Manchester United memasuki babak baru setelah pergantian pelatih yang mengejutkan. Nama Michael Carrick langsung menjadi sorotan publik Old Trafford, bukan hanya karena statusnya sebagai pelatih sementara, tetapi juga karena langkah cepatnya yang dinilai berbeda dari era sebelumnya. Dalam sepekan pertama bertugas, Michael Carrick Manchester United sudah mengirim sinyal tegas: ia ingin membangun ulang atmosfer klub dari akar paling penting, yakni akademi.
Salah satu tindakan Carrick yang paling menyita perhatian adalah kehadirannya di Leigh Sports Village untuk menyaksikan pertandingan tim U-21. Kehadiran itu terjadi hanya tujuh hari setelah ia resmi ditunjuk, sebuah langkah yang disebut-sebut tidak pernah dilakukan Ruben Amorim selama menangani Setan Merah. Di mata banyak pendukung, keputusan Michael Carrick Manchester United untuk turun langsung memantau tim muda bukan sekadar formalitas, melainkan pesan bahwa jalur regenerasi akan kembali menjadi prioritas.
Carrick tak datang sendirian. Ia terlihat duduk bersama sejumlah staf pelatih, termasuk Steve Holland, Jonathan (yang terdengar disebut Wgatte), dan Travis Binion. Beberapa petinggi klub pun turut hadir, di antaranya Jason Wilcox sebagai direktur sepak bola dan Stephen Torpey selaku kepala akademi. Darren Fletcher juga tampak kembali menjalankan peran sebagai pelatih U-18 setelah sempat berada dalam pusaran transisi kepelatihan.
Baca Juga: Bursa Transfer Januari 2026: 4 Target Utama Manchester United di Era Michael Carrick
Yang membuat langkah Carrick semakin kuat adalah kabar bahwa ia berencana berbicara langsung kepada skuad U-21 setelah laga melawan Sporting Lisbon. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian nyata terhadap pemain muda. Carrick seolah ingin memastikan bahwa pemain akademi merasa “dilihat” dan dihargai, terutama setelah muncul laporan bahwa beberapa pemain muda kecewa dengan komentar Ruben Amorim di media.
Kontras ini makin terasa karena Amorim sebelumnya disebut menuai kritik akibat pernyataan publik yang dianggap menyinggung pemain akademi. Nama-nama seperti Harry Amass, Chido Obi, hingga Toby Collyer ikut disebut dalam komentar yang memancing reaksi. Berbeda dengan itu, Carrick dikenal sebagai figur yang tenang dan minim kontroversi, sehingga kecil kemungkinan ia mengeluarkan pernyataan yang menyudutkan pemain muda di depan publik.
Carrick sendiri paham betul identitas Manchester United. Ia mencatat 464 penampilan bersama Setan Merah dan menjadi bagian dari generasi yang menyaksikan betapa pentingnya akademi dalam membentuk kejayaan klub. Karena itulah, pendekatannya dinilai lebih “United” dibanding beberapa pelatih sebelumnya.
Baca Juga: Update Sepak Bola Eropa: Hasil Laga, Bursa Transfer, dan Isu Panas Januari 2026
Dalam pertandingan U-21 yang ia saksikan, Carrick mendapat suguhan performa impresif. James Scanlon mencetak dua gol di babak pertama sebelum melengkapi hat-trick pada paruh kedua. Tyler Frederiksson juga mencuri perhatian sebagai kapten tim dan dianggap memiliki karakter pemimpin yang matang. Penampilan ini menjadi bukti bahwa MU masih punya stok pemain muda potensial yang bisa dipoles untuk kebutuhan tim utama.
Tak berhenti sampai di situ, Carrick juga mulai melibatkan pemain akademi ke latihan tim utama di Carrington. Pada sesi latihan Rabu (21 Januari waktu setempat), satu nama berusia 18 tahun ikut berlatih bersama skuad senior, yakni Shea Lacey. Lacey bahkan absen membela tim U-21 pada laga kontra Sporting Lisbon demi fokus mengikuti agenda tim utama. Langkah tersebut mengindikasikan bahwa status Lacey mulai diproyeksikan semakin dekat dengan skuad senior.
Sebelumnya, Lacey tampil cukup menjanjikan dalam dua laga penting, masing-masing melawan Burnley di Premier League dan Brighton di Piala FA. Meski sempat mendapat kartu kuning kedua saat menghadapi Brighton, ia tetap mendapat tepuk tangan dari publik. Di level akademi, pemain kelahiran Liverpool itu mencatat 5 gol dan 2 assist dari 10 penampilan, statistik yang menegaskan potensinya sebagai aset masa depan.
Di tengah fokus Carrick pada regenerasi, isu lain yang tak kalah panas muncul terkait Marcus Rashford. Laporan Football Transfer menyebut petinggi MU dikabarkan terbang ke Spanyol untuk bertemu Barcelona guna membahas masa depan sang penyerang. Rashford disebut tampil mengesankan selama masa peminjaman dan Barcelona tertarik mempertahankannya. Namun kepulangan ke Old Trafford tetap menjadi opsi, apalagi pergantian pelatih membuka peluang Rashford kembali diintegrasikan ke tim utama.
Sementara itu, Manchester United juga mengambil sikap tegas terhadap Joshua Zirkzee. Penyerang asal Belanda itu sempat dikaitkan dengan AS Roma karena ingin mendapatkan menit bermain lebih reguler. Namun Roma harus gigit jari setelah pihak klub Italia mengonfirmasi bahwa MU menolak melepas Zirkzee pada bursa transfer Januari. Keputusan ini berpotensi memengaruhi ambisi Zirkzee untuk masuk skuad Belanda menuju Piala Dunia 2026, mengingat persaingan lini depan Oranje sangat ketat.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Carrick tampak ingin membentuk ulang arah klub: menjaga DNA akademi, menata ruang ganti, dan memastikan pemain muda punya jalur jelas menuju tim utama. Kini publik menanti, apakah pendekatan ini bisa membawa Manchester United kembali ke jalur yang seharusnya.
Baca Juga: Bursa Transfer Januari 2026 Memanas: Dari Conor Gallagher hingga Rumor Kante dan Paqueta
Editor : Natasha Eka Safrina