Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pernikahan Dini Sebabkan Potensi Stunting Naik 

Anggi Septian Andika Putra • Rabu, 8 Februari 2023 | 18:36 WIB

TULUNGAGUNG – Tingginya angka pernikahan dini ternyata memiliki beragam dampak kesehatan bagi pasangan di bawah umur tersebut. Belum lagi, masa kehamilan serta persalinan dari pasangan tersebut meningkatkan risiko kematian kehamilan empat kali lebih besar dari pernikahan pada umumnya.

Kabid Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, tingginya angka pernikahan dini di Tulungagung memiliki beragam dampak kesehatan atas pernikahan dari pasangan belum cukup umur. Adapun dampak dari pernikahan dini tergolong menjadi dua faktor, yakni faktor psikologis dan fisik. “Pasti ada dampak kesehatan dari pasangan yang melangsungkan pernikahan dini. Apalagi bagi calon ibu dari perempuan belum cukup umur itu,” jelasnya kemarin (1/2).

Dampak faktor psikologis dari pernikahan usia dini meliputi pasangan tersebut menjadi buah bibir di lingkungannya, hilangnya kesempatan bergaul dengan teman sebaya, hilangnya kesempatan mengenyam pendidikan, hingga timbulnya perasaan gelisah serta ketidakharmonisan hubungan rumah tangga. Dampak psikologis tersebut akan meningkatkan potensi gagalnya sebuah rumah tangga berujung dengan perceraian. “Pada pernikahan yang tidak bahagia itu, akhirnya adalah perceraian,” ucapnya.

Kemudian, dampak faktor fisik yakni terpaksa menerima kehamilan dengan risiko tinggi. Sebab, usia calon ibu dalam mempersiapkan kehamilan sangat memengaruhi kesehatan.

Menurut dia, calon ibu dari pernikahan dini tersebut secara perkembangan organ tubuh belum berkembang sempurna. “Dengan begitu akan membahayakan kehamilan dan bayi yang dikandung,” paparnya.

Berdasarkan tinjauan, kasus kematian kehamilan remaja empat kali lebih tinggi jika dibandingkan ibu melahirkan dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Tak hanya itu, dampak kehamilan serta persalinan dari pernikahan usia dini itu yakni anemia atau kurang darah, kurang gizi, preeklamsia atau keracunan kehamilan, penularan penyakit kelamin, dan meningkatnya potensi stunting bagi anak yang dilahirkan. Diketahui, proses kehamilan serta persalinan dari pasangan pernikahan dini tersebut akan berdampak adanya pendarahan, luka pada leher rahim, komplikasi saluran kencing dan ginjal, serta infeksi. “Dari datanya, kehamilan remaja atau pasangan dari pernikahan usia dini itu memiliki kasus kematian kehamilan empat kali lebih besar daripada ibu melahirkan dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Dari situ kan sudah terlihat sekali dampak kehamilan dari pernikahan usia dini,” ungkapnya.

Masa kehamilan bagi calon ibu membutuhkan beragam persiapan. Berbeda halnya dengan pasangan dari pernikahan dini yang notabene terjadi kehamilan terlebih dahulu.

Dia menegaskan, dengan mempersiapkan kehamilan tersebut maka akan melancarkan masa kehamilan, persalinan, dan kesehatan bayi. Berdasarkan penelitian, persiapan untuk memasuki masa kehamilah yaitu sekitar tiga bulan. “Misalnya, jika memiliki masalah kesehatan seperti tuberkulosis (TB), anemia, kalori. Jadi, mempersiapkan itu artinya calon ibu memiliki kesempatan untuk menyembuhkan masalah kesehatannya tersebut,” jelasnya.

Disinggung ihwal usia aman untuk kehamilan, dia mengaku, usia aman untuk masa kehamilan yaitu 20 hingga 36 tahun.

Dia mengatakan, usia tersebut merupakan usia matang bagi perempuan untuk memasuki masa kehamilan. Adapun masa kehamilan dengan usia di bawah 20 tahun dan di atas 36 tahun juga memiliki risiko. “Sebenarnya, perempuan itu bisa hamil ketika dia mulai menstruasi hingga menopause. Tapi, usia-usia rekomendasi untuk memasuki masa kehamilan itu ya usia 20 hingga 36 tahun. Itu usia ideal,” tutupnya. (mg2/c1/din)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Editor : Anggi Septian Andika Putra
#stunting tulungagung #tulungagung #pernikahan dini tulungagung #resiko pernikahan dini