JAKARTA - Bursa transfer BRI Super League putaran kedua resmi bergulir dan langsung menyajikan pergerakan agresif dari sejumlah klub papan atas hingga kuda hitam. Sejak Minggu (18/1/2026), arus keluar-masuk pemain berlangsung dinamis, menandai ambisi klub-klub Liga 1 untuk memperkuat skuad demi target maksimal di paruh musim kedua.
Salah satu sorotan utama bursa transfer BRI Super League putaran kedua datang dari Persija Jakarta. Macan Kemayoran resmi memperkenalkan penyerang anyar mereka, Aledin Ajare. Striker asal Maroko berusia 30 tahun ini bukan nama sembarangan. Ia pernah menyandang status top skor Liga Super India bersama NorthEast United FC. Dengan nilai pasar mencapai Rp6,8 miliar, kehadiran Ajare diharapkan menjadi solusi krisis produktivitas lini depan Persija.
Tak kalah menarik, Persik Kediri tampil agresif dengan memboyong dua pemain sekaligus. Nama Rezaldi Hehanusa resmi bergabung dengan status pinjaman. Bek kiri berusia 30 tahun itu kini memiliki nilai pasar Rp2,6 miliar. Tak berhenti di situ, Persik juga mendatangkan sang adik, Hamra Hehanusa, dari Persib Bandung. Bek tengah 26 tahun tersebut dipinjam dengan nilai pasar Rp3,4 miliar, menegaskan keseriusan Persik memperkuat sektor pertahanan.
Baca Juga: Pergerakan Harga Emas Hari Ini 19 Januari 2026, Kenaikan Signifikan Emas Batangan dan Perhiasan
Persik Kediri dan Semen Padang Tancap Gas
Pergerakan cepat juga dilakukan Semen Padang. Klub berjuluk Kabau Sirah kembali merekrut pemain asal Brasil, Maikon de Sousa. Winger kiri berusia 29 tahun ini didatangkan dari Borneo FC dengan status pinjaman. Nilai pasar Maikon mencapai Rp5,4 miliar dan diharapkan memberi warna baru di sisi sayap Semen Padang.
Masih dari Semen Padang, kejutan kembali hadir dengan bergabungnya Pedro Matos. Gelandang serang asal Portugal berusia 27 tahun ini dipinjam dari Semen Padang oleh Persebaya Surabaya. Kehadiran Pedro Matos mempertegas ambisi Bajul Ijo memperdalam kedalaman skuad untuk menghadapi ketatnya persaingan putaran kedua.
Masuknya Rezaldi Hehanusa ke Persik Kediri juga memicu efek domino. Yusuf Meilana akhirnya memutuskan hengkang dan bergabung dengan Bali United. Bek kiri berusia 27 tahun tersebut memiliki nilai pasar Rp3,4 miliar dan diyakini cocok dengan gaya bermain Serdadu Tridatu.
Malut United, Bhayangkara FC, dan Kejutan Lainnya
Dari wilayah timur Indonesia, Malut United mencuri perhatian dengan mendatangkan Lucas Cardoso. Gelandang tengah asal Brasil ini sebelumnya bermain di Liga 1 Bulgaria bersama Dobrudzha. Dengan nilai pasar Rp6,8 miliar, Lucas Cardoso diharapkan menjadi motor permainan Malut United di lini tengah.
Sementara itu, Bhayangkara FC tak mau ketinggalan. Klub berjuluk The Guardians resmi merekrut Privat Mbarga. Sayap kanan yang sebelumnya membela Dewa United ini memiliki nilai pasar Rp4,3 miliar. Selain Mbarga, Bhayangkara FC juga sukses mendatangkan Moussa Sidibé dari Johor Darul Ta’zim, klub raksasa Liga Malaysia. Winger eksplosif tersebut memiliki nilai pasar Rp4,7 miliar dan siap menjadi pembeda.
Semen Padang Paling Ambisius
Langkah paling mengejutkan kembali dilakukan Semen Padang dengan merekrut Guillermo Fernandez. Penyerang yang pernah memperkuat Athletic Bilbao ini memiliki nilai pasar Rp5,9 miliar. Rekrutmen ini menegaskan bahwa Semen Padang benar-benar serius bersaing di papan atas bursa transfer BRI Super League putaran kedua.
Tak hanya transfer resmi, rumor juga ikut memanaskan situasi. Winger Persib Bandung, Febri Hariyadi, kembali dikaitkan dengan Semen Padang. Pemain berusia 30 tahun dengan nilai pasar Rp1,9 miliar itu sebelumnya sempat dirumorkan ke Persis Solo. Hingga kini, masa depan Febri masih menjadi tanda tanya.
Rumor transfer ditutup dengan kabar mengenai Gustavo Franca. Gelandang serang bernilai pasar Rp7 miliar ini dikabarkan tengah diminati sejumlah klub Liga 1. Publik kini menantikan ke mana Gustavo Franca akhirnya akan berlabuh.
Dengan sisa waktu transfer yang semakin menipis, bursa transfer BRI Super League putaran kedua dipastikan masih akan menyajikan kejutan besar. Pergerakan klub-klub ini menjadi penentu arah persaingan menuju akhir musim.
Editor : Natasha Eka Safrina