Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kontroversi Wasit Warnai Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2, Gol Cepat Tuan Rumah Bikin Maung Bandung Tertekan

Axsha Zazhika • Jumat, 13 Februari 2026 | 21:50 WIB
Kontroversi Wasit Warnai Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2, Gol Cepat Tuan Rumah Bikin Maung Bandung Tertekan
Kontroversi Wasit Warnai Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2, Gol Cepat Tuan Rumah Bikin Maung Bandung Tertekan

TULUNGAGUNG - Laga panas Ratchaburi FC vs Persib Bandung pada leg pertama babak 16 besar ACL 2 diwarnai kontroversi wasit dan gol cepat tuan rumah. Persib Bandung harus bekerja keras setelah kebobolan di menit awal dalam pertandingan yang digelar di Stadion Ratchaburi, Thailand.

Sejak peluit awal dibunyikan, duel Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2 langsung berjalan dengan tensi tinggi. Kedua tim tampil menyerang demi mengamankan hasil maksimal pada leg pertama fase gugur kompetisi Asia tersebut.

Persib Bandung yang datang dengan ambisi mencuri poin justru dikejutkan gol cepat Pedro Tanausu pada menit kelima. Gol tersebut lahir dari sontekan terukur memanfaatkan kelengahan lini belakang Maung Bandung.

Gol Cepat dan Dominasi Tuan Rumah

Pelatih Persib, Bojan Hodak, menurunkan komposisi utama dengan trisula Andrew Jong, Bergino, dan William Barros di lini depan. Lini tengah dikomandoi Marc Klok, Eliano, dan Luo, sementara Teja Paku Alam tetap dipercaya di bawah mistar.

Namun dominasi awal justru diperlihatkan Ratchaburi FC. Lini pertahanan Persib yang dikawal Alfeandra Dewangga dan Federico Barba tampak kurang siap menghadapi tekanan cepat tuan rumah.

Setelah unggul 1-0, Ratchaburi FC terus menekan. Persib Bandung sempat memberikan respons lewat peluang Andrew Jong dan Eliano pada menit ke-13. Fran Putros dan William Barros juga memperoleh kesempatan emas, tetapi belum mampu mengubah skor.

Federico Barba bahkan melakukan penyelamatan krusial dengan sundulan di depan garis gawang saat bola sepakan Denilson sudah melewati Teja Paku Alam. Aksi tersebut menyelamatkan Persib dari kemungkinan tertinggal lebih jauh di babak pertama.

Kontroversi Wasit Jadi Sorotan

Puncak kontroversi terjadi menjelang turun minum. William Barros dijatuhkan Daniel Ting di dalam kotak penalti. Dalam tayangan ulang, kontak terlihat jelas. Namun wasit asal Uni Emirat Arab, Ahmed Eisa, tak menganggapnya sebagai pelanggaran.

Keputusan tersebut memicu protes keras dari pemain Persib Bandung. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Ratchaburi FC.

Baca Juga: Daftar 10 Transfer Termahal Januari 2026: Bursa Transfer Januari Pecah Rekor, Manchester City hingga Liverpool Jor-joran

Kontroversi wasit ini menjadi salah satu perbincangan hangat pascalaga. Banyak pihak menilai momen tersebut bisa mengubah jalannya pertandingan jika penalti diberikan kepada Persib.

Adu Strategi Hodak dan Warawood

Pelatih Ratchaburi FC, Warawood Sri Maka, sebelumnya mengakui laga melawan Persib Bandung tidak akan mudah. Ia menyebut fase gugur ACL 2 menuntut kesalahan seminimal mungkin karena hanya dimainkan dalam dua leg.

Warawood percaya diri timnya siap menghadapi tekanan. Ia menilai bermain di kandang sendiri menjadi keuntungan besar bagi The Dragons.

Sementara Bojan Hodak menyoroti faktor cuaca Thailand yang berbeda dengan Bandung. Meski demikian, ia tetap optimistis. Hodak bahkan memprediksi laga penentuan justru akan terjadi saat Persib gantian menjamu Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

“Kami lebih siap dibanding musim lalu. Pengalaman di kompetisi Asia membuat tim lebih matang,” ujar Hodak.

Dukungan Bobotoh dan Optimisme Teja

Persib Bandung mendapat dukungan langsung dari Bobotoh yang datang ke Thailand. Kehadiran suporter dinilai menjadi tambahan motivasi bagi skuad Maung Bandung.

Bojan Hodak mengingatkan agar dukungan diberikan secara positif tanpa menimbulkan masalah. Ia menyebut basis suporter Persib termasuk terbesar di Asia Tenggara.

Penjaga gawang Teja Paku Alam juga mengapresiasi Bobotoh yang rela menempuh perjalanan jauh. Ia optimistis Persib mampu membawa hasil positif di leg kedua nanti.

Teja mengakui laga di fase gugur ACL 2 bukan perkara mudah. Namun ia menegaskan tim akan memaksimalkan kesempatan pada pertemuan berikutnya di Bandung.

Peluang Masih Terbuka

Meski kalah di leg pertama, Persib Bandung masih memiliki peluang membalikkan keadaan saat tampil di kandang sendiri. Bermain di hadapan puluhan ribu Bobotoh di GBLA diyakini menjadi energi tambahan.

Keberadaan pemain baru seperti Sergio Castel dan Levin Kurzawa juga menjadi opsi penting di lini depan. Hodak memastikan hanya pemain paling siap yang akan diturunkan pada leg kedua.

Duel Ratchaburi FC vs Persib Bandung di ACL 2 ini belum sepenuhnya usai. Pertarungan sesungguhnya diprediksi terjadi di Bandung. Maung Bandung kini bersiap membalikkan keadaan dan menjaga asa melangkah lebih jauh di pentas Asia.

Editor : Axsha Zazhika
#bojan hodak #persib bandung #ratchaburi fc #teja paku alam #acl 2