TRENGGALEK - Menjaga kesehatan tubuh menjadi fokus utama Anggia Eka Wardani.
Karena itulah, warga Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek itu getol berolahraga.
Salah satunya menekuni aerobik. Bahkan sejak 2021 lalu, dia menjadi instruktur olahraga tersebut.
Semua berawal saat Covid-19 melanda. Masyarakat jauh lebih memperhatikan kondisi kesehatannya.
Tak terkecuali Anggia. Dia getol berolahraga. Senam aerobik jadi pilihannya.
Belajar kali pertama di sebuah sanggar senam. Kemudian semakin rajin, sehingga merasakan dampak positif olahraga tersebut.
Baca Juga: Laporan Warga Soal Dugaan Kades Tak Netral Dikembalikan, Bawaslu Trenggalek Berikan Alasannya
Akhirnya, pada 2021 mulai menjadi instruktur aerobik.
Wanita ramah itu kerap menjadi instruktur di berbagai instansi pemerintah ataupun swasta.
Namun yang paling berkesan, ketika memimpin senam di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Baca Juga: 74,6 Persen Kasus Kebakaran di Trenggalek Akibat Human Error, Wilayah Ini Masuk Kategori Tertinggi
Tubuhnya nyaris lemas. Sebab, dia ketakutan kali pertama menjadi instruktur di sana.
“Pasalnya terbawa dengan orang-orang sangar, bertato, yang merupakan narapidana, sehingga kurang percaya diri,” ungkapnya.
Namun itu tak berlangsung lama. Warga binaan di lapas tak seburuk yang dipikirkan. Justru mereka jauh lebih antusias.
Para warga binaan semangat mengikuti senam mulai awal hingga akhir.
“Saya senang mengajar di sana (lapas, RED). Mereka (warga binaan, Red) antusias, euforianya lebih dapat,” katanya.
Biasanya, Anggia bersama timnya menjadi instruktur aerobik di lapas, dua hingga tiga kali seminggu.
Tiap kali pertemuan sekitar 45 menit hingga satu jam. Pernahkah digoda saat menjadi instruktur senam? Anggia tak menampik hal tersebut. Termasuk saat memimpin senam di lapas. Namun godaan itu menurut dia masih dalam batas wajar.
“Mereka selalu bersikap sopan. Kadang mereka juga iseng godain, sekadar memanggil namaku, berteriak minta nomor Hp, dan meyuruh hati-hati ketika pulang,” jelasnya.
“Kadang saya juga berpesan untuk warga binaan agar selalu menjaga kesehatan dimanapun berada. Karena bagi saya mereka semua sama seperti kita yang salah arah jalan dan perlu dibina,” imbuh wanita 28 tahun itu.
Baca Juga: Ratusan Logistik Pemilu 2024 Rusak, KPU Trenggalek Tak Bisa Berbuat Banyak Selain Lakukan Ini
Selain menjadi instruktur aerobik, setahun terakhir Anggia menekuni gym. Dia menyempatkan diri untuk latihan angkat beban. Baginya, gym juga memiliki banyak manfaat bagi kaum hawa.
“Dapat meningkatkan kekuatan otot dan masa tulang, mengurangi osteoporosis ketika usia lanjut, meningkatkan fleksibilitas otot dan postur tubuh yang baik, mengurangi resiko cidera dan nyeri otot,” ujar Anggia.
Awal nge-gym, badan terasa nyeri. Tapi itu tak lama. Ketika teratur, pasti akan terbiasa.
“Karena olahraga bagi saya adalah menjadi sehat tanpa obat,” tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra