TULUNGAGUNG – Kondisi siswa MTsN 4 Tulungagung yang mengalami keracunan mulai membaik. Bahkan di antaranya sudah diperkenankan pulang usai menjalani perawatan di Puskesmas Bandung.
Kepala MTsN 4 Tulungagung Slamet Riyadi saat dikonfirmasi mengakui jika siswanya yang mengalami keracunan minuman sudah mulai membaik. Namun dia kurang mengetahui seberapa banyak yang sudah diperkenankan pulang. “Kondisi siswa kami mulai membaik,” katanya melalui sambungan telepon, kemarin (17/9).
Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Keracunan Berdasarkan Zat Jenis Pemaparnya
Slamet, -sapaan akrabnya menambahkan, pihak sekolah sebenarnya sudah melarang siswa untuk jajan sembarangan di luar sekolah. Bahkan selama ini disarankan untuk jajan di kantin sekolah yang sudah terjamin kebersihannya. Sehingga dia kurang yakin jika hal tersebut juga dipicu siswa belum sarapan sebelum mengikuti olahraga. “Saya yakin mereka sudah sarapan. Lagipula mereka membeli minuman di luar sekolah setelah olahraga. Alhamdulillah, yang mengalami keracunan sudah mulai membaik,” tambahnya.
Di sisi lain Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan bahwasannya pihaknya telah mengamankan sisa-sisa sampel dari minuman yang dikonsumsi oleh belasan siswa MTSN 4 Tulungagung. Yang mana sisa sampel minuman tersebut akan dikirimkan ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Surabaya. “Sampel sudah kita amankan. Sisa sample minuman akan dikirimkan ke BBTKLPP Surabaya,” jelasnya.
Diketahui pengiriman sample minuman tersebut akan dikirimkan pada Senin (17/9). Adapun pengiriman tersebut guna mengetahui hasil lab penyebab keracunan terhadap peserta didik di MTSN 4 Tulungagung. “Ya tujuannya untuk melihat penyebab keracunan siswa itu karena apa, kandungan apa yang ada di minuman itu,” ucapnya.
Baca Juga: Tujuh Langkah Tangani Keracunan dan Antisipasi Dampak Lebih Buruk
Tak hanya itu, pihaknya juga tengah menjalin komunikasi intensif dengan RSUD dr Iskak Tulungagung. Yang mana hal tersebut guna mengetahui mana proses yang lebih cepat dalam proses identifikasi penyebab keracunan dari sampel tersebut. “Saya sedang komunikasi dengan RSUD dr Iskak juga, mana yang lebih cepat nanti. Opsi lain selain BBTKLPP Surabaya ya di RSUD dr. Iskak,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, 10 siswa MTsN 4 Tulungagung harus dilarikan ke Puskesmas Bandung pada Sabtu (16/9). Mereka terindikasi keracunan minuman teh dan cappucino cincau yang mereka beli usai olahraga di luar sekolah. Apalagi mereka mengaku pusing dan badan terasa lemas. Setelah menjalani perawatan, lima orang di antaranya diperbolehkan pulang, dan sisanya harus menjalani rawat inap.(ziz/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana