Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Disperindag Tulungagung Bidik Enam Pasar Tuk Terapkan E-Retribusi, Pasar Kesayanganmu Termasuk?

Mukhamad Zainul Fikri • Jumat, 29 September 2023 | 16:55 WIB

 

Distribusi bahan pangan yang ada di pasar.
Distribusi bahan pangan yang ada di pasar.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pemkab terkesan belum puas pada pendapatan asli daerah (PAD) sektor pasar. Alhasil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung membidik enam pasar di Tulungagung untuk menjadi lokasi baru penerapan e-Retribusi.

Apalagi, hal ini mampu meningkatkan PAD sektor pasar sampai 1,6 persen.

Sekadar diketahui, saat ini hanya dua pasar yang sudah menggunakan konsep e-Retribusi dalam melakukan penarikan kepada para pedagang pasar. Yakni, Pasar Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, serta Pasar Ngunut.

Evaluasi dari dua pasar tersebut, agaknya pemerintah daerah cukup puas dan berkeinginan untuk memasifkan konsep e-Retribusi ke semua pasar yang ada di Tulungagung.

Kepala Disperindag Tulungagung Tri Hariadi menyebut, saat ini ada empat pasar yang secara progres sudah sangat dekat untuk mengaplikasikan e-Retribusi. Keempat pasar itu mulai dari Pasar Ngemplak, Pasar Karangrejo, Pasar Kauman, serta Pasar Tamanan.

Indikasinya karena sudah ada penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Disperindag Tulungagung bersama salah satu perbankan sebagai pihak penyedia jasa.

“Saat ini kita tambah empat pasar, sedangkan sampai akhir tahun nanti rencananya akan kita tambah dua pasar lagi. Paling tidak tahun ini ada enam pasar yang sudah melaksanakan e-Retribusi ini,” jelas Tri Hariadi.

Pada empat pasar tersebut, saat ini sudah mulai tahap sosialisasi dan pengenalan aplikasi yang digunakan untuk e-Retribusi kepada para pedagang. Yang diutamakan pada tahap awal adalah para pedagang kios terlebih dahulu, setelahnya akan merambah kepada seluruh pedagang yang ada di empat pasar itu.

“Aplikasinya sederhana dan tidak ribet, jadi setiap pedagang akan ditempel barcode dan pemungut tinggal scan saja. Dengan proses itu, secara otomatis uang (retribusi) akan tertransfer,” katanya.

“Dulu itu kalau membayar retribusi kan harus menyiapkan kembalian dan sebagainya. Kalau ini (e-Retribusi) lebih mudah dan waktunya lebih cepat,” katanya.

Tri Hariadi melanjutkan, tahun depan seluruh pasar yang ada di kabupaten ini ditargetkan sudah mulai melaksanakan e-Retribusi. Pada 19 kecamatan yang ada di Tulungagung sendiri, setidaknya ada 31 pasar yang dikelola oleh Disperindag Tulungagung.

Jika sampai akhir tahun sudah ada 8 pasar yang sudah menggunakan e-Retribusi, artinya masih kurang sekitar 23 pasar lagi yang harus dituntaskan sepanjang tahun 2024 nanti.

“Memang prosesnya ini bertahap. Namun, pada tahun depan, insya Allah tuntas lah semua pasar menggunakan e-Retribusi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, konsep e-Retribusi ini sangat membantu untuk pemaksimalan pungutan kepada para pedagang pasar yang nantinya untuk PAD Tulungagung.

Selain bisa meningkatkan PAD yang didapatkan, program e-Retribusi pasar bisa meminimalisasi tenaga yang saat ini juga semakin berkurang.

“Selain lebih mudah, tenaga kita kan semakin berkurang karena belum ada penambahan,” tuntasnya. (nul/c1/rka)

Baca Juga: Majukan Ekonomi Rakyat, Erick Thohir Kerahkan BUMN Atasi Kesenjangan

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#pasar tulungagung #e-retribusi #Disperindag Tulungagung