TULUNGAGUNG - Misi berat menanti Persib Bandung di ajang ACL 2 usai takluk 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar. Kekalahan tersebut membuat Persib Bandung wajib menang minimal empat gol tanpa balas pada leg kedua jika ingin menjaga asa lolos ke perempat final.
Dalam laga pertama yang digelar di markas Ratchaburi FC, skuad Maung Bandung tampil di bawah ekspektasi. Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengakui timnya gagal mengawali pertandingan dengan baik sehingga langsung berada dalam tekanan sejak menit awal.
Kekalahan Persib Bandung di ACL 2 ini bukan hanya menjadi pukulan secara teknis, tetapi juga secara mental. Ribuan Bobotoh yang hadir langsung di stadion harus pulang dengan rasa kecewa setelah tim kebanggaannya dibobol tiga gol tanpa balas.
PR Besar Persib Bandung Jelang Leg Kedua ACL 2
Pertahanan Persib Bandung menjadi sorotan utama pada leg pertama. Duet Federico Barba dan Patricio Matricardi dinilai kurang solid dalam mengantisipasi bola silang. Dua gol Ratchaburi FC lahir dari situasi umpan silang yang gagal diamankan lini belakang Maung Bandung.
Kiper Teja Paku Alam pun harus memungut bola dari gawangnya akibat kelengahan tersebut. Koordinasi lini belakang menjadi pekerjaan rumah mendesak yang harus segera dibenahi Bojan Hodak sebelum laga krusial di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 18 Februari 2026.
Tak hanya lini belakang, efektivitas lini depan juga menjadi masalah serius. Sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol. Andrew Jeng yang dipercaya sebagai ujung tombak belum mampu tampil maksimal. Begitu pula dua winger asal Brasil, Berginho dan William Barros, yang belum efektif dalam penyelesaian akhir.
Sergio Castel yang masuk di babak kedua juga belum memberi dampak signifikan. Striker asal Spanyol tersebut mengaku kecewa dengan hasil debutnya bersama Persib Bandung di ACL 2, namun tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan.
Bojan Hodak Yakin Comeback Masih Mungkin
Bojan Hodak menegaskan peluang Persib Bandung belum sepenuhnya tertutup. Menurutnya, sepak bola selalu menyimpan kemungkinan, selama pertandingan belum benar-benar usai.
Ia menyoroti start buruk timnya sebagai penyebab utama kekalahan. Persib kebobolan di menit kelima, membuat ritme permainan sulit dikendalikan. Meski sempat menciptakan peluang dan bahkan satu tembakan membentur tiang, Maung Bandung gagal mencetak gol.
“Dalam sepak bola semuanya mungkin terjadi. Kami masih punya 90 menit,” tegas pelatih asal Kroasia tersebut.
Optimisme serupa disampaikan Sergio Castel. Pemain yang pernah merasakan atmosfer sepak bola Spanyol itu bahkan menyinggung pengalaman comeback dramatis yang kerap terjadi di kompetisi Eropa. Ia yakin dukungan penuh Bobotoh di kandang bisa menjadi energi tambahan untuk mengejar defisit gol.
Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api diprediksi akan menjadi faktor penting. Gol cepat menjadi target utama untuk membangkitkan mental pemain sekaligus memberi tekanan kepada Ratchaburi FC.
Insiden Suporter dan Ancaman Sanksi AFC
Selain kekalahan di lapangan, laga leg pertama juga diwarnai insiden gesekan antar oknum suporter. Media Thailand melaporkan terjadi adu mulut hingga bentrokan kecil antara Bobotoh dan pendukung Ratchaburi FC di area pintu keluar stadion.
Beruntung aparat keamanan setempat sigap mengendalikan situasi sehingga tidak menimbulkan korban serius. Namun insiden tersebut berpotensi berbuntut panjang.
Ratchaburi FC disebut telah mengeluarkan peringatan kepada suporternya yang akan bertandang ke Bandung agar menghindari konfrontasi. Di sisi lain, federasi sepak bola Asia dikabarkan tengah memantau situasi dan membuka kemungkinan sanksi bagi kedua tim jika ditemukan pelanggaran regulasi.
Situasi ini tentu menjadi perhatian tersendiri jelang leg kedua ACL 2. Persib Bandung tidak hanya menghadapi tekanan untuk mengejar defisit empat gol, tetapi juga harus memastikan laga berjalan aman tanpa insiden tambahan.
Kini semua mata tertuju pada duel penentuan di Bandung. Mampukah Persib Bandung menciptakan comeback spektakuler di ACL 2? Atau justru Ratchaburi FC yang kembali menunjukkan dominasinya? Jawabannya akan tersaji dalam 90 menit yang menentukan nasib Maung Bandung di pentas Asia.
Editor : Axsha Zazhika