Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kluivert Out, STY Come Back? Andre Rosiade Mendesak PSSI Segera Tunjuk Shin Tae-yong, Solusi Efisien untuk Masa Depan Timnas Indonesia

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:19 WIB

mantan pelatih TIMNAS Indonesia Shin Tae Yong
mantan pelatih TIMNAS Indonesia Shin Tae Yong

RADAR TULUNGAGUNG - Keputusan PSSI untuk mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada Kamis (16/10/2025) telah memicu perdebatan sengit mengenai siapa sosok yang paling tepat untuk memimpin Skuad Garuda selanjutnya.

Tekanan publik yang kuat setelah kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 membuat PSSI bergerak cepat mencari penyegaran di kursi kepelatihan.

Di tengah situasi krusial ini, nama Shin Tae-yong, atau yang dikenal dengan inisial populernya STY, kembali mencuat ke permukaan sebagai kandidat terkuat.

Pengembalian pelatih asal Korea Selatan ini diyakini menjadi solusi paling realistis dan efisien oleh beberapa pihak, terutama karena ia dinilai sudah sangat memahami karakter sepak bola nasional.

Penasihat Semen Padang FC yang juga merupakan Anggota DPR RI asal Sumatera Barat (Sumbar), Andre Rosiade, secara eksplisit mengusulkan agar STY kembali menukangi Timnas Indonesia.

Andre Rosiade menilai, keputusan memberhentikan Patrick Kluivert sudah merupakan langkah yang paling realistis setelah periode yang mengecewakan. Namun, yang terpenting saat ini adalah penentuan pengganti yang cepat dan tepat.

Baca Juga: Portugal Gagal Kunci Tiket Piala Dunia 2026 Lebih Awal, Cristiano Ronaldo Lampaui Gol Carlos Ruiz

Menurut Andre, STY adalah sosok yang unggul karena ia dinilai sudah sangat memahami seluruh aspek sepak bola nasional—mulai dari karakter pemain Indonesia, kultur sepak bola domestik, hingga cara kerja federasi.

Keuntungan utama dari kembalinya STY adalah ia tidak akan membutuhkan waktu adaptasi yang lama, melainkan siap kerja sejak hari pertama.

Lebih lanjut, Andre Rosiade juga menyoroti aspek efisiensi finansial yang akan didapat PSSI jika memilih opsi STY.

Ia menjelaskan bahwa dari sisi keuangan, memilih STY akan jauh lebih efisien dibandingkan merekrut pelatih asing baru.

Andre menyebut bahwa pelatih asal Korea Selatan tersebut "masih dalam proses pengangsurannya," sehingga secara hitungan, jika ia kembali melatih, biayanya bisa dibilang gratis.

Oleh karena itu, bagi Andre, mencari pelatih yang siap bekerja dari hari pertama adalah hal yang harus segera dilakukan PSSI agar persiapan Timnas Indonesia, yang membutuhkan penyegaran segera, tidak terganggu.

Baca Juga: PSSI Resmi Putus Kontrak Patrick Kluivert dan Jajaran Staf Kepelatihan, Buntut Gagal Total di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Patrick Kluivert resmi diputus kerja samanya oleh PSSI pada Kamis (16/10/2025) melalui mekanisme mutual termination.

Pemecatan ini didasarkan pada kegagalan sang pelatih Belanda tersebut dalam memenuhi target krusial, yakni membawa Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

Dalam masa kepemimpinannya, performa Timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert dinilai sangat tidak konsisten dan arah permainan yang ditampilkan dianggap tidak jelas.

Ketidakjelasan dan hasil minor ini memicu kekecewaan besar dari suporter, yang lantas meningkatkan tekanan publik secara masif terhadap PSSI.

Kegagalan krusial Kluivert terekam jelas dalam babak kualifikasi Grup B. Timnas Indonesia menelan dua kekalahan menentukan yang mengakhiri mimpi menuju Piala Dunia.

Kekalahan pertama adalah saat melawan Arab Saudi dengan skor 2-3, diikuti oleh kekalahan 0-1 saat berhadapan dengan Irak. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa timnas memang membutuhkan penyegaran secepatnya.

Baca Juga: Hasil Imbang Kontra Irak 0-0, Timnas Arab Saudi Kunci Tiket Tampil di Piala Dunia 2026

Usulan Andre Rosiade untuk memulangkan STY bukan hanya didasarkan pada faktor nostalgia atau popularitas, tetapi pada pertimbangan praktis dan strategis yang kuat.

Pertama, faktor adaptasi menjadi poin krusial. Andre Rosiade menekankan bahwa PSSI membutuhkan pelatih yang dapat langsung bekerja efektif tanpa periode adaptasi yang berlarut-larut. "Jangan biarkan persiapan timnas terganggu hanya karena proses seleksi yang terlalu lama," ujar Andre.

Shin Tae-yong dinilai memenuhi kriteria ini karena ia sudah sangat memahami Indonesia. Pelatih asing yang baru datang umumnya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memahami karakter pemain, kondisi lapangan, serta seluk-beluk dinamika internal federasi.

Sebaliknya, STY sudah memiliki pemahaman mendalam tentang karakter pemain, kultur sepak bola, dan cara kerja federasi, menjadikannya opsi siap pakai.

Kedua, aspek finansial yang disebutkan oleh Andre Rosiade menawarkan keuntungan yang signifikan bagi PSSI. Dalam konteks mencari pelatih kelas internasional, biaya yang dikeluarkan seringkali sangat besar.

Baca Juga: Kemenangan Dramatis: Timnas Jepang Sukses Gulingkan Brasil 3-2 dalam Uji Coba Internasional

Namun, karena STY masih memiliki kaitan finansial berupa proses pengangsuran, kembalinya ia diyakini dapat menekan biaya operasional secara drastis, yang secara hitungan diklaim bisa dianggap gratis.

Meskipun PSSI dan Kluivert telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama pada Kamis, 16 Oktober 2025, PSSI kini menghadapi tantangan besar untuk segera menentukan pengganti.

Harapan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, adalah agar PSSI segera menentukan pelatih baru untuk dapat menyiapkan evaluasi dan strategi menuju target jangka panjang, yakni Piala Dunia 2030.

Dengan kriteria pelatih yang siap bekerja hari pertama dan memiliki efisiensi finansial, nama STY menjadi pilihan yang paling menonjol dan berpotensi besar untuk kembali memimpin Skuad Garuda di kancah sepak bola internasional.

Andre Rosiade berharap PSSI dapat bertindak cepat demi kepentingan persiapan timnas yang lebih baik. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Timnas Indonesia #patrick kluivert #pssi #shin tae yong #andre rosiade