TULUNGAGUNG – Langkah cabang olahraga (cabor) tim bola basket putra dan putri asal Tulungagung terhenti di babak 8 besar Porprov IX Jatim 2025. Meski begitu, induk cabor mengungkapkan bahwa capaian ini melibihi target awal.
Baik tim putra maupun tim putri cabor bola basket Kabupaten Tulungagung sama-sama lolos dari babak penyisihan grup.
Lalu, tim putra dan tim putri bertanding di babak delapan besar. Lawan yang di hadapi di babak perempat final ini bisa dibilang tim jempolan di kancah provinsi.
Di 8 besar, tim putra bersua bertemu tim Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan tim putri dijamu tim tuan rumah, Kota Malang.
“Untuk tim basket Tulungagung putra maupun putri sampai ke 8 besar. Bahkan kita pada waktu penyisihan grup kita sapu bersih kemenangan. Tapi hasilnya setelah 8 (tim) cewek bertemu tuan rumah, Kota Malang. Yang cowok ketemu Sidoarjo,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono.
Pria yang akrab di sapa Mamat ini menambahkan, kekuatan tim basket Kota Malang dan Kabupaten Sidoarjo memang tak bisa dipandang sebelah mata.
Buktinya, kedua tim yang dimaksud masuk babak final Porprov IX Jatim tahun ini. Meski gagal mentas di babak semifinal, Mamat mengungkapkan bahwa hasil di seri porprov tahun ini terbilang lebih baik dibanding capaian di seri-seri porprov sebelumnya.
“Tapi dengan hasil itu, khususnya basket putra-putri, sudah mengukir sejarah. Bahwa Tulungagung sudah bisa masuk ke 8 besar. Yang sebelum-sebelumnya belum pernah lolos grup,” sebut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perbasi Kabupaten Tulungagung ini.
Menurut dia, hasil ini tidak bisa dibilang buruk. Pasalnya, Perbasi Kabuapten Tulungagung menerjunkan atlet di usia junior pada seri Porprov tahun ini.
Tujuannya sebagai upaya pengambangan karakter dan skill atlet usia muda. Gelaran porprov tahun ini dinilai jadi ajang yang pas untuk menggembleng atlet bola basket junior.
“(Sebagian besar atlet yang diberangkatkan) masih bisa mengikuti Porprov dua tahun ke depan dan insya Allah bisa berbicara banyak di dua tahun ke depan,” tegas Mamat.
Adapun poin yang jadi evaluasi dari gelaran tahun ini adalah soal mentalitas atlet muda saat bertanding lawan atlet senior.
Hal ini yang perlu terus diperbaiki oleh induk cabor guna memastikan para atlet siap dengan target yan glebih tinggi di kejuaraan selanjutnya.
“Evaluasi yang paling mencolok yaitu mentalitas anak-anak kita waktu ketemu dengan timnya lebih unggul itu agak down. Secara teknis cuma itu saja, yang lainnya tidak ada,” ungkapnya. (dit/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah