TULUNGAGUNG– Kegelapan selalu menyelimuti area sekitar Jembatan Ngujang 2 Tulungagung.
Pasalnya, 31 lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung yang terpasang di dekat jembatan penghubung Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, dan Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol, itu padam.
Alhasil, para pedagang di sekitar Jembatan Ngujang 2 pun sambat dan khawatir jembatan tersebut rawan memicu kecelakaan.
Salah satu pedagang makanan bernama Marjuli mengatakan, kondisi ini sudah terjadi cukup lama. Padahal dulu semua bisa menyala, tetapi sekarang hanya beberapa titik yang masih berfungsi normal.
“Kondisi ini sudah cukup lama terkait PJU di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung. Alhasil, ruas jalan sini selalu gelap saat malam tiba,” katanya, Rabu (8/11/2023)
Kondisi semakin parah tatkala jam menunjukkan pukul 22.00. Sebagian besar lampu padam di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, padahal arus lalu lintas di area itu terhitung cukup ramai.
Marjuli pun berharap pihak terkait bisa segera turun tangan menangani hal tersebut. Karena ini juga bisa berpengaruh pada pendapatan para pedagang yang sering berjualan di area tersebut.
Saat lampu padam di Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, tentu jarang ada orang yang berminat untuk membeli barang dagangannya. “Posisi jembatan ini kan vital untuk menuju pusat kota. Mbok ya segera diperbaiki jika ada yang rusak,” ujarnya.
Sekadar diketahui, jembatan ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada 4 Januari 2019 silam. Dengan diresmikannya Jembatan Ngujang II dapat mengurangi minimnya akses jembatan penghubung yang dipisahkan Sungai Brantas untuk menuju pusat kota Tulungagung.
Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung Panji Putranto saat dikonfirmasi terpisah mengaku bahwa PJU di kawasan Jembatan Ngujang 2 masih dalam wewenang kontraktor yang membangun jembatan.
Karena itu dalam satu paket dan belum diserahkan ke Pemkab Tulungagung. “Itu masih wewenang kontraktor jembatan. Sedangkan jenis lampu PJU itu menggunakan tenaga surya,” jelasnya.(yog/c1/rka)
Editor : Didin Cahya Firmansyah