Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Liverpool FC: Lahir karena Konflik Everton, Bangkit dari Periode Kelam hingga Era Klopp dan Arne Slot

Axsha Zazhika • Jumat, 20 Februari 2026 | 21:05 WIB

 

Sejarah Liverpool FC: Lahir karena Konflik Everton, Bangkit dari Periode Kelam hingga Era Klopp dan Arne Slot
Sejarah Liverpool FC: Lahir karena Konflik Everton, Bangkit dari Periode Kelam hingga Era Klopp dan Arne Slot

TULUNGAGUNG - Sejarah Liverpool FC menyimpan kisah yang tak banyak diketahui publik. Klub yang kini dikenal sebagai raksasa Inggris dan Eropa itu ternyata lahir dari konflik internal rival sekotanya, Everton. Dari polemik kepemilikan stadion hingga era kejayaan di bawah pelatih legendaris, sejarah Liverpool FC penuh dinamika, drama, dan kebangkitan.

Sejarah Liverpool FC bermula pada akhir abad ke-19, tepatnya 3 Juni 1892. Saat itu, Presiden Everton, John Houlding, terlibat perselisihan dengan petinggi klub terkait kepemilikan dan biaya sewa Stadion Anfield. Konflik tersebut menjadi titik awal berdirinya Liverpool Football Club and Athletic Grounds.

Dalam perjalanan panjangnya, sejarah Liverpool FC mencatat berbagai periode kelam dan kejayaan. Dari tim promosi yang sempat terdegradasi, hingga menjadi penguasa Liga Inggris dan Liga Champions, The Reds menjelma sebagai salah satu klub tersukses di dunia.

Baca Juga: Di Balik Pertunjukan Barongsai TITD Tjoe Tik Kiong Tulungagung, Pemain Ungkap Tantangan dan Tradisi Sakral di Klenteng

Lahir dari Konflik Everton

Awalnya, Anfield merupakan markas Everton sejak 1884. Namun, John Houlding yang membeli lahan stadion itu menaikkan biaya sewa dan menerapkan kebijakan kontroversial, termasuk kewajiban penggunaan hotel miliknya sebagai ruang ganti pemain.

Perselisihan memuncak pada 1892 ketika Everton memilih pindah ke Goodison Park. Houlding pun mendirikan klub baru. Nama awalnya sempat ditolak federasi karena menyerupai Everton. Akhirnya, dipilihlah nama Liverpool FC.

Di musim pertamanya, Liverpool langsung menjuarai Lancashire League. Mereka kemudian promosi ke Football League Second Division dan mencatatkan rekor tak terkalahkan sebelum akhirnya naik ke kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Baca Juga: Megawati Dipuji dan Dikritik Rival Serbia, Jakarta Pertamina Enduro Tumbangkan Livin Mandiri di Proliga Medan

Gelar Awal dan Periode Kelam

Liverpool meraih gelar Liga Inggris pertama pada musim 1900-1901. Dalam dua dekade berikutnya, mereka menambah beberapa trofi, termasuk back to back juara pada 1921-1922 dan 1922-1923.

Namun setelah itu, sejarah Liverpool FC memasuki periode kelam. Dari 1923 hingga 1945, The Reds gagal meraih trofi. Performa mereka naik turun, bahkan nyaris terdegradasi beberapa kali.

Gelar liga kelima pada musim 1946-1947 sempat memberi harapan. Namun tujuh musim berselang, Liverpool justru terdegradasi pada 1953-1954 dan harus bertahan delapan tahun di kasta kedua.

Baca Juga: Megawati Hangestri Terancam Gagal Comeback ke Red Sparks? Nasib Pelatih Jadi Penentu Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Revolusi Bill Shankly dan Era Keemasan

Kebangkitan besar dimulai saat Bill Shankly ditunjuk sebagai manajer pada 1959. Ia melakukan revolusi total, mulai dari perombakan skuad hingga pembenahan fasilitas latihan di Melwood.

Shankly membangun mentalitas “The Liverpool Way” yang menekankan kerja keras dan loyalitas. Hasilnya, Liverpool promosi dan kembali menjadi kekuatan utama. Di bawah Shankly, mereka meraih tiga gelar Liga Inggris, dua FA Cup, serta trofi Eropa pertama.

Tongkat estafet kemudian dilanjutkan Bob Paisley. Dalam sembilan tahun kepemimpinannya, Liverpool meraih 20 trofi, termasuk tiga Liga Champions dan enam Liga Inggris. Paisley tercatat sebagai manajer tersukses dalam sejarah Liverpool.

Baca Juga: Proliga 2026: Bandung BJB Tandamata Gagal ke Final Four Usai Tumbang dari Jakarta Popsivo Polwan

Tantangan Era Ferguson hingga Keajaiban Istanbul

Memasuki era 1990-an, dominasi Liverpool mulai pudar, terutama setelah Manchester United bangkit bersama Sir Alex Ferguson. Meski begitu, The Reds tetap kompetitif dan meraih sejumlah gelar domestik.

Puncak kejutan terjadi pada musim 2004-2005 saat dilatih Rafael Benitez. Liverpool memenangkan Liga Champions kelima lewat comeback dramatis melawan AC Milan di final Istanbul.

Era Jurgen Klopp dan Transisi Arne Slot

Sejarah Liverpool FC kembali memasuki fase emas ketika Jurgen Klopp datang pada 2015. Dengan filosofi gegenpressing dan rekrutan kunci seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Virgil van Dijk, dan Alisson Becker, Liverpool bangkit.

Klopp mempersembahkan trofi Liga Champions dan mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 30 tahun. Ia juga membawa Liverpool menjuarai berbagai kompetisi domestik dan internasional.

Setelah hampir satu dekade, Klopp mundur dan digantikan Arne Slot. Transisi berjalan mulus. Di musim pertamanya, Slot membawa Liverpool memimpin klasemen Premier League, lolos ke fase gugur Liga Champions, dan mencapai final Carabao Cup.

Perjalanan panjang sejak 1892 hingga era modern membuktikan bahwa sejarah Liverpool FC bukan sekadar kisah klub sepak bola. Ini adalah cerita tentang konflik, kebangkitan, mentalitas juara, dan konsistensi di level tertinggi sepak bola dunia.

Editor : Axsha Zazhika
#Liga Champions Liverpool #sejarah liverpool fc #Bill Shankly #premier league #jurgen klopp