Tingkat kekebalan kelompok (herd immunity) menjadi salah satu kunci untuk menekan virus korona. Maka dari itu, Universitas Tulungagung (Unita) menggelar vaksinasi dengan sasaran mahasiswa dan masyarakat umum.
Untuk mendukung suksesnya kegiatan pembelajaran pada tahun akademik 2021- 2022 yang menerapkan sistem kuliah Blended Learning, Universitas Tulungagung (Unita) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mengadakan vaksinasi tahap pertama Covid-19 bagi mahasiswa Unita kemarin (28/9).
Wakil Rektor 2 Unita, Dr Sri Sutrismi MM menjelaskan, vaksinasi ini untuk memfasilitasi mahasiswa.Pada awal pembelajaran luring lalu, banyak mahasiswa tidak hadir dengan alasan belum vaksin.
Padahal vaksinasi menjadi syarat utama mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran luring. Dengan begitu, kampus melaksanakan vaksinasi tahap pertama dengan jumlah 1.000 dosis.
Rinciannya sekitar 500-700 untuk mahasiswa dan selebihnya untuk masyarakat umum.
“Karena alasan itu, akhirnya rektor mengajukan kerja sama dengan dinkes untuk program vaksinasi mahasiswa. Karena dosisnya banyak, masyarakat umum juga masuk dalam program vaksinasi ini,” tutur Trismi, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, selanjutnya pihak Unita akan terus berkoordinasi dengan dinkes tentang kelanjutan program vaksinasi tahap kedua. Sedangkan untuk dosen dan staf Unita, vaksinasi tahap kedua sudah dilakukan menyeluruh.
Pelaksanaan vaksinasi tidak terpusat di satu tempat. Sebab, jenis vaksinnya yang tidak sama.
“Keseluruhan, baik itu rektor dan staf Unita sudah melaksanakan vaksin tahap dua dan kami siap untuk melaksanakan pembelajaran luring,” ujarnya.
Sementara itu, antusiasme mahasiswa tampak dalam kegiatan vaksinasi kali ini. Mereka siap menyukseskan vaksinasi sebagai syarat utama pembelajaran tatap muka.
Seperti disampaikan salah satu mahasiswi peserta vaksinasi, Bintang Vee. Dia sudah lama merindukan pembelajaran tatap muka sehingga dirinya siap mengikuti vaksinasi.
“Kami siap wujudkan mahasiswa yang sehat dan produktif untuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dengan vaksin Covid-19,” ucapnya.
Editor : Anggi Septian Andika Putra