TRENGGALEK- Banjir juga membuat jalur Trenggalek-Tulungagung lumpuh. Tepatnya mulai depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sebelah utara Jembatan Ngasinan, hingga depan Gedung Serbaguna Kelurahan Kelutan. Pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek, banjir akibat meluapnya Sungai Ngasinan tersebut mulai terjadi sekitar pukul 00.05 Senin dini hari .
Banjir di lokasi tersebut memiliki kedalaman yang bervariasi. Di bagian utara SPBU kedalaman hanya sebatas mata kaki, sedangkan di bagian selatan kedalaman hampir selutut orang dewasa. Meskipun demikian, arus banjir tersebut cukup deras sehingga membuat arus lalu lintas terhambat. Hingga pukul 06.00 banjir tak kunjung mereda. Kondisi tersebut membuat tim Satlantas Polres Trenggalek harus melakukan rekayasa lalu lintas (lalin).
“Rute pengalian arus untuk dari arah Ponorogo bisa menuju Tulungagung, khususnya roda dua dan roda empat melalui Simpang Tiga longsor ke arah Simpang Empat Karangan. Kemudian menuju Simpang Tiga Jarakan. Selanjutnya, belok ke kiri ke jalur arah Tulungagung begitu pula sebaliknya,” papar Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno.
Tak hanya satu jalur, pihaknya juga mempersiapkan rute kedua untuk mengarah ke Tulungagung dan Ponorogo. “Rute kedua juga bisa dilalui yaitu jalur Ngampon-Bendorejo dengan melalui Simpang Empat bendorejo belok ke kanan untuk menuju Simpang Empat Nirwana, lalu ke Simpang Tiga pos PM dan belok ke kanan untuk menuju Ponorogo,” jelasnya.
Salah satu pengendara motor, Amalia Rizky mengaku harus mengambil jalur memutar untuk menuju pusat kota. “Biasanya saya memang lewat Jalan Nasional, tapi karena ada banjir harus belok di Simpang Empat Bendorejo,” ujarnya. (kho/wen)
Editor : Whendy Gigih Perkasa