RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - PLN UP3 Kediri begitu fokus untuk menyebarkan virus konvergensi ke energi ramah lingkungan.
Hal ini dibuktikan dengan peresmian Desa Tematik Penggilingan Gula Merah di Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan. Total mereka menggelontorkan bantuan hingga Rp 120 juta.
PLN UP3 Kediri meresmikan program desa tematik, dengan menggandeng pelaku usaha UMKM khusus produksi gula merah dari tebu.
Acara berlangsung pada hari Rabu kemarin (20/9) pukul 09.00 sampai selesai, yang bertempat di Desa Ariyojeding, Kecamatan Rejotangan. Dihadiri Bupati Tulungagung yang diwakili Kepala disperindag, Sekcam Rejotangan, Kades Ariyojeding, dan para tamu undangan masyarakat setempat.
PLN UP3 Kediri juga memperkenalkan produk unggulan Layanan Harmoni, yakni layanan mudah, andal, ramah lingkungan, dan motor penggerak ekonomi yang berfokus pada pelayanan agrikultur.
Serta mengajak pelaku UMKM yang sedang bertumbuh kembang dapat meningkatkan jumlah produksi yang lebih besar.
PLN UP3 Kediri juga memberikan bantuan berupa 11 alat penggerak yang sudah dikonversi berbasis tenaga listrik untuk produksi penggilingan tebu bagi 11 pelanggan dari UMKM produksi gula merah tebu.
Dipilihnya Desa Ariyojeding dikarenakan merupakan salah satu desa penghasil gula merah tebu yang cukup produktif.
Manajer PLN UP3 Kediri, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengajak UMKM yang sebelumnya menggunakan peralatan berbasis diesel berbahan bakar minyak, untuk diganti dengan peralatan berbasis energi listrik karena telah terbukti lebih ekonomis.
Dengan begitu, pelaku usaha gula merah sudah tidak lagi memerlukan BBM solar dalam proses produksi. “Dampak peralihan produksi dari bahan bakar minyak menggunakan diesel diganti dengan energi listrik, terbukti lebih hemat 40 persen, serta yang utama adalah lebih ramah lingkungan,” jelasnya.
Total bantuan konversi alat berbasis listrik PLN UP3 Kediri mencapai Rp 120 juta untuk 11 alat produksi yang telah dikonversi.
PLN UP3 Kediri juga melakukan investasi pembangunan jaringan listrik tegangan menengah 20 kv, gardu distribusi dan tegangan rendah dengan panjang JTM sekitar 500 meter, dan gardu yang dibangun untuk distribusi 2 buah serta untuk JTR hampir 500 meter dengan total investasi jaringan yang digelontorkan oleh PLN untuk melistriki 11 pelaku usaha UMKM gula merah hampir mencapai Rp 500 juta.
“Manfaat dari program yang diberikan oleh PLN ini lebih menghemat biaya operasional pelaku usaha gula merah, fleksibel, nyaman, aman, dan tentunya ramah lingkungan karena kita sudah mengacu pelayanan go green,” paparnya.
Kepala Disperindag Tri Hariadi yang mewakili Bupati Maryoto Birowo menjelaskan, bantuan PLN UP3 Kediri ini sangat membantu masyarakat setempat dan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pengolahan gula merah di Desa Ariyojeding.
Upaya ini diharapkan menumbuhkan ekonomi lokal dari kelompok terkecil, kemudian memberi manfaat untuk sekala yang lebih besar yaitu di kawasan usaha pengolahan gula merah.
“Pemkab Tulungagung juga siap berkolaborasi dengan PLN UP3 Kediri untuk kajian pengembangan kawasan terdepan,” katanya.
Sementara itu, Evi Wijayanti dari salah satu pengguna penggilingan tebu bertenaga listrik mengatakan, alat tersebut memiliki banyak kelebihan. Khususnya dari tenaga maupun finasial.
Dulu sebelum memakai listrik, setiap pagi dia harus beli bahan bakar minyak di SPBU, dan hanya dikasih 20 liter bahkan terkadang tidak ada.
Kemudian, harus ke balai desa untuk meminta surat pembelian dan sebulan sekali harus memperbarui surat izin pembelian BBM subsidi.
“Dengan adanya program ini, saya bisa terbantu dan sangat memudahkan sekali,” tutur salah satu pelaku UMKM gula merah dari tebu tersebut.
Acara peresmian pun dilanjutkan dengan peninjauan lokasi pengolahan gula merah dari tebu program desa tematik. (*/c1/rka)
Editor : Anggi Septian A.P.