TULUNGAGUNG-persija masih menyimpan asa dalam perburuan gelar Super League 2025-2026. Meski menelan kekalahan pahit, optimisme terhadap peluang Persija juara tetap digaungkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa Persija belum habis dan peluang menuju tangga juara masih terbuka lebar.
Keyakinan itu disampaikan setelah Persija kalah 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (8/2/2026).
Kekalahan tersebut menjadi noda pertama Macan Kemayoran di kandang musim ini. Hasil itu membuat Persija tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Situasi semakin menantang karena pesaing lain seperti Borneo FC Samarinda berhasil meraih kemenangan di pekan yang sama.
Persija menjadi satu-satunya tim di tiga besar yang gagal mendulang poin penuh. Meski demikian, Pramono Anung meminta publik tetap percaya pada kekuatan tim ibu kota tersebut.
Menurut Pramono, kompetisi masih menyisakan 14 pertandingan. Artinya, peluang untuk mengejar ketertinggalan masih sangat realistis.
Ia menilai kekalahan dari Arema lebih disebabkan faktor keberuntungan yang belum berpihak.
“Pertandingannya sebenarnya seimbang, tapi nasibnya lagi tidak baik,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap Persija juga disebut sangat konkret musim ini.
Sejumlah BUMD DKI terlibat sebagai sponsor, menunjukkan komitmen penuh dalam menopang prestasi klub kebanggaan ibu kota tersebut.
Pramono menegaskan, konsistensi dan mental juara menjadi kunci untuk mengejar ketertinggalan dari Persib di papan atas klasemen Super League. Ia optimistis Macan Kemayoran mampu bangkit di sisa musim.
Di tengah upaya menjaga asa juara, Persija kembali dihadapkan pada persoalan non-teknis.
Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak bisa digunakan pada Maret mendatang karena agenda tim nasional Indonesia yang akan menggelar FIFA Series 2026.
Timnas dijadwalkan tampil pada 23 hingga 31 Maret di bawah arahan pelatih anyar, John Heitinga. Kondisi ini membuat Persija harus kembali mencari stadion alternatif untuk laga kandang.
Panitia pelaksana Persija, Feri Indra Syarif, menyebut ada dua opsi realistis yang sedang dipertimbangkan.
Pertama adalah kembali menggunakan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, kondisi rumput stadion tersebut masih harus dicek kelayakannya.
Jika JIS belum siap, maka Stadion Patriot Candrabhaga menjadi pilihan berikutnya. Stadion di Bekasi itu dinilai cukup memadai dari sisi fasilitas dan aksesibilitas.
Situasi ini jelas bukan kondisi ideal. Persija harus kembali beradaptasi dengan atmosfer stadion berbeda di tengah ketatnya persaingan papan atas.
Namun manajemen menegaskan fokus utama tetap pada performa tim di lapangan.
Kabar lain yang tak kalah menyita perhatian publik adalah keputusan meminjamkan gelandang asal Jepang, Rio Matsumura.
Keputusan ini mengejutkan banyak pihak mengingat kontribusi besar sang pemain dalam dua musim terakhir.
Pada musim 2024-2025, Rio mencatatkan tujuh gol dan delapan assist dari 34 laga. Ia bahkan disebut sebagai pemain yang “menggendong” tim saat Persija mengalami masa sulit, termasuk persoalan finansial dan laga tanpa penonton.
Namun musim ini berjalan berbeda. Cedera hamstring parah memaksanya naik meja operasi pada Agustus 2025.
Halaman Situasi kian rumit setelah ia menerima sanksi empat pertandingan dari Komdis PSSI akibat insiden dengan perangkat pertandingan.
Selain itu, penambahan kuota pemain asing menjadi 11 membuat persaingan di sektor penyerangan semakin ketat. Posisi Rio pun terpinggirkan.
Melalui akun Instagram pribadinya, Rio menyampaikan surat perpisahan yang emosional kepada Persija dan Jakmania.
Ia mengenang momen gol pertamanya di GBK sebagai kenangan yang tak akan pernah dilupakan.
Rio juga mengucapkan terima kasih kepada mantan pelatih Persija, Thomas Doll, yang membawanya bergabung pada 2023.
Dengan total 72 penampilan, 17 gol, dan 18 assist, nama Rio Matsumura tetap tercatat sebagai bagian penting perjalanan Persija dalam beberapa musim terakhir.
Di tengah badai persoalan teknis dan non-teknis, satu hal yang masih dijaga adalah keyakinan. Persija belum menyerah. Super League masih panjang, dan asa juara belum sepenuhnya padam.
Editor : Anggi Septiani