Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Megawati Hangestri Jadi Motor Comeback Spektakuler JPE, Nurlaili Kusuma Sabet MVP Usai Jadi Libero Dadakan

Galuh Agista Rachmadyna • Senin, 12 Januari 2026 | 15:00 WIB
Megawati Hangestri memimpin comeback JPE dan Nurlaili Kusuma jadi libero dadakan sekaligus MVP dalam laga dramatis Proliga 2026. (Pinterest)
Megawati Hangestri memimpin comeback JPE dan Nurlaili Kusuma jadi libero dadakan sekaligus MVP dalam laga dramatis Proliga 2026. (Pinterest)

JAKARTA – Kemenangan dramatis Jakarta Pertamina Enduro (JPE) atas Jakarta Elektrik PLN pada laga pembuka Proliga 2026 menjadi salah satu pertandingan paling mencuri perhatian musim ini.

Selain berlangsung ketat hingga lima set, laga ini makin mencolok karena performa gemilang sang bintang nasional Megawati Hangestri, serta kejutan besar yang datang dari pemain yang tak disangka-sangka: Nurlaili Kusuma, yang mendadak tampil sebagai libero dan sukses menyabet gelar Most Valuable Player (MVP).


Pertandingan yang digelar di tengah sorakan ribuan penonton itu berjalan sangat emosional.

JPE yang sempat tertinggal dan berada dalam tekanan di dua set awal, berhasil bangkit dan menciptakan comeback spektakuler.

Sorotan utama tak hanya tertuju pada kemenangan 3-2 yang diraih dengan susah payah, tetapi juga pada sosok Megawati Hangestri yang menjadi penggerak mental tim saat momentum hampir hilang.

 


H2: Nurlaili Kusuma Jadi Libero Dadakan, Langsung MVP

 

Kejutan terbesar terjadi di barisan pertahanan JPE. Nurlaili Kusuma, yang biasanya bermain sebagai penyerang, secara mendadak diplot sebagai libero akibat kondisi darurat di susunan pemain.

Posisi ini belum pernah ia jalani secara profesional, namun penampilannya justru sangat stabil dan menentukan di momen-momen krusial.


“Jujur saya sama sekali tidak menyangka bisa jadi MVP. Ini pertama kalinya saya bermain sebagai libero. Saya hanya mencoba menjalankan tugas sebaik mungkin,” ungkap Nurlaili dengan mata berkaca-kaca usai pertandingan.


Pergerakannya yang lincah dan akurasi penerimaan bola membuatnya menjadi pilar pertahanan tim.

Banyak serangan lawan yang berhasil ia amankan sehingga ritme JPE kembali terbentuk.

 


H2: Peran Sentral Megawati Hangestri dalam Kebangkitan JPE


Di balik keberanian Nurlaili tampil di posisi baru, ada sosok penting yang terus memompakan semangat: Megawati Hangestri Pertiwi.

Pada saat JPE hampir menyerah di set ketiga, Megawati menjadi motivator utama yang menjaga mental tim tetap hidup.


“Saat kami hampir menyerah, Kak Megawati terus menyemangati saya dan seluruh tim. Dia bilang, jangan pernah berhenti percaya, apa pun posisi kita di lapangan,” ujar Nurlaili.

Megawati memang tampil dominan sepanjang laga. Spek keras, ketenangan dalam poin kritis, dan kepemimpinan di lapangan membuat namanya terus disebut oleh komentator maupun pengamat.

Bahkan ada yang menyebut Megawati layak dianggap sebagai “pemain asing ketiga” bagi JPE, mengingat kualitas teknis dan mentalnya yang sudah level internasional.

 


H2: Pengalaman Luar Negeri Membentuk Megawati Lebih Matang


Usai kembali ke Indonesia setelah berkarier di Korea Selatan bersama Red Sparks dan tampil di liga Turki, Megawati mengungkapkan perbedaan sistem pembinaan di luar negeri yang jauh lebih stabil.

Pemain umumnya mengikat kontrak panjang hingga tujuh tahun, membuat chemistry tim terbangun kuat.

Berbeda dengan Indonesia, di mana perpindahan pemain setiap musim sering mengganggu kestabilan skuad.


“Pasti ada beban karena mempertahankan juara itu sulit. Tekanan besar selalu ada, tapi saya kembali dengan harapan membawa tim ini kembali berjaya,” kata Megawati, yang akrab dijuluki Megatron oleh publik voli nasional.


H2: Proliga 2026 Diprediksi Makin Kompetitif


Kemenangan dramatis atas Jakarta Elektrik PLN menjadi sinyal bahwa musim Proliga 2026 akan berlangsung sangat panas.

Setiap tim menunjukkan kualitas, dan setiap pertandingan berpotensi menghadirkan kejutan seperti laga pembuka ini.

Megawati menunjukkan kedewasaan bermain yang jauh lebih matang dari musim-musim sebelumnya.

Ia tahu kapan harus memaksakan serangan, kapan harus bermain aman, dan kapan harus memimpin ketika tim berada dalam situasi kritis.

Pengalaman panjangnya di Korea Selatan membuat performanya kini jauh lebih konsisten.

Dari penyerang lokal, Megawati berubah menjadi pemain bertaraf internasional yang diperhitungkan lawan-lawan asing sekalipun.


Jika performa ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Megawati kembali mencetak sejarah baru — baik untuk JPE maupun untuk perjalanan kariernya di level internasional.

Editor : Galuh Agista Rachmadyna
#nurlaili kusuma #proliga 2026 #Megawati Hangesti Pertiwi