TULUNGAGUNG - Perjuangan tak mudah dilalui tim catur putri Kabupaten Tulungagung di Porprov IX jatim 2025. Meski sempat keder tampil di partai puncak, atlet catur putri Tulungagung justru menekuk tim unggulan, Kabupaten Sidoarjo, untuk meraih medali emas.
Dari kelima anggota tim catur putri Tulungagung, Hana Putri Perdana jadi salah satu atlet senior yang memimpin rekan-rekannya di Porprov IX Jatim tahun ini.
Untuk diketahui, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Tulungagung mengirim satu tim yang sama di dua nomor cabor di Porprov tahun ini.
Yakni, nomor beregu murni putri cepat dan beregu murni putri kilat. Tim ini meraih satu medali emas di nomor cepat dan satu medali perunggu di nomor kilat.
“(Saat persiapan) dilatih oleh pelatih pro Tulungagung. Bahkan, sampai bermalam di camp beberapa hari buat melatih skill, membangun chemistry dengan tim,” sebut Hana.
Baca Juga: Memprihatinkan, Dua Kecamatan di Tulungagung Terjadi Kasus Kebakaran Terbanyak Semester Pertama pada 2025
Persiapan jelang Porprov IX Jatim digelar sejak April lalu. Dalam prosesnya, lanjut Hana, tim mengalami berbagai kendala selama persiapan.
Mulai dari faktor teknis hingga nonteknis seperti halnya menjaga mood tim agar tetap dalam kondisi positif dan prima.
“Kalau ada kendala, pasti. Tapi kita itu bagaimana caranya bisa mendapatkan medali, bukan tentang siapa yang main. Meskipun satu gak main, tetap dikatakan berjuang dalam doa,” ujar siswi tingkat XII di MAN 2 Tulungagung ini.
Hal ini penting mengingat tim Percasi Tulungagung dihadapkan lawan tak mudah di multievent dua tahunan kali ini.
Di partai final nomor beregu murni putri cepat, tim Tulungagung melawan tim putri Kabupaten Sidoarjo yang dikenal sebagai salah satu unggulan di kancah provinsi.
Terlebih, di event-event sebelumnya, tim catur putri Tulungagung selalu kandas di babak semifinal. Itu sebabnya para atlet sempat keder saat akan melawan tim Sidoarjo di babak final.
Baca Juga: RSUD dr Iskak Tulungagung Miliki Gedung Rawat Jalan Baru dan Layanan Rawat Inap KRIS, Bupati: Dimanfaatkan Optimal untuk Kepentingan Masyarakat
“Jadi, itu partai yang sangat mendebarkan. Jadi ini pertama kali masuk ke final untuk Porprov catur. Apalagi waktu final bertemu Sidoarjo. Sidoarjo itu termasuk tim terkuat. Pasti dapat emas untuk beregu putri,” kata remaja 17 tahun ini.
“Maksudnya yaitu, kalau secara kemampuan perempuan dan juga mental lebih bagus Sidoarjo. Kita kit kalau main lawan Sidoarjo kena menta,” imbuhnya.
Itu sebabnya Hana dan rekan setim langsung larut dalam euforia begitu menang dari tim putri Sidoarjo di babak final. Raihan medali emas ditambah medali perunggu di nomor beregu murni putri kilat jadi suntikan moril bagi seluruh atlet Percasi Tulungagung.
“Seneng banget, Jadi kayak sebuah mimpi,” ucap Hana.
Sementara itu, Manajer Tim Catur Tulungagung, Firman Cahyadi mengungkapapkan bahwa potensi besar ada pada anak-anak asuhnya yang bertanding di Porprov IX Jatim tahun ini.
Dia juga mendorong atlet Percasi Tulungagung terus mengasah skill dan bersiap untuk berlaga di berbagai ajang selanjutnya.
“Saya melihat ini luar biasa. Memecah sejarah, pertama kali, dan ini jadi potensi ke depannya untuk bisa dapat emas-emas berikutnya di agenda-agenda catur di Jawa Timur ini,” akunya. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra