TRENGGALEK - Keberadaan podcast dari Bumi Nusantara yang menceritakan tentang sosok Ayu dan Sarinten menyita perhatian Starvision Plus untuk mengadaptasi dalam film layar lebar.
Berbagai aktor dan aktris digaet untuk memerankan tokoh nyata dalam film bertajuk Sinden Gaib yang telah tayang di bioskop tersebut.
Sara Fajira, Riza Syah, Hingga Novita Hardini, istri Bupati Trenggalek menjadi pemain yang menambah karakter baru dan akting mumpuni.
Pembicaraan Sinden Gaib pun tidak berhenti membuat penasaran publik hingga film ini tayang.
Bumi Nusantara yang menjadi kanal YouTube dimana Ayu asli speak up sampai saat ini terus memberikan informasi seputar sosok Sinden Gaib.
Dibalik sosok Ayu, seorang gadis yang dirasuki seorang sinden Banyuwangi ada sosok Sarinten yang bersemayam dalam tubuhnya hingga kini.
Dilansir radartulungagung.jawapos.com dari YouTube Bumi Nusantara pada 26 Februari 2024, Ayu melalui Bumi Nusantara mengungkap sosok Sarinten, Sinden Gaib dari Banyuwangi.
Sarinten dikenal sebagai seorang sinden tembang jawa Banyuwangi yang terusir dan menetap di Watu Kandang, Desa Pandean.
“Sarinten adalah sosok yang cantik, bahkan cenderung ada daya pikat yang membuat hasrat para lelaki untuk selalu sangat ingin memiliki seorang Sarinten,” ungkap Gaduh Pribadi.
Gaduh Pribadi juga menambahkan bahwa Sarinten memiliki sesuatu yang membuat lawan jenisnya terpikat. Dari daya pikat yang dimiliki Sarinten inilah ia berniat menggapai semua keinginan nya.
Ayu sendiri mengaku ia tidak mengetahui sosok Sarinten sebenarnya. Mengingat Ayu tidak mengenal daerah Watu Kandang sebelumnya bahkan tidak memiliki riwayat keluarga di Desa Pandean tersebut.
Tokoh adat setempat menjelaskan bahwa di Watu Kandang memiliki 7 pulung yaitu Sugriwo, Subali, Anoman, Risnawati, Dadung Melati, dan 2 lainnya bernama Dadung Awuk.
Dalam wawancara di Bumi Nusantara, Gaduh Pribadi bertanya kepada sosok Sarinten yang merasuki Ayu, mengapa ia tidak memilih oknum yang mengambil batu jimat malah memilih Ayu untuk menjadi wadah jiwanya.
Alih-alih menjelaskan, Sarinten malah menjawab itu terserah dia, mengingat sejak kedatangan Ayu, Sarinten sudah mengincar gadis yang pada saat itu masih berusia SMA tersebut.
Sarinten mengungkapkan bahwa ia ingin cucunya yang cantik bisa nyinden seperti dirinya tapi diajari tidak kunjung bisa.
Hal inilah yang menjadi pemicu Sarinten merasuki sosok Ayu terlepas batu jimat yang ia anggap rumah diambil oleh orang lain dan bukan Ayu.
“Itulah uniknya, sebetulnya urusan batu, mengambil atau siapapun itu hanya alasan bagi Sarinten untuk menjadi bisa memasuki Ayu,” terang Gaduh Pribadi.
Gaduh Pribadi juga menambahkan barangkali memang Ayu adalah dianggap wadah yang pas untuk Sarinten.
Sarinten di akhir wawancara menjelaskan bahwa ia dan Ayu tidak bersatu, melainkan bersandingan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra