Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gagal Lolos Piala Dunia 2026, Ketua PSSI Erick Thohir Sampaikan Permintaan Maaf Mendalam

Andhika Dwi Pangestu • Selasa, 14 Oktober 2025 | 03:39 WIB

Erick Thohir memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum terwujud, usai Skuad Garuda kalah dari Irak (pinterest)
Erick Thohir memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum terwujud, usai Skuad Garuda kalah dari Irak (pinterest)

TULUNGAGUNG - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh publik Indonesia menyusul kepastian Timnas Indonesia yang tidak berhasil melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Erick Thohir juga menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaan atas perjuangan yang membawa Skuad Garuda mencapai putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang pertama kali terjadi dalam sejarah.

Menteri BUMN yang juga menjabat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengakui bahwa mimpi besar untuk tampil di Piala Dunia masih belum dapat diwujudkan kali ini.

Kegagalan ini terjadi usai Skuad Garuda kembali menelan kekalahan, kali ini dengan skor tipis 0-1 saat melawan Irak. Pertandingan penentu tersebut berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.

Akibat kekalahan tersebut, Tim Merah-Putih harus menerima kenyataan pahit sebagai juru kunci Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 tanpa meraih satu pun poin. Sebelumnya, Skuad Garuda juga tercatat kalah dari tuan rumah Arab Saudi dengan skor 2-3.

“Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” tulis Erick Thohir dalam unggahan di Instagram setelah pertandingan.

Apresiasi Atas Sejarah Baru

Meskipun harus menelan pil pahit kegagalan, Erick Thohir tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan yang ditunjukkan oleh tim.

Baca Juga: Pesta Gol Tim Samba di Kandang Lawan: Brasil Hancurkan Korea Selatan 5-0, Estevao dan Rodrygo Bersinar di Seoul

Menurutnya, pencapaian yang diraih oleh Timnas Indonesia kali ini dianggap sangat membanggakan karena ini adalah kali pertama Indonesia mampu melangkah jauh dalam sejarahnya.

Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi momen penting bagi Timnas Indonesia, karena mereka berhasil bertarung hingga putaran keempat untuk pertama kalinya.

Hanya satu langkah lagi yang diperlukan skuad Garuda untuk lolos, tetapi nasib tidak berpihak.

“Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini,” ungkap Erick Thohir.

Permintaan maaf dan ungkapan terima kasih yang disampaikan oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui akun Instagram resminya, yang juga dilengkapi foto timnas, langsung diserbu ribuan komentar dari warganet.

Reaksi yang muncul pun beragam, sebagian menyampaikan rasa bangga atas perjuangan timnas, namun tidak sedikit yang meluapkan kekecewaan dan meminta pertanggungjawaban.

Analisis Pertandingan dan Sorotan Kritik

Gol tunggal yang menghancurkan harapan Indonesia dicetak oleh Zidane Iqbal pada menit ke-75. Gelandang yang kini bermain untuk Utrecht, yang juga mantan pemain Manchester United,

Baca Juga: Duel Bintang Muda di Afrika Utara: Carlos Martín vs Bisseck Pimpin Laga Sengit Atlético vs Inter, Berakhir 1-1 di Benghazi

berhasil memanfaatkan peluang dari skema serangan balik Irak setelah terjadi kesalahan yang dilakukan oleh bek Rizky Ridho. Bola meluncur deras dan tidak mampu dihalau oleh Maarten Paes yang berada di bawah mistar gawang.

Secara statistik, timnas Indonesia menunjukkan performa yang cukup baik dengan penguasaan bola yang lebih dominan, mencapai 55 persen (atau 56% di laporan lain), sementara Irak hanya 45 persen (atau 44%).

Pasukan Patrick Kluivert tercatat melakukan 9 percobaan tendangan, namun sayangnya hanya satu yang berhasil mengarah ke sasaran, berbanding Irak yang memiliki 7 tembakan dengan dua mengarah ke gawang.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia menguasai permainan, mereka masih kesulitan untuk menciptakan peluang yang efektif di depan gawang lawan.

Baca Juga: Kram Otot Sering Mendera Saat Olahraga, Berikut Cara Pencegahan dan Penanganan Biar Aktivitas Tak Terganggu

Kekalahan ini memicu kritikan tajam, terutama terhadap keputusan PSSI mengganti pelatih. Munculnya seruan #KluivertOut di media sosial menunjukkan kerinduan warganet terhadap Shin Tae-yong.

Beberapa komentar menyoroti bahwa saat dilatih STY, timnas kuat pertahanannya, namun setelah diganti Patrick, tim terlihat "ancur depan belakang".

Pelatih kepala baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, sendiri tampak menahan air mata dan mengaku belum tahu kelanjutan kontraknya setelah impian ke Piala Dunia 2026 kandas.

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, juga ikut bersuara melalui surat terbuka.

Jay Idzes mengajak semua pihak tidak saling menyalahkan dan menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan Timnas Indonesia, melainkan fondasi sedang dibangun.

Selain itu, Idzes juga mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap kinerja wasit asal China, Ma Ning, yang memimpin pertandingan, dan bahkan mengaku ditolak saat ingin berjabat tangan dengan wasit tersebut.

Evaluasi Menyeluruh dari Istana dan DPR

Menanggapi kegagalan ini, Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Timnas setelah gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.

Di sisi lain, anggota DPR turut menyerukan pembenahan menyeluruh sepak bola nasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfan, menyatakan perlu ada evaluasi menyeluruh agar timnas bisa lebih baik lagi dan berharap kegagalan ini menjadi pelajaran berharga.

Baca Juga: Ribuan Warga Tulungagung Padati Halaman Pemda, Dukung Penuh Perjuangan Keras Timnas Indonesia Meski Kalah Dramatis 2-3 dari Arab Saudi

Meskipun hasil ini mengecewakan, pencapaian Garuda yang berhasil menembus putaran keempat sudah menunjukkan kemajuan dalam sejarah sepak bola, sebagaimana diakui oleh Hetifah.

Kepedulian Erick Thohir terhadap sepak bola dan olahraga nasional secara umum memang telah menjadi sorotan, mengingat ia merangkap jabatan sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI.

Sebelumnya, Erick Thohir juga pernah menjabat sebagai Menpora dan fokus pada pengembangan 130 juta jiwa pemuda.

Baca Juga: Timnas Indonesia Wajib Jinakkan Irak Demi Asa Piala Dunia 2026, Begini Rekor Pertemuan Terbaru Kedua Tim

Dalam konteks olahraga lainnya, seperti MotoGP Mandalika 2025, Erick Thohir sukses besar dengan mencatatkan 142 ribu penonton dan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 4,8 triliun, yang diharapkan dapat menjadi penjenamaan internasional.

Saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap mendukung dan mencintai Timnas tanpa patah semangat.

Dukungan penuh tetap diperlukan seiring Istana mulai mengkaji skema evaluasi dan Erick Thohir serta PSSI bersiap untuk menata kembali strategi ke depan.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#erick thohir #minta maaf #pssi #timnas