RADAR TULUNGAGUNG - Pembalap McLaren Lando Norris memang didiskualifikasi dalam Grand Prix Las Vegas akhir pekan lalu (23/11).
Plank mobil Norris dan rekan setimnya, Oscar Piastri, dinilai melebihi batas beban yang diizinkan.
Meski begitu, kans perebutan gelar juara dunia pembalap Formula 1 (F1) 2025 dalam dua balapan sisa tetap ada pada duo McLaren.
Khususnya Norris yang memuncaki klasemen dengan keunggulan 24 poin (390-366) atas Piastri maupun pembalap Red Bull Racing Max Verstappen.
Secara matematis, seperti dilansir Pitpass, Norris akan memastikan titel dalam Grand Prix Qatar di Sirkuit Internasional Lusail akhir pekan nanti (30/11) jika mampu mengungguli Piastri dan Verstappen dua poin pada sprint maupun balaparı utama.
Jika gagal, Norris masih memiliki satu kesempatan terakhir pada grand prix penutup di Abu Dhabi (7/12).
McLaren Diunggulkan di Lusail
McLaren pantas optimistis di Qatar. Team Papaya - julukan McLaren - selalu mendapat hasil lebih baik di sana selama dua musim terakhir.
Dalam ulasan Motorsport, karakter Sirkuit Lusail yang dipenuhi tikungan kecepatan sedang hingga tinggi sangat cocok bagi mobil MCL25.
"Kami sepenuhnya fokus memberikan Lando dan Oscar mobil terbaik di Qatar yang memiliki karakteristik teknis sesuai dengan paket kami," kata Kepala Tim McLaren Andrea Stella.
Piastri Lebih Meyakinkan
Namun, Norris bisa jadi tidak akan nyaman akhir pekan ini. Sebab, dalam dua musim terakhir, justru Piastri yang mampu tampil meyakinkan di Qatar.
Pembalap Australia itu sudah dua kali berturut-turut menang sprint dan selalu finis di depan Norris saat balapan utama.
"Ini (Lusail) salah satu sirkuit favoritku. Aku punya kenangan indah di sini, terutama kemenangan pertama pada sprint 2023," kata Piastri.
"Treknya cepat, mengalir, dan bagus untuk menyalip," imbuhnya.
Regulasi Ban Menentukan
Produsen ban Pirelli menetapkan aturan khusus Qatar. Yakni, setiap set ban hanya boleh digunakan maksimal 25 lap, termasuk ketika safety car atau virtual safety car muncul.
Artinya, seluruh pembalap wajib melakukan sedikitnya dua pit stop. Aturan ini diberlakukan sebagai langkah keamanan, karena "beban lateral di Lusail sangat tinggi.
Regulasi ini berpotensi merugikan MCL25. Sebab, selama ini McLaren dikenal mampu menghemat ban dan sering kali unggul saat kondisi panas.
Beberapa contohnya di Bahrain, Miami, atau Mexico City. Dengan batasan penggunaan ban, kelebihan tersebut bisa berkurang.
Editor : Dharaka R. Perdana