SURABAYA – Pedro Matos Persebaya Surabaya resmi menjadi salah satu cerita paling menarik jelang bergulirnya putaran kedua Super League 2025-2026. Pelatih Bernardo Tavares tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah akhirnya bisa bekerja sama dengan gelandang asal Portugal yang sudah lama ia incar sejak masih menukangi PSM Makassar.
Bagi Bernardo Tavares, kedatangan Pedro Matos bukan sekadar tambahan pemain asing. Transfer ini menjadi penuntasan rasa penasaran yang tertunda. Tavares mengakui bahwa dirinya sudah menginginkan Matos sejak berada di Makassar, namun sang pemain kala itu memilih bergabung dengan Semen Padang karena faktor kedekatan dengan Eduardo Almeida.
Kini, kebersamaan itu akhirnya terwujud di Surabaya. Tavares pun yakin Pedro Matos Persebaya Surabaya akan memberi dampak positif bagi performa tim di paruh musim.
Tavares: Pedro Matos Pemain yang Saya Cari
Bernardo Tavares menilai Pedro Matos sebagai pemain dengan kualitas teknis dan pemahaman permainan yang sesuai dengan filosofi sepak bolanya. Ia mengaku sangat memahami karakter sang pemain karena telah lama memantau perkembangannya.
“Pedro adalah pemain dengan kualitas bagus. Saya paham betul karakter permainannya dan itulah yang dulu saya cari untuk PSM Makassar,” ujar Tavares.
Komentar tersebut menegaskan bahwa Matos merupakan figur spesial di mata pelatih berkepala plontos itu. Meski enggan berbicara soal perlakuan khusus, Tavares memberi sinyal kuat bahwa Matos akan memiliki peran penting dalam rencana taktik Persebaya Surabaya.
Pelapis Francisco Rivera di Lini Tengah
Kehadiran Pedro Matos diproyeksikan sebagai pelapis sekaligus pesaing sehat bagi Francisco Rivera, yang selama ini menjadi motor serangan Green Force. Padatnya jadwal dan kebutuhan variasi taktik membuat Persebaya membutuhkan opsi playmaker tambahan.
Pedro Matos memiliki fleksibilitas posisi. Selain sebagai gelandang serang, ia juga mampu bermain sebagai gelandang tengah maupun sayap kanan. Karakter ini membuat Persebaya Surabaya memiliki lebih banyak pilihan rotasi tanpa menurunkan kualitas permainan.
Jika adaptasi berjalan mulus, persaingan internal di lini tengah diyakini akan meningkatkan level performa tim secara keseluruhan pada putaran kedua Super League 2025-2026.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Kebakaran di Tulungagung Menurun Drastis, DPKP Catat 64 Kasus
Masalah Serius: Persebaya Tanpa Striker Lokal Murni
Di tengah optimisme atas kedatangan Pedro Matos, Persebaya Surabaya justru menghadapi persoalan pelik di lini depan. Green Force kini tercatat tidak memiliki satu pun striker lokal murni di skuad utama.
Saat ini Persebaya hanya mengandalkan tiga penyerang asing, yakni Perovic, Dejan Tumbas, dan Bruno Paraiba. Namun tidak semua dari mereka merupakan penyerang tengah natural. Situasi ini membuat Bernardo Tavares harus bergerak cepat mencari solusi.
Tavares secara terbuka mengakui kesulitan mendatangkan striker lokal pada bursa transfer paruh musim. Kendala utama adalah status kontrak pemain incaran yang masih terikat hingga akhir musim, ditambah kultur kontrak pemain lokal di kompetisi domestik yang menyulitkan negosiasi.
Analisis Internal Jadi Jalan Tengah
Menyadari keterbatasan di pasar transfer, Bernardo Tavares mulai mengalihkan fokus pada analisis internal. Ia mengaku telah menonton banyak pertandingan dan mengevaluasi potensi yang bisa dimaksimalkan dari dalam tim.
Langkah ini diambil untuk menemukan solusi paling realistis tanpa memaksakan transfer mahal. Bola kini berada di tangan manajemen dan tim pelatih untuk menentukan langkah terbaik sebelum kompetisi kembali bergulir.
Otak-atik Taktik dan Nasib Dejan Tumbas
Masuknya sejumlah pemain asing baru juga berdampak pada komposisi lama. Dejan Tumbas menjadi salah satu pemain yang paling terdampak. Meski berposisi asli sebagai striker, Tumbas kerap dimainkan di berbagai posisi, termasuk bek kiri.
Sejak era Paul Munster hingga Bernardo Tavares, Tumbas beberapa kali mengalami perubahan peran. Dengan kedalaman skuad baru, posisinya kembali menjadi tanda tanya jelang putaran kedua.
Persebaya Surabaya kini menatap paruh musim dengan optimisme dan tantangan sekaligus. Pedro Matos Persebaya Surabaya diharapkan menjadi kunci kreativitas lini tengah, sementara pencarian striker lokal masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Green Force.
Editor : Natasha Eka Safrina