perdagangan, pendidikan, dan komunikasi.

Bahkan sejak 1937, perusahaan ini telah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mengantarkan surat-surat antarkota, menjadikannya urat nadi komunikasi masyarakat Sumatera.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#PO Bus Legendaris #Bus Lintas Sumatera #Bus Sibualbuali #Sejarah PO Sibualbuali #Transportasi Sumatera