Bagi penggemar otomotif, sejarah MotoGP selalu menarik karena melahirkan banyak legenda seperti Giacomo Agostini, Mick Doohan, hingga Valentino Rossi. Persaingan dalam perebutan gelar juara dunia juga menjadi daya tarik tersendiri yang membuat MotoGP tetap populer hingga sekarang.
Balapan motor sebenarnya sudah ada sejak sepeda motor pertama kali diproduksi. Salah satu ajang tertua adalah Isle of Man TT yang digelar sejak 1908 di Pulau Man, wilayah Kerajaan Inggris.
Berbeda dengan sirkuit modern, balapan ini berlangsung di jalan umum dengan berbagai kondisi medan seperti perbukitan, jalan kota, hingga pedesaan.
Lintasan yang sempit dengan pagar besi dan dinding bangunan membuat Isle of Man TT dikenal sebagai salah satu balapan paling berbahaya di dunia.
Awal Kejuaraan Dunia Balap Motor
Untuk membuat balap motor lebih aman dan terstruktur, organisasi balap motor dunia mulai membentuk sistem kejuaraan resmi pada 1949. Kompetisi ini menjadi cikal bakal MotoGP modern.
Kejuaraan dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan kapasitas mesin yaitu 125cc, 250cc, 350cc, dan kelas utama 500cc. Pembalap pertama yang menjadi juara dunia kelas 500cc adalah Leslie Graham.
Pada masa awal, teknologi motor masih dalam tahap pengembangan sehingga pabrikan terus bereksperimen untuk menciptakan motor tercepat.
Memasuki dekade 1960-an, perkembangan teknologi semakin pesat terutama pada mesin dua-tak yang menjadi andalan banyak tim balap. Teknologi ini dikembangkan salah satunya oleh pabrikan Jerman MZ bersama pembalap Ernst Degner.
Setelah bergabung dengan Suzuki, Degner membantu mengembangkan mesin dua-tak modern yang kemudian menjadi standar balap motor dunia. Teknologi tersebut bahkan digunakan pada motor produksi massal.
Dominasi Jepang di MotoGP
MotoGP mengalami perubahan besar ketika pabrikan Jepang seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki mulai terlibat serius dalam kejuaraan dunia. Kehadiran mereka membuat persaingan semakin ketat.
Pembalap seperti Giacomo Agostini dan Barry Sheene menjadi bintang besar berkat keberhasilan mereka meraih gelar juara dunia di kelas 500cc.
Dominasi pabrikan Jepang berlangsung sangat lama hingga memasuki era 2000-an. Honda bahkan sempat mengembangkan mesin empat-tak revolusioner meski hasilnya belum maksimal pada awalnya.
Memasuki era modern, popularitas MotoGP meningkat pesat dengan munculnya pembalap-pembalap terkenal seperti Wayne Rainey, Freddie Spencer, dan Eddie Lawson yang sering bersaing di papan atas.
Era Valentino Rossi dan MotoGP Modern
Perubahan besar dalam sejarah MotoGP terjadi saat memasuki era milenium. Pada 2001 Valentino Rossi berhasil menjadi juara dunia bersama Honda setelah mengalahkan rival utamanya Max Biaggi.
Setahun kemudian nama kejuaraan resmi berubah menjadi MotoGP dengan regulasi baru yang memperbolehkan penggunaan mesin empat-tak hingga 990cc.
MotoGP terus berkembang dengan berbagai perubahan regulasi. Pada 2007 kapasitas mesin diturunkan menjadi 800cc untuk meningkatkan keselamatan pembalap.
Musim 2007 juga menjadi momen penting ketika Casey Stoner bersama Ducati mematahkan dominasi panjang pabrikan Jepang yang berlangsung lebih dari 30 tahun.
Namun dominasi Ducati tidak berlangsung lama karena Rossi kembali menjadi juara dunia bersama Yamaha pada musim berikutnya.
Selain Rossi, pembalap seperti Nicky Hayden dan Jorge Lorenzo juga menjadi bagian penting dalam perkembangan MotoGP modern.
Era Marc Marquez dan Persaingan Modern
MotoGP kembali memasuki babak baru pada 2012 ketika kapasitas mesin kembali dinaikkan menjadi 1000cc. Perubahan ini diikuti munculnya pembalap muda berbakat seperti Marc Marquez.
Marquez mencatat sejarah dengan menjadi juara dunia termuda setelah meraih gelar pada musim 2013.
Perubahan besar lainnya terjadi pada 2016 ketika Michelin menggantikan Bridgestone sebagai pemasok ban tunggal. Regulasi perangkat elektronik juga diperbarui untuk meningkatkan persaingan.
Musim 2016 bahkan dianggap sebagai salah satu musim paling kompetitif karena sembilan pembalap berbeda berhasil memenangkan balapan.
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan MotoGP semakin ketat terutama setelah absennya Marc Marquez yang sebelumnya mendominasi kejuaraan dunia.
Meski teknologi motor tidak banyak berubah, rivalitas antar pembalap tetap menjadi daya tarik utama MotoGP dan membuat ajang ini tetap menjadi balapan motor paling populer di dunia.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh