Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pakan Alternatif Unggas, Kandungan Protein Ampas Tahu Lebih Baik daripada Kedelai Asli, Simak penjelasnnya..

Didin Cahya Firmansyah • Minggu, 22 Oktober 2023 | 02:00 WIB
BISA DICOBA: Pakan alternatif unggas, kandungan protein ampas tahu lebih baik daripada kedelai asli.
BISA DICOBA: Pakan alternatif unggas, kandungan protein ampas tahu lebih baik daripada kedelai asli.

TULUNGAGUNG-Banyak peternak ayam mencari pakan alternatif unggas yang efisien untuk memastikan ayam mereka berkembang menjadi pedaging berkualitas tanpa harus menghabiskan anggaran besar.

Di tengah berbagai opsi pakan alternatif yang ada, para ahli peternakan merekomendasikan suatu bahan yang mengejutkan dengan manfaat luar biasa.

Jika Anda merupakan seorang peternak ayam yang ingin mengetahui bahan apa yang dapat membantu ayam tumbuh menjadi pedaging berkualitas tinggi secara ekonomis, saat ini, peternak-peternak semakin tertarik pada ampas tahu sebagai opsi yang menjanjikan.

Ampas tahu, yang merupakan sisa dari proses pembuatan tahu, memiliki berbagai manfaat dan metode pengolahan yang sederhana, sehingga menjadi salah satu solusi yang semakin diminati dalam industri peternakan.

Dikutip dari website Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, tahu adalah makanan yang mengandung banyak protein nabati yang diminati oleh konsumen.

Tetapi akibat peningkatan produksi tahu, ada surplus ampas tahu atau sisa yang belum dimanfaatkan dan dianggap memiliki nilai ekonomis yang rendah.

Namun, jika kita memeriksa lebih dalam, ampas tahu tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan kandungan protein.

Saat ini, hanya sedikit peternak yang memanfaatkannya sebagai pakan tambahan bagi ternak mereka, selain pakan konsentrat.

Ternak yang diberi pakan ampas tahu mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diberi.

Ampas tahu dapat digunakan sebagai komponen dalam penyusunan ransum ternak, dan saat ini, mudah didapatkan dengan harga yang minim.

Dari segi komposisi kimia, ampas tahu kaya akan protein dan lemak, meskipun kandungannya dapat berbeda tergantung pada tempat dan metode pengolahannya.

Terdapat laporan yang menyebutkan bahwa kandungan ampas tahu mencakup protein sekitar 8,66%, lemak sekitar 3,79%, air sekitar 51,63%, dan abu sekitar 1,21%.

Oleh karena itu, ampas tahu memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan makanan ternak.

Namun, ampas tahu memiliki kelemahan sebagai bahan pakan, seperti kandungan serat kasar yang tinggi dan kadar air yang tinggi.

Tingginya kandungan serat kasar membuatnya sulit dicerna oleh itik, dan kadar air yang tinggi membatasi umur simpannya.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui proses fermentasi.

Dari segi komposisi kimia, ampas tahu dapat digunakan sebagai sumber protein yang memiliki kualitas lebih tinggi daripada kacang kedelai.

Protein dalam ampas tahu memiliki nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah, karena ampas tahu berasal dari kedelai yang telah dimasak.

Selain itu, ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro dan makro, termasuk Fe (zat besi), Mn (mangan), Cu (tembaga), Co (kobalt), dan Zn (seng).

Ketika ampas tahu segar memiliki kadar air sekitar 84,5% dari beratnya, umur simpannya menjadi pendek karena kadar air yang tinggi.

Ampas tahu basah tidak dapat disimpan lama dan akan cepat mengalami pembusukan dalam waktu 2-3 hari, sehingga ternak tidak akan menyukainya.

Di sisi lain, ampas tahu kering memiliki kadar air sekitar 10,0 - 15,5%, sehingga memiliki umur simpan yang lebih lama dibandingkan dengan ampas tahu segar.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pakan alternatif #peternak ayam #pakan ayam