RADAR TULUNGAGUNG – Taktik John Hertman di Timnas Indonesia mulai menjadi perbincangan hangat publik sepak bola nasional. Setelah resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih kepala timnas Indonesia, Hertman diharapkan mampu membawa era baru bagi skuad Garuda, termasuk target jangka panjang lolos ke Piala Dunia 2030.
Penunjukan John Hertman diumumkan secara resmi melalui situs PSSI dan akun media sosial Timnas Indonesia.
Dalam pernyataan tersebut, PSSI menegaskan bahwa pelatih asal Inggris itu dipercaya membangun fondasi tim yang lebih kompetitif dan berkarakter.
Nama Hertman sendiri sebenarnya sudah lama mencuri perhatian, bahkan sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Rekam jejak Hertman menjadi alasan utama PSSI menjatuhkan pilihan. Ia dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan taktik modern sekaligus motivator ulung di ruang ganti.
Taktik John Hertman di Timnas Indonesia pun diprediksi tidak akan jauh berbeda dari filosofi yang ia terapkan di timnas Kanada maupun Toronto FC.Baca Juga: Pendaftaran Akun SNPMB 2026 Wajib untuk SNBP dan UTBK SNBT, Ini Panduan Lengkap dari Cek NISN hingga Simpan Permanen
Rekam Jejak John Hertman: Bukan Pelatih Sembarangan
John Hertman pernah mencatat sejarah dengan membawa timnas Kanada lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986.
Ia juga sukses mengantar timnas wanita Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade serta menembus perempat final Piala Dunia Wanita 2015.
Karier klubnya bersama Toronto FC di Major League Soccer (MLS) memang tidak sepenuhnya mulus.
Dari 46 pertandingan, Hertman mencatatkan 17 kemenangan dan 25 kekalahan. Ia mundur dari Toronto FC pada November 2024.
Meski demikian, kegagalan tersebut justru memperlihatkan sisi realistis Hertman sebagai pelatih yang terus belajar dan beradaptasi.
Baca Juga: Valen dan Mila Jadi Sorotan di Panggung Kompetisi, Akui Saling Support tapi Pilih Fokus Lomba
Formasi Tiga Bek Jadi Fondasi Utama
Salah satu ciri paling menonjol dari taktik John Hertman di Timnas Indonesia adalah penggunaan formasi berbasis tiga bek.
Skema seperti 3-4-3, 3-4-2-1, hingga 3-5-2 menjadi favoritnya. Di timnas Kanada, Hertman kerap memakai formasi 5-3-2 saat bertahan, sementara di Toronto FC ia lebih sering mengandalkan 3-4-2-1.
Pendekatan ini dinilai cocok dengan karakter pemain timnas Indonesia saat ini. Dengan materi yang tersedia, Indonesia relatif tidak asing dengan skema tiga bek, terutama karena pola tersebut pernah diterapkan pada era pelatih sebelumnya.
Fleksibilitas menjadi kunci, di mana formasi bisa berubah sesuai lawan dan situasi pertandingan.
Wing Play Agrsif dan Variasi Build Up
Dalam filosofi permainan Hertman, sektor sayap memegang peran vital. Ia gemar memanfaatkan wingback untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi lapangan.
Serangan sering diarahkan melalui sayap dengan pola overload, baik 3 lawan 2 maupun 2 lawan 1.
Dari sisi build up, Hertman tidak terpaku pada satu metode. Ia bisa memainkan umpan pendek cepat dari belakang, tetapi juga tak ragu menggunakan long ball direct untuk memotong pressing lawan.
Pola ini mirip dengan gaya yang pernah diterapkan timnas Indonesia, terutama saat menghadapi lawan dengan tekanan tinggi.
Dalam beberapa situasi, shape permainan bisa berubah menjadi 1-4-2 saat build up, dengan satu gelandang turun sejajar bek untuk membantu progresi bola.
Fleksibilitas ini menuntut pemain memiliki pemahaman taktik dan kemampuan membaca situasi yang baik.
Pertahanan Dinamis dan High Press
Tak hanya menyerang, taktik John Hertman di Timnas Indonesia juga menekankan aspek bertahan.
Saat kehilangan bola, tim asuhannya kerap menerapkan high press agresif. Beberapa pemain langsung mengepung pemegang bola lawan untuk memutus alur serangan sejak dini.
Dalam fase bertahan, formasi bisa berubah dari 5-3-2 menjadi 4-4-2 tergantung trigger pressing.
Pola ini membutuhkan disiplin tinggi dan koordinasi antarlini, terutama peran dua gelandang pivot sebagai filter utama serangan lawan.Baca Juga: Isbat Nikah Inara Rusli Terancam Gagal? Insanul Fahmi Masih Cinta Istri Sah, Ini Fakta Hukumnya
Tantangan Integrasi Sistem
Meski secara karakter dinilai cocok, tantangan terbesar Hertman adalah mengintegrasikan sistem permainan ke dalam timnas Indonesia yang akan mengalami transisi.
Adaptasi pemain terhadap detail taktik, intensitas pressing, dan fleksibilitas posisi menjadi pekerjaan rumah utama sang pelatih.
Dengan pendekatan yang relatif familiar namun dikemas lebih modern, publik kini menantikan apakah taktik John Hertman di Timnas Indonesia mampu menjawab kegagalan sebelumnya dan membawa skuad Garuda melangkah lebih jauh di level internasional.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan