Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengaruh Politik Identitas di Tulungagung, Bisa Jadi Api di Tengah Adem Ayemnya Masyarakat Jelang Pemilu 2024

Mukhamad Zainul Fikri • Jumat, 29 September 2023 | 20:21 WIB

 

(ISTIMEWA)
(ISTIMEWA)

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Potensi gesekan antarmasyarakat Tulungagung menjelang pesta demokrasi 2024 masih minim. Meski demikian, praktik-praktik politik identitas menjadi perhatian agar masyarakat tidak terbelah karena isu agama yang dibawa-bawa ke politik.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung, Bambang Triono mengungkapkan, berdasarkan deteksi dini yang dilakukan, gesekan di tengah-tengah masyarakat Tulungagung yang kaitannya dengan persiapan pemilu ataupun pilkada sangatlah minim. Salah satu indikatornya adalah koordinasi yang baik antara pemerintah serta organisasi-organisasi politik di Tulungagung.

“Yang kami lihat, antarorganisasi politik yang ada di Tulungagung itu ada koordinasi yang baik. Sehingga kerawanan-kerawanan sampai detik ini sangat minim. Ya semoga bisa sampai pemilu selesai nanti,” katanya.

Bambang mengakui bahwa yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah adalah kerawanan yang terjadi antarperguruan silat. Padahal, jajaran Pemkab Tulungagung, Polres Tulungagung, hingga Kodim 0807 Tulungagung juga tidak kurang-kurang mengadakan koordinasi dengan tokoh-tokoh pencak silat di kabupaten ini. “Tapi, pada kurun waktu 3-4 bulan terakhir, sebenarnya situasinya sudah cukup kondusif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tulungagung, Soim mengatakan, program besar yang akan dilaksanakan menjelang Pemilu 2024 adalah semacam sarasehan kepada pemuda dan pelajar di Tulungagung. Selama ini, dia juga telah berusaha untuk masuk ke tokoh-tokoh agama agar tempat ibadah tidak sebagai tempat politik praktis. Itu semua dilakukan agar pesta demokrasi di Tulungagung mendatang tidak ada yang namanya politik identitas. “Karena kerawanan yang terjadi adalah saat terjadinya perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Pembahasan dengan konteks beda agama itu harus diperkecil karena bisa memicu kerawanan tersebut,” jelas Soim.

Dalam pandangannya, selama ini masyarakat Tulungagung sangat minim konflik antarumat beragama. “Kalaupun permasalahan pendirian tempat ibadah, itu juga sudah terselesaikan tahun ini,” tutup Soim. (nul/c1/rka)

Baca Juga: Dapil 7 Jatim pada Pemilu 2024 Bagai Arena Pertarungan Para Pesohor

Editor : Anggi Septian A.P.
#pemilu 2024 #politik tulungagung #politik identitas