RADAR TULUNGAGUNG - Runners yang mencari lokasi running dengan evelasi dan kontur trek tanah plus bebatuan yang dekat dengan pusat kota Tulungagung, maka lokasi ini wajib dicoba.
Ya, di perbukitan sekitar Gunung Budheg, Desa Tanggung, Kecamata Campurdarat, Tulungagung lokasi ink bisa menjadi opsi yang menarik untuk dicoba, seperti Candi Dadi.
Baca Juga: Ingin Berkemah tapi Malas Mendaki, Gunung Budheg di Tulungagung jadi Solusi
Meskipun sebenarnya beberapa hari belakangan pengelola Gunung Budheg mengeluhkan polusi suara dari warung karaoke di sekitar gunung di Tulungagung selatan ini.
Menurut Rheza Akhbar ketua ALTI Tulungagung, kawasan perbukitan yang terletak di Kecamatan Campurdarat ini mempunyai keindahan yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.
Trek dengan gradien yang relatif kecil masih aman untuk yang ingin mencoba trail run di kawasan ini.
Baca Juga: Gunung Budheg Tulungagung Tercemar Musik Karaoke
Untuk menikmati perbukitan tersebut runners tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam.
“Dengan harrga tiket yang sangat terjangkau, pegiat sudah bisa berlatih dan menikmati pemandangan alam yang sangat indah,” ungkapnya.
Rheza Akhbar mengatakan, gunung dengan ketinggian 585 mdpl ini memiliki tipikal trek berbatu dengan kemiringan yang cukup curam di beberapa titik.
Baca Juga: Gunung Budheg Bagian Sumbu Filosofi Tulungagung, Begini Alasannya
Sehingga menjadi sebuah tantangan untuk trail runners mencoba trek Gunung Budheg.
Tidak lebih dari sejam para pelaku kegiatan trail running bisa mencapai puncak gunung budheg dan menikmati panorama perbukitan di sekitarnya.
Apabila beruntung maka akan mendapatkan kesempatan mengabadikan lautan awan dari puncak.
Tidak kalah menarik adalah pegiat bisa melihat pemandangan kota Tulungagung hingga Gunung Wilis apabila cuaca cerah.
Untuk mencapai puncak trail runners bisa memilih dua jalur yakni barat maupin utara yang melewati Gua Tritis.
“Di mana dua jalur tersebut sudah sangat populer untuk warga Tulungagung. Jalur barat memiliki trek yang relatif lebih aman untuk pemula di mana jalur yang tidak terlalu curam jika dibanding dengan jalur utara,” kata Rheza Akhbar yang juga salah seorang trail runner Tulungagung.
Baca Juga: Kisah LMDH Wonoyoso Memulangkan Watu Joli ke Gunung Budheg
Rheza menambahkan, pegiat hendaknya lebih berhati-hati saat musim hujan.
Karena beberapa titik adalah trek berbatu yang akan lebih licin jika musim hujan.
Meski terdapat beberapa tali yang disediakan oleh pihak pengelola sebagai sarana bantuan untuk melewati medan yang curam.
Seperti diketahui, di Tulungagung ada beberapa spot untuk pelari trail run yakni, Waduk Wonorejo, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo. Dua spot itu cukup familier di kalangan pelari terutama trail runner. ****
Editor : Dharaka R. Perdana