TULUNGAGUNG – Penyerahan duplik atas replik pada sidang pra peradilan kasus meninggalnya pelajar usai berlatih silat telah dilaksanakan pada Senin (8/1/2024) siang.
Sidang kali ini diwarnai oleh ribuan pendekar silat yang datang dari beberapa wilayah untuk memberikan dukungan moral atas kasus tersebut.
Aksi tersebut tentunya mengganggu ketertiban lalu lintas pada jalur provinsi tepat di depan Kantor Pengadilan Negeri Tulungagung.
Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya telah menyerahkan duplik dari pihak kepolisian atas replik sidang pra peradilan penetapan tersangka kasus meninggalnya pelajar usai berlatih pencak silat di Ngunut.
Penyerahan duplik dilakukan pada Senin (8/1/2024) sekitar pukul 14.00 WIB.
“Hari ini adalah penyerahan duplik dari pihak kepolisian. Itu sudah kami lakukan,” jelasnya kemarin (8/1/2024).
Tak hanya untuk penyerahan duplik, pihaknya juga melakukan pengamanan di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung serta di simpul-simpul jalan di wilayah Kota Tulungagung.
Diketahui hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban saat partisipan dari perguruan silat datang untuk memberikan dukungan pada kasus tersebut.
“Ya untuk memastikan bahwa dengan adanya partisipan PSHT yang datang memberikan dukungan ini tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucapnya.
Pihaknya menghimbau seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang telah berjalan.
Yang mana dengan begitu tidak perlu lagi adanya upaya unjuk kekuatan lantaran dapat merugikan seluruh pihak.
“Himbauan saya agar kita sama-sama menghormati hukum dengan proses dan mekanisme hukum yang sudah berjalan. Agar tidak perlu lagi penggunaan unjuk kekuatan yang tentunya ini akan merugikan kita semua,” paparnya.
Diketahui pihaknya telah menerjunkan sebanyak 300 personel untuk melakukan pengamanan dan penertipan atas ribuan partisipan dari pendekar silat yang turun ke jalan.
Diketahui ratusan personel tersebut di turunkan baik di Kantor Pengadilan Negeri Tulungagung dan beberapa titik di wilayah Kota Tulungagung. Kemudian untuk jumlah masa dari perguruan silat ada sekitar 1 ribu masa yang datang dari beberapa wilayah.
“Apabila kedepannya dibutuhkan, kami akan menambahkan personel tergantung dengan tingkat ancaman prediksi kedepan. Kalau berdasarkan bendera yang ada, kebanyakan dari luar kota,” ungkapnya.
Disinggung ihwal aksi solidaritas dukungan moral dari para pendekar silat ini, dia mengaku bahwasannya tidak melarang adanya dukungan moral bagi siapa saja.
Namun penting untuk memperhatikan hak dari masyarakat lainnya. Mendapati hal ini, pihaknya berharap agar kedepannya tidak terulang lagi dan dapat lebih terorganisir dalam memberikan aksi solidaritas dukungan moral bagi kasus ini.
“Dengan adanya jumlah masa yang besar di jalan besar, pengguna jalan tentunya tidak nyaman,” pungkasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra