Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Larung Sembonyo di Trenggalek Kali Ini Berbeda, Dibarengi Festival Pantai

Dharaka Russiandi Perdana • Minggu, 4 Juni 2023 | 15:29 WIB
MERIAH: Dua perahu menarik sesaji ke tengah laut Teluk Prigi pada Larung Sembonyo yang dihelat tahun ini. (foto: HSA Purna Putra)
MERIAH: Dua perahu menarik sesaji ke tengah laut Teluk Prigi pada Larung Sembonyo yang dihelat tahun ini. (foto: HSA Purna Putra)
TRENGGALEK - Labuh laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, tahun ini beda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, jika biasanya dilaksanakan pada hari Minggu, kini dilaksanakan pada hari Sabtu, seperti yang terjadi kemarin (3/6).

Selain itu, pelaksanakan tahun ini digunakan sebagai embrio Prigi Beach Carnival. Dengan begitu, pada pelaksanaannya tidak hanya sekadar upacara adat sebagai wujud rasa syukur nelayan atas hasil tangkapan yang melimpah, di tangan orang orang kreatif, kegiatan ini menjadi festival pantai yang menarik. Bahkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival pantai ini diharapkan memberi dampak daya ungkit ekonomi masyarakat. "Ini acara tahunan, upacara adat Larung Sembonyo. Ternyata ketika kita melestarikan adat, ada efek ungkitan di sektor ekonomi," ucap Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin.

Ada gelaran acara selama empat hari berturut-turut. Salah satunya, di hari ketiga yang bertepatan dengan tahun sebelumnya diadakan karnival yang menyatukan semua elemen kreatif, mulai dari kuliner, fashion, dan lainnya. Ke depan, harapannya akan ada banyak event yang masuk. Sebab, kali ini masih tahun pertama festival pantai. "Ke depan diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan yang kemudian bisa mengangkat ekonomi masyarakat. Acara adat Larung Sembonyo tentunya menjadi satu momentum menarik. Ada budaya sedekah laut yang dilestarikan menjadi atraksi menarik bagi masyarakat," imbuhnya.

Kemudian, dalam rangkaian itu, kita juga mempromosikan pesona pantai di Trenggalek dengan didukung infrastruktur yang sudah jadi. Meskipun JLS belum izin operasional, tetapi akan segera dibuka. Bandara Kediri juga akan uji coba penerbangan pertama pada Agustus, lalu Desember baru akan dibuka untuk publik. Selain itu, tol yang sampai ke perbatasan Trenggalek-Tulungagung juga sudah penetapan lokasi. Saat ini mulai pembebasan lahan dan selanjutnya proses pembangunan.

Patut disyukuri bahwa apa yang sudah dibangun ini dapat berdaya guna dan bermanfaat untuk masyarakat. Menggerakkan ekonomi khususnya melalui event dan pertunjukan seperti ini. "Biasanya kunjungan wisata Trenggalek berada di angka 800.000, tapi sampai per bulan kemarin sudah mencapai 500.000 kunjungan wisatawan. Jadi, kita target di atas 1 juta sampai akhir tahun 2023," jelas Ipin.

Dengan demikian, gelaran selama empat hari berturut-turut tersebut diharapkan membuat spending waktu lebih lama bagi wisatawan untuk tinggal dan berlibur guna menikmati pesona wisata yang disuguhkan. Dengan begitu, harapannya ada uang yang berputar lebih banyak. "Tunggu nanti, kita bakal segera meluncurkan kalender event untuk menyambut bandara Kediri. Jadi insya Allah akan digelar event spell, bocorannya 100 Festival Desa Wisata yang akan terselenggara beririsan dengan berbagai macam desa wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek," tutupnya. (tra/c1/jaz/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana
#labuh laut trenggalek #sembonyo #teluk prigi #larung sembonyo