TULUNGAGUNG - Ribuan pesilat penuhi jalur provinsi tepat di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung pada Senin (8/1/2024).
Akibatnya arus lalu lintas pada jalur penghubung Kabupaten Tulungagung dengan Kediri macet total.
Berdasarkan pantauan lapangan, terdapat ribuan pesilat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) padati jalan tepat di depan kantor Pengadilan Negeri Tulungagung.
Kedatangan para pesilat ini bertujuan untuk memberikan dukungan motal pada pra peradilan kasus meninggalnya pelajar usai latihan silat di Ngunut beberapa waktu lalu.
Sayangnya aksi solidaritas ini berimbas pada arus lalu lintas di jalur provinsi tersebut.
Diketahui ribuan pesilat yang tergabung dari berbagai wilayah, meliputi dari Kabupaten Trenggalek, Blitar, Kediri dan Tulungagung ini membuat jalur penghubung antara Kabupaten Tulungagung dengan kediri terpaksa lumpuh total.
Akibatnya lalu lintas pada jalur provinsi tersebut alami kemacetan setidaknya sekitar 30 menit lebih.
Hal ini dikeluhkan oleh Pengguna Jalan, Riski Arianto menyayangkan adanya ribuan pesilat yang memenuhi jalur provinsi tersebut. Tentu saja dengan aksi ini, membuat pengguna jalan terganggu lantaran jalur yang dipenuhi oleh para pesilat.
“Ya sebenarnya terganggu, tapi mau bagaimana lagi,” jelasnya Senin (8/1/2024).
Akibat aksi ini, dia mengaku, terpaksa bermacet-macetan selama 30 menit lebih hingga selepas jembatan Ngujang 1.
Diketahui kondisi ini pun juga dikeluhkan oleh pengguna jalan lainnya. “Ya baru selepas jembatan Ngujang 1 bisa longgar. Sebelum itu macet total, butuh waktu sekitar 30 menit lebih untuk lepas dari kemacetan ini,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra