Denmark - Bayer Leverkusen berhasil menghindari kekalahan di laga pembuka Liga Champions 2025/26 berkat gol bunuh diri dramatis dari pemain Copenhagen, Pantelis Hatzidiakos, di menit ke-91.
Pertandingan antara Copenhagen dan Bayer Leverkusen berakhir imbang 2-2 dalam duel panas yang berlangsung di Parken Stadium, Denmark, Kamis (19/9) dini hari.
Hasil ini merupakan awal musim yang beragam bagi Bayer Leverkusen di bawah manajer baru Kasper Hjulmand, namun menunjukkan semangat juang yang patut diacungi jempol.
Baca Juga: Putri KW Lolos ke Perempat Final China Masters 2025, Rachel/Febi Harus Terhenti di 16 Besar
Laga antara FC Copenhagen dan Bayer Leverkusen ini memang berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan.
Tuan rumah, Copenhagen, langsung tancap gas dan berhasil mencetak gol cepat pada menit ke-9 melalui Jordan Larsson.
Putra dari legenda sepak bola Celtic dan Barcelona, Henrik Larsson, ini menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menaklukkan kiper Lukáš Hrádecký setelah menerima umpan silang matang di kotak penalti dari Elias Achouri.
Baca Juga: Hasil China Masters 2025: Fajar/Fikri Lolos Perempat Final, Jonatan Christie Tersingkir
Gol pembuka ini sontak membakar semangat para suporter Copenhagen yang memadati Parken Stadium.
Meskipun menguasai bola lebih banyak, Bayer Leverkusen sempat kesulitan membongkar pertahanan rapi yang diterapkan oleh Copenhagen.
Upaya Leverkusen untuk membalas masih belum efektif di babak pertama, dengan penyelesaian akhir yang kurang maksimal dan ketangguhan kiper Copenhagen menjadi penghalang utama.
Baca Juga: Thuram Gemilang! Inter Milan Kalahkan Ajax 2-0, Awali Liga Champions dengan Kemenangan Meyakinkan
Hanya tendangan bebas Alejandro Grimaldo di menit ke-21 yang sempat mengancam, namun bola masih melenceng dari sasaran.
Sebaliknya, Copenhagen justru semakin berbahaya lewat skema serangan balik cepat mereka.
Bahkan, di menit ke-40, Mohamed Elyounoussi nyaris menggandakan keunggulan dengan tembakan cantik yang membentur mistar gawang.
Tak lama berselang, giliran Youssoufa Moukoko yang mendapatkan peluang emas, namun kiper Leverkusen, Mark Flekken, melakukan penyelamatan refleks brilian untuk menjaga gawangnya tetap aman.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tetap tinggi dan ketat.
Pelatih Leverkusen melakukan beberapa pergantian pemain strategis untuk meningkatkan intensitas serangan timnya.
Jordan Larsson kembali menguji ketangguhan Flekken, dan Lukas Lerager juga memaksa kiper Leverkusen itu bekerja keras dengan ancamannya.
Peluang berarti bagi Die Werkself baru muncul melalui Eliesse Ben Seghir yang melepaskan tembakan keras, meski masih tipis di samping gawang.
Patrik Schick dan Claudio Echeverri juga mendapatkan kesempatan, namun kiper tuan rumah, Dominik Kotarski, tampil sigap dan berhasil menghalau setiap ancaman.
Copenhagen tidak tinggal diam, Rodrigo Huescas ikut mencoba peruntungan namun Flekken kembali menjadi tembok kokoh di bawah mistar gawang Leverkusen.
Kesabaran Bayer Leverkusen akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-82.
Alejandro Grimaldo, yang sebelumnya juga mencetak gol penting melawan Eintracht Frankfurt, melepaskan tendangan bebas indah dari jarak sekitar 25 meter.
Bola melengkung melewati tembok pertahanan Copenhagen dan melesat masuk ke pojok atas gawang tanpa mampu dijangkau kiper, mengubah skor menjadi 1-1.
Kegembiraan tim tamu hanya bertahan singkat, karena hanya empat menit berselang, Copenhagen kembali unggul.
Kali ini, pemain pengganti Robert Silva mencetak gol kedua untuk Copenhagen pada menit ke-86 atau 87, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan dengan sundulan kepala saat ia tidak terkawal di jarak enam meter.
Gol ini sempat membuat publik tuan rumah yakin tiga poin akan mereka kantongi, mengingat pertandingan sudah mendekati akhir.
Namun, sepak bola memang penuh drama, dan momen krusial itu terjadi di masa injury time.
Pada menit ke-91, saat Copenhagen hampir memastikan kemenangan, Leverkusen mendapatkan keberuntungan yang tak terduga.
Umpan silang berbahaya dari pemain pengganti Claudio Echeverri justru membentur bek Copenhagen, Pantelis Hatzidiakos, dan berbelok masuk ke gawang sendiri.
Gol bunuh diri dramatis ini membuat skor akhir berubah menjadi 2-2, menyelamatkan Bayer Leverkusen dari kekalahan dan memastikan mereka pulang dengan satu poin.
Hasil imbang ini memperpanjang rekor tak terkalahkan pelatih baru Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand, yang menggantikan Erik ten Hag pada awal September.
Hjulmand, yang melatih Denmark dari tahun 2020 hingga 2024 dan membawa negaranya mencapai semifinal Piala Eropa 2021.
Ditunjuk setelah klub Jerman itu memecat mantan bos Manchester United, Erik ten Hag, usai hanya dua pertandingan Bundesliga di awal September.
Dari dua laga perdananya, Hjulmand mencatat satu kemenangan, yakni saat Leverkusen mengalahkan Eintracht Frankfurt 3-1, dan kini satu hasil imbang ini.
Meskipun belum sempurna, performa timnya yang dua kali bangkit dari ketertinggalan dalam pertandingan ini menuai pujian.
“Kami menunjukkan karakter besar malam ini. Tentu kami ingin menang, tapi saya bangga dengan semangat tim,” ujar Hjulmand seusai laga, mengomentari perjuangan anak asuhnya.
Sementara bagi Copenhagen, hasil imbang ini menjadi pukulan telak karena keunggulan yang sudah di depan mata harus sirna akibat gol bunuh diri yang terjadi di menit-menit akhir.
Dengan hasil ini, kedua tim sama-sama mengemas satu poin di laga perdana Grup Liga Champions 2025/26.
Bayer Leverkusen akan menghadapi ujian berat berikutnya saat menjamu PSV Eindhoven pada matchday kedua Liga Champions, 1 Oktober 2025.
Sementara itu, Copenhagen dijadwalkan bertandang ke markas Qarabag pada hari yang sama.
Pertandingan ini akan menjadi penentu awal bagi perjalanan kedua tim di fase grup kompetisi elit Eropa ini.***
Editor : Vidya Sajar Fitri