Trenggalek- Kolam renang Tirta Jwalita semakin terbengkalai. Sebab, pasca ditutup tahun lalu, tempat wisata yang berada di komplek Stadion Menak Sopal itu hingga kini tak difungsikan. Dinas terkait masih mengkaji menggandeng pihak ketiga untuk pengelolaan kolam renang tersebut.
Seperti diketahui, penutupan kolam renang lantaran insiden tragis pada Juni 2023 lalu. Tiga bocah kehilangan nyawa saat berenang di sana. Pemerintah setempat langsung menghentikan operasional kolam renang tersebut.
Pantauan di lokasi, kondisi kolam renang yang dulu menjadi kebanggaan masyarakat itu memprihatinkan. Kondisi kolam telah dipenuhi rumput liar, cat bangunan mulai memudar, dan beberapa fasilitas pendukung rusak. Padahal, selama masa operasionalnya, kolam renang Tirta Jwalita menyumbang PAD bagi Bumi Menak Sopal. Kolam tersebut diketahui mampu menghasilkan PAD sebesar 500 juta rupiah setiap tahunnya.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek Sunyoto menyampaikan, pihaknya sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga. Langkah ini dinilai strategis untuk menghidupkan kembali potensi wisata kolam renang tanpa membebani Disparbud dengan pengelolaan langsung.
“Kemungkinan kami kerjasamakan dengan pihak ketiga. Alasannya, kalau disparbud yang mengelola, tenaga yang kami miliki kurang, dan pelayanan tidak bisa seoptimal pihak ketiga yang sudah profesional,” ujarnya.
Sunyoto juga menyebut obrolan secara lisan dengan beberapa pihak ketiga telah dilakukan. Meski begitu, keputusan final mengenai pengelolaan Tirta Jwalita belum ditetapkan.
“Kami akan gandeng pemilik aset dan pihak perekonomian agar ada keputusan bersama. Untuk saat ini masih dalam tahap diskusi,” tambahnya.
Dengan kerjasama pihak ketiga, Disparbud berharap fasilitas kolam renang Tirta Jwalita dapat kembali beroperasi, menarik wisatawan, dan memberikan kontribusi PAD yang stabil bagi Trenggalek. Langkah ini diharapkan menjadi solusi agar kolam renang tersebut tidak dibiarkan mangkrak dan kembali menjadi aset daerah yang produktif. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa