Di tangan masyarakat Desa Nglutung, populasi rumpun bambu yang melimpah mampu dimanfaatkan menjadi salah satu potensi andalan desa. Desa Nglutung dikenal sebagai salah satu wilayah atau sentra produksi aneka tusuk bambu, mulai tusuk sate, tusuk sosis, hingga tusuk sempol. Tak heran, potensi tusuk bambu itu menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat.
Kantor Kepala Desa Nglutung sebagai pusat pemerintahan desa berada di Dusun Wotgalih, RT 02/RW 02. Secara administratif, jumlah dusun di Desa Nglutung ada 5, yakni Tlogo, Wotgalih, Badong, Cerme, Pakel, dengan 9 wilayah rukun warga (RW) dan 25 wilayah rukun tetangga (RT).
Data jumlah penduduk hingga akhir 2022 sebanyak 3.671 jiwa atau 1.387 kepala keluarga (KK), terdiri dari 1.673 jiwa laki-laki dan 1.998 jiwa perempuan. Kemudian, data daftar pemilih tetap (DPT) pada pesta demokrasi terakhir adalah 2.976 hak suara. Dari jumlah itu terdapat 174 hak suara pemilih pemula di desa yang dipimpin Kepala Desa Nglutung, Katam SAP.
Desa Nglutung memiliki luas wilayah 4.464.581 m², dengan batas utara berbatasan dengan Desa Krosok, Kecamatan Sendang; sebelah timur berbatasan dengan Des Talang, Kecamatan Sendang; sebelah selatan berbatasan dengan Desa Babadan, Kecamatan Karangrejo; dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Kedoyo, Kecamatan Sendang.
Dan hari ini, di Desa Nglutung digelar rangkaian Liga Masak Radar Tulungagung di wilayah Kecamatan Sendang. Lomba masak antar kepala desa se-Kecamatan Sendang mulai digulirkan Senin (5/6) lalu, dengan diawali di Desa Tugu, kemudian Desa Sendang dan Desa Picisan. Ada 11 kepala desa yang bakal unjuk kebolehan memasak bersama pasangan masing-masing. Rangkaian Liga Masak Radar Tulungagung berlangsung mulai Senin (5/6) hingga Kamis (14/6) mendatang. (ynu/rka) Editor : Nurul Hidayah