JAKARTA - Kejutan besar langsung terjadi pada putaran pertama Seri 2 Proliga 2026 sektor putri. Juara bertahan, Jakarta Pertamina Enduro kalah di Proliga 2026 usai ditumbangkan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dengan skor 1-3 di GOR Voli Sumut Sport Center, Minggu (18/1/2026). Hasil ini sontak mengguncang peta persaingan papan atas liga bola voli tertinggi di Tanah Air.
Pertandingan yang disiarkan langsung Moji TV itu menyedot perhatian besar publik. Banyak pihak sebelumnya memprediksi Jakarta Pertamina Enduro akan tampil dominan. Maklum, tim besutan Bulent Karslioglu itu turun dengan kekuatan penuh, termasuk menghadirkan Megawati Hangestri Pertiwi yang tampil impresif sepanjang laga. Namun, prediksi publik justru meleset total.
Set Pertama: Juara Bertahan Tertekan
Sejak set pertama, Jakarta Pertamina Enduro terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Meski sempat mengimbangi di awal laga, kesalahan sendiri menjadi faktor krusial. Momentum berbalik ketika servis beruntun dari Cella Bernadeta membuat penerimaan bola Pertamina Enduro kacau. Selisih poin melebar, dan set pertama pun ditutup dengan skor telak 17-25 untuk keunggulan Gresik Petrokimia.
Tekanan servis tajam dan blok rapat yang dikomandoi Giovanni Eka membuat serangan Megawati dan kawan-kawan kerap mentah. Kekalahan di set pembuka menjadi sinyal peringatan dini bagi sang juara bertahan.
Set Kedua: Pertamina Bangkit, Harapan Muncul
Memasuki set kedua, Jakarta Pertamina Enduro mulai menunjukkan kelasnya. Setter Tisya Amaliah tampil lebih tenang mengatur tempo permainan. Megawati Hangestri juga mulai menemukan celah di pertahanan lawan lewat spike keras dan keputusan menyerang yang tepat.
Rally panjang mewarnai jalannya set kedua. Gresik Petrokimia dipaksa bertahan lebih dalam, sementara Pertamina Enduro tampil lebih rapi dalam transisi. Set ini akhirnya berhasil diamankan Pertamina dengan skor tipis 25-23, sekaligus menghidupkan asa untuk membalikkan keadaan.
Set Ketiga: Blok Gresik Jadi Pembeda
Namun, harapan itu tak bertahan lama. Set ketiga justru menjadi titik balik pertandingan. Gresik Petrokimia tampil semakin solid, terutama lewat blok rapat di depan net yang kembali menyulitkan Megawati, Diana Serban, dan Wilma Salas.
Giovanni Eka dan Cella Bernadeta tampil dominan dalam duel di net. Serangan cepat dari duet asing Gresik, Ani Mutcham dan Alexandra Pisenko, membuat jarak skor terus melebar. Jakarta Pertamina Enduro terlihat frustrasi dan kesulitan keluar dari tekanan. Set ketiga pun kembali menjadi milik Gresik dengan skor 18-25.
Set Keempat: Gresik Kunci Kemenangan
Di set keempat, Jakarta Pertamina Enduro sempat mencoba bangkit. Namun konsistensi permainan Gresik Petrokimia terlalu sulit dibendung. Kapten tim tampil tenang mengendalikan ritme, pertahanan rapi, serta transisi serangan yang cepat dan efektif.
Beberapa kali spike Ani Mutcham dan Alexandra Pisenko dengan mudah menembus blok Pertamina yang dijaga Riska Megariani dan Asih Titip Suci. Selisih poin kembali melebar hingga akhirnya Gresik menutup set keempat dengan skor 25-20 sekaligus memastikan kemenangan 3-1.
Persaingan Proliga 2026 Makin Ketat
Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi Jakarta Pertamina Enduro. Meski diperkuat pemain bintang dan berstatus juara bertahan, Jakarta Pertamina Enduro kalah di Proliga 2026 membuktikan bahwa persaingan musim ini jauh lebih ketat.
Di sisi lain, kemenangan ini mengirim pesan kuat bahwa Gresik Petrokimia bukan sekadar tim penggembira. Mereka tampil matang, konsisten, dan siap bersaing di papan atas. Proliga 2026 pun dipastikan akan berjalan panas dan penuh kejutan, seiring meningkatnya kualitas kompetisi voli nasional.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina